LRT Berinterior Motif Songket

Share to friendsShare on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on Google+Share on TumblrShare on StumbleUponEmail this to someonePrint this page
Palembang – Mega Proyek Light Rail Transit (LRT) di Sumsel akan disentuh dengan kearifan lokal pada bagian interior dan eksteriornya, hal ini dilakukan agar suasana lokal tetap ada pada angkutan modern tersebut.
Kepala Bidang Perkeretaapian, Afrian Jhon mengatakan pengadaan terbong LRT dilakukan selama 18 bulan. Tentunya, pengembangan lokomotif memperhatikan keamanan dan kenyamanan pengguna. “Yang pasti, interior dan interior LRT memperhatikan kearifan kan lokal,” ujarnya.
Sementara, untuk stasiun, kata dia, saat ini masih dikaji potensi kemungkinan pengembangan stasiun dengan mengandeng pihak ketiga agar potensi stasiun dapat termanfaatkan dengan maksimal.
“Terutama untuk pembangunan stasiun yang berada di lahan pemprov. Ada sembilan stasiun yang berada di lahan pemprov. Seperti stasiun Asrama Haji, stasiun RSUD Pemprov Sumsel, stasiun depan Dishub dan lainnya”imbuhnya.
Pembangunan tersebut juga mempertahankan sentuhan lokal berupa kain tradisional seperti songket akan tetap ada.
 “Rencana itu sudah diketahui oleh pