7,18 Juta Wisatawan Kunjungi Sumsel di Tahun 2016

Share to friendsShare on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on Google+Share on TumblrShare on StumbleUponEmail this to someonePrint this page

Palembang – Setelah ditahun 2015 mengalami peningkatan yang cukup siginifikan, di tahun 2016 Pariwisata Sumsel tetap konsisten mempesona khalayak wisatawan. Meski prosentasinya tak sebesar peningkatan di tahun 2015, ditahun 2016 tetap menunjukkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan yang menjanjikan untuk terus bertambah baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

Menurut data yang bersumber dari Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sumsel, tercatat terjadi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) sebesar 14,13% dari tahun 2015.

“Dari jumlah 5.704.959 wisnus meningkat menjadi 7.118.516 wisnus,” jelas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel, Irene Camelyn Sinaga, Jumat (20/01/2016).

Sementara untuk jumlah wisatawan mancanegara meningkat 15,93%, naik dari 48.321 ditahun 2015 menjadi 64.257 wisatawan mancanegara (wisman) di tahun 2016.

Total 7.182.773 wisatawan yang berkunjung ke Sumsel di tahun 2016.

Meski dalam beberapa tahun terkahir terjadi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Pihak Disbudpar Sumsel tidak mematok target yang begitu besar. Bahkan ditahun 2018 saja yang akan ada perhelatan pesta olahrag Asia yakni Asian Games di Palembang, hanya dipatok target 3.759.888 wisnus dan 36.409 wisman.

Travel Mart, Efektif Promosikan Pariwisata Sumsel

Share to friendsShare on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on Google+Share on TumblrShare on StumbleUponEmail this to someonePrint this page

foto: Kris Samiadji/Sumeks

Palembang – Promosikan pariwisata di Sumatera Selatan (Sumsel), Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumsel akan lebih gencar lagi mengikuti travel mart. Cara tersebut dinilai efektif untuk bertemu langsung dengan wisatawan yang tertarik berkunjung ke Negeri Sriwijaya.

Apalagi banyak terdapat destinasi wisata menarik yang bisa disambangi. Seperti Pulau Kemaro, Gunung Dempo Pagaralam, Danau Ranau dan destinasi lainnya. “Memang harus gencar melakukan perbaikan destinasi agar semakin menarik,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asita Sumsel, Anton Wahyudi di sela-sela kegiatan donor darah dalam rangka acara HUT Asita ke-46 Sabtu (21/1/2017).

Namun hal yang perlu menjadi perhatian adalah bagaimana cara agar pengunjung bisa lama-lama di tempat wisata dengan menyediakan berbagai atraksi. Jika long stay bertambah maka bisnis travel dan jadwal penerbangan menuju Palembang akan meningkat.

Apalagi saat ini semakin banyak pilihan agen resmi yang bisa dimanfaatkan para pelancong untuk berwisata ke Sumsel. Dikatakan, saat ini Palembang merupakan pintu gerbang menuju berbagai tempat favorit yang ada di Sumsel. Mengenai kendala, selama ini jarak tempuh yang cukup jauh.

Ditambahkan Kepala Dinas Pariwisata Sumsel, Irene Camelyn, pihaknya mengapresiasi upaya yang dilakukan Asita dalam menjual wisata di Sumsel. Tahun ini berbagai persiapan juga terus dilakukan karena pada 2018 ada berbagai event besar digelar di Sumsel seperti Asian Games dan MotoGP. Dipastikan jumlah wisatawan meningkat drastis.” Kami akan selalu menjalin kerja sama dan meminta Asita bisa memberikan yang terbaik untuk mempromosikan Sumsel,” tandasnya. (http://sumeks.co.id)

Rumah Pentahelix Dipastikan Launching Tahun Ini

Share to friendsShare on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on Google+Share on TumblrShare on StumbleUponEmail this to someonePrint this page

Palembang – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada 2017 ini segera melaunching Rumah Pentahelix yang terletak di kawasan Benteng Buto Besak (BKB) Palembang. Sebelumnya , sudah sejak 3 Desember 2016 lalu pembuatan komitmen bersama telah dirampungkan.

Kepala Disbudpar Provinsi Sumsel Irene Camelyn Sinaga, mengungkapkan Desember 2016 lalu pihaknya baru masuk tahap awal penyelesaian perumusan Rumah Pentahelix yang merupakan pusat informasi dan keterlibatan masyarakat dalam pengembangan pariwisata.

“Pertengahan Desember itu bukan launching-nya, melainkan pembuatan komitmen bersama. Jadi bukan diundur, tapi 2017 ini secepatnya akan segera dilaunching,” kata Irene.

Menurut perempuan berkacamata ini, Rumah Pentahelix tersebut nantinya akan melibatkan sejumlah unsur yang saling menopang dan bersinergi satu sama lain dalam pengembangan pariwisata Sumsel. Diantaranya, pemerintah, akademisi, pengusaha, media dan masyarakat.

“Selama ini, keterlibatan pihak luar dalam perencanaan, pengembangan dan pengelolaan belum maksimal. Sedangkan pemerintah masih atas dasar konsep birokrat. Jadi, bukan PNS saja terlibat, tapi juga masyarakat,” kata dia.

Rumah Pentahelix itu, masih dikatakan Irene, akan memanfaatkan sebuah bangunan yang memang merupakan aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel yang berada di kawasan BKB Palembang.

Irene juga menambahkan, pihaknya telah mendapatkan dukungan dari semua pihak yang terkait mengenai rencana pendirian Rumah Pentahelix, seperti budayawan dan lain sebagainya.

“Nantinya Rumah Pentahelix ini sebagai pusat Informasi. Pendirian Rumah Pentahelix oleh Disbudpar Sumsel sebagai konsep terpadu. Dalam setiap penyelenggaraan kegiatan pariwisata ataupun kebudayaan di Sumsel akan melibatkan unsur Pentahelix,” pungkas dia. (kaganga.com)

Lomba Foto JASS#6 Tahun 2017

Share to friendsShare on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on Google+Share on TumblrShare on StumbleUponEmail this to someonePrint this page

Untuk memeriahkan event motor trail Jelajah Alam Serasan Seandanan ke 6 tahun 2017, yang merupakan event motor trail terbesar tahunan Sumatera Selatan di OKU Selatan ini, panitia menyelenggarakan Lomba Foto JASS tahun 2017. Para pemenang akan mendapatkan rewards langsung dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan.

Event Motor Trail ini akan berlangsung dari tanggal 14-15 Januari 2017. Start dari kota Muara Dua dan akan mengambil finish di Danau Ranau. Ada 4 jalur alternatif yang akan dipakai para peserta, dan jalur akan diperpendek apabila cuaca hujan deras. Untuk info terkait event ataupun LOMBA foto, silahkan hubungi panitia yang tercantum di dalam poster di atas.

Detail :

Lomba Foto Jass Tahun 2017

Periode Lomba 13 Januari – 17 Januari 2017

Foto Terbaik Akan Mendapatkan Reward dari Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Ogan Komering Ulu Selatan.

Hasil Foto di Tag ke IG/fb Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Ogan Komering Ulu Selatan

IG : pariwisata _kebudayaan_okus

fb : pariwisata dan kebudayaan (disparbud okus)

Usia 62 tahun, Tetap Kuat “Ngetrail”

Share to friendsShare on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on Google+Share on TumblrShare on StumbleUponEmail this to someonePrint this page

JASS#6

JASS #5 Pendra (269) Akiong

Rambut sudah memutih, tetapi semangat tidak pernah kalah dengan anak anak muda. DI Usia 62 tahun, bahkan sudah memiliki 5 cucu, Jonny Caleo yang biasa dipanggil Ko Akiong tetap aktif menggeluti olahraga motor trail.
Wajar Memang, mantan juara Cross Country tahun 1979 ini, tetap rutin mengikuti berbagai even trail di Sumatera dan Jawa hingga diusianya yang terbilang senja. Terakhir kali, beliau mengikuti even di Gunung Bromo Jawa Timur, bulan yang lalu.

Seakan tak ada habisnya, pada even Jelajah Alam Serasan Senandanan ke 6 (JASS#6) yang akan diselenggarakan 14-15 Januari 2017 nanti, Ko Akiong memastikan hadir. Bahkan di 5 even JASS sebelumnya ko Akiong selalu ikut serta.

“Indonesia ini sangat indah, karena itu saya ingin menikmatinya dengan dengan berkeliling masuk hutan. Dan saat di dalam hutan, bersama teman teman satu team dapat belajar mencintai alam, dan menjaga persahabatan sejati. Saat di hutan, sebanyak apapun uang tak ada harganya. Persahabatan dapat dilihat dari sebotol air minum, yang diminum bersama,” ujarnya bernasehat.

JASS #5 Pendra (267) Akiong

Bagi Akiong, hadiah doorprize bukan hal utama yang dikejar. Tapi asyiknya ngumpul bersama komunitas trail dan menikmati keindahan alam adalah hal yang lebih penting. Menurutnya, menjelajahi alam juga mengajarkan tentang kerendahan hati, bahwa manusia selalu butuh bantuan orang lain.

“Apalagi even di OKU Selatan, saya selalu menunggu even ini, karena jalurnya bagus dan banyak pilihan. Dari JASS 1 sampai JASS 5, selalu disuguhi jalur yang berbeda. Dan ini kesempatan bagi saya untuk menikmati keindahan Danau Ranau”, kata Ko Akiong.

Pada even even seperti ini, Akiong berkesempatan memotivasi anak anak muda untuk tertib lalulintas. Kalau memang mau ngebut, mainnya di sirkuit saja. Kalau memang hebat main motor, cari track khusus yang tidak akan mengganggu orang lain.

JASS#6, Jelajahi Alam Di Track Menantang Muara Dua

Share to friendsShare on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on Google+Share on TumblrShare on StumbleUponEmail this to someonePrint this page

MUARADUA – Bertempat di ruang rapat terbatas, Jumat (6/1) kemarin Pemerintah Kabupaten OKU Selatan melaksanakan Rapat Pemantapan pelaksanaan Jelajah Alam Serasan Seandanan #6 (JASS#6).
Rapat ini sendiri dipimpin langsung Assisten I Setda OKU Selatan, Herman Azedi dan dihaadiri Kepala SKPD, Camat dan Kepanitiaan dari Muaradua Trail Adventure (Mutar).

Usai digelarnya rapat tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten OKU Selatan Bahdozen Hanan, S. Pd, M. Si menyebutkan dikarenakan even JASS #6 ini adalah even trail yang terbesar sepanjang sejarah OKU Selatan, untuk itulah dalam rapat tersebut assisten I mengharapkan persiapan lebih matang dan terperinci, agar tamu-tamu yang datang akan merasa nyaman. Apalagi Kapolda Sumatera Selatan yang baru, berkemungkinan besar akan hadir dalam even ini.

jass 6 flyer2

“Even ini, diharapkan dapat menjadikan kawasan wisata Danau Ranau semakin populer dan efek ekonomi bagi masyarakat OKU Selatan,” ujar Bahdozen.

Kegiatan JASS #6 akan dilaksanakan tanggal 14-15 Januari 2017. Start akan dilaksanakan hari Sabtu, 14 Januari 2017, di halaman Mapolres OKU Selatan dan finish di dermaga ponton Banding Agung Ranau. Pada hari kedua akan ada private trip bagi peserta dengan lokasi di seputaran Danau Ranau. Nanti akan banyak jalur pilihan yang akan dipandu panitia untuk melihat keindahan kawasan Wisata Danau Ranau.

jass 6 flyer3

“Selain ngetrail, hari kedua nanti peserta dapat memilih paket wisata yang diinginkan, misalnya wisata air di Danau Ranau atau menikmati arung jeram bersama Ranau Rafting,” ucapnya.

Hingga hari ini, Kamis (12/01/2017) persiapan sudah mencapai 85 persen. Survey jalur sudah dilakukan. Jalur yang akan disiapkan antara 80 km hingga 100 km. Panitia juga menyiapkan jalur alternatif, apabila terjadi cuaca hujan dengan curah yang tinggi, makan jalur akan diperpendek menjadi 80 km. Track trail adventure ini disurvey khusus oleh Nanang Sale sebagai spesialis pemetaan jalur adventure yang didatangkan khusus dari Ciamis, dan memiliki sertifikat khusus track adventure oleh IMI dan IOF.

jass 6 flyer 4

Animo peserta juga terlihat sangat tinggi, hingga hari ini sudah mendaftar 908 orang. Dengan progress seperti ini, diperkirakan jumlah peserta akan tembus 1.000 peserta. Hal ini dimungkinkan karena hadiah yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini, door prize yang disediakan panitia adalah 1 unit mobil dan 5 unit motor, ditambah hadiah hiburan seperti kulkas dan televisi.

Berbagai Pertunjukan Budaya Akan Ditampilkan Pada Festival Imlek 

Share to friendsShare on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on Google+Share on TumblrShare on StumbleUponEmail this to someonePrint this page
gub terima Panitia Imlek3
Rencana akan diselenggarakanya kegiatan Festival Imlek di Kota Palembang. Gubernur Sumatera Seletan H Alex Noerdin menerima panita Festival Imlek Sriwijya 2017 di Griya Agung, Rabu (11/1/2017).
Hadir pada kesempatan ini Ketua Forum Kompas Daerah (FKD) Sumsel, Hadi Prayogo bersama anggota serta Asisten Pemerintahan dan Bidang Kesejahteraan Rakyat Setda Sumsel, Akhmad Najib, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumsel, Irene Camelyn Sinaga dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Sumsel.
Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengapresiasi akan diselenggarakan kegiatan Festival Imlek.”Diharapkan kegiatan ini dipromosikan dan disosialisasikan dengan benar,” himbaunya.
Sementara itu, Ketua FKD Hadi Prayogo menyampaikan, kegiatan festival imlek akan diselenggarakan pada tanggal  11-12 Februari 2017 di PSCC. Kegiatan ini akan mempertunjukan beberapa penampilan pertunjukan. Diantaranya pawai dari beragam budaya, barongsai, tanjidor dan nonton bareng film pendek.
Kemudian penampilan kebudayaan dari beberapa komunitas tiongha, berbagai workshop, pameran foto grafiti dan lainnya.
Sementara itu, Kepala Disbudpar Provinsi Sumsel Irene Camelyn Sinaga menambahkan, terkait akan diadakan kegaiatan ini, sebelumya sudah beberapa kali merencanakan dengan mengundang beberapa stakeholder dan komunitas sehingga terprogramlah Festival Imlek Indonesia 2017.
“Salah satu puncak kegiatan ini adalah legenda Pulau Kemaro. Bahkan kami juga mendapatkan support dari kementrian, mudahan-mudahan rencana kegiatan semakin kedepan semakin baik,” tuturnya.

Mendigitalkan Industri Pariwisata Sumsel

Share to friendsShare on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on Google+Share on TumblrShare on StumbleUponEmail this to someonePrint this page

P_20170111_084309
Palembang – Bukan yang besar lawan yang kecil, namun saat ini adalah yang cepat lawan yang lamban, demikian ungkapan yang sangat tepat saat melihat kondisi industri pariwisata di dunia saat ini. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel, Irene Camelyn Sinaga saat membuka Workshop Digitalisasi Pariwisata Indonesia di Hotel Santika Palembang, Rabu (11/01/2017).

“Di era serba digital saat ini, yang menentukan adalah kecepatan. Bukan besar kecilnya modal. Industri Pariwisata mau tak mau harus mengiring kemajuan digital, jika tidak maka akan jadi si lamban tadi, ” ujarnya.

Bukan tanpa alasan, digitalisasi di semua lini memungkinkan setiap bidang untuk serta merta mengikuti kemajuan teknologi. Media sosial, Internet dan gadget sebagai alatnya kini sudah menjadi kebutuhan sehari-hari, dan dari sini pula Industri Pariwisata bisa di selipkan untuk merambah pasar yang mudah dan tentunya sangat luas.

P_20170111_085018

“Untuk itu pada workshop ini, kita mengajak para pelaku industri pariwisata di Palembang untuk berfikir lebih ke arah digital, dan mulai meningglakan cara konvensional. Bisa itu bisnis travel yang menjual tiket secara online, ataupun booking online untuk industri perhotelan,” jelas Irene.

Masih di workshop, Staf Khusus Kementerian Pariwisata Bidang IT, Sam Nugroho yanghadir sebagai narasumber menambahkan bahwa Pariwisata haruslah Digital. Ini tak lain dikarenakan Pariwisata itu sebagai masa depan bangsa, sebagai penyumbang devisa negara yang cukup besar, penyumbang PDB yang tinggi, pemberi lapangan kerja yang banyak, ongkosnya murah dan mudah pengerjaanya.

“Mengapa pariwisata harus digital? karena saat ini semua serba online. serba cepat, praktis dan lebih hemat. Bisa meningkatkan pendapatan bepruluh kali lipat. Contohnya yakni Traveloka, 5 Tahun yang lalu nothing, tapi sekarang keuntungannya Triliunan,” ungkap Sam.

Lanjutnya, bahkan saat ini Pariwisata Indonesia itu no 3 paling kompetitif sedunia. Harganya murah dengan barang yang bagus. Tinggal bagaimana para penggiat industri Pariwisata memanage dan memasarkannya.

“Tentu jika masih dengan cara konvensional, yang menunggu pembeli datang ke kantor, maka akan sangat lambat atau malah keburu gulung tikar. Caranya ya beralih ke sistem pemasaran digital,” ujar Sam.

Dari Workshop ini, para penggiat industri pariwisata yang hadir diajak untuk berfikir secara digital dan mengambil aksi secara digital. Antara lain dengan bergabung ke satu komunitas website yang menjadi wadah tempat pelaku usaha untuk memasarkan produk jasanya secara online yang bernama Indonesia Tourism eXchange (itx.co.id). Pada kesempatan ini Direktur dari itx, Caludia bersama jajarannya menjelaskan langsung bagaimana benefit dan juga cara para pelaku usaha pariwisata agar dapat bergabung.

Sambut Cap Go Meh 2017, Sejak Dini Pulo Kemaro Disiapkan

Share to friendsShare on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on Google+Share on TumblrShare on StumbleUponEmail this to someonePrint this page

Pulau-Kemaro-2-www.jayanjayan.com_

Pulau Kemaro yang terletak di tengah sungai Musi pada setiap perayaan tahun baru imlek dan perayaan Cap Go Meh selalu banyak dikunjungi warga Tionghoa penganut Tridharma.

Menghadapi perayaan Cap Go Meh 2017 yang dijadwalkan berlangsung 22 – 23 Februari mendatang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan (Disbudpar Sumsel) mulai melakukan persiapan. Kepala Disbudpar Sumsel Irene Camelyn, Senin (19/12) bersama sejumlah stakeholder pariwisata mendatangi pulau Kemaro yang di sana berdiri sebuah pagoda dan sebuah wihara atau toa pekong tempat beribadah Tridharma.

Menurut Irene, tema Imlek dan Cap Go Meh 2017 akan menjadi salah satu promosi pariwisata Sumatera Selatan dengan ikon pulau Kemaro untuk menjaring wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia dan dari Singapura, Malaysia, Hongkong, Taiwan dan Cina.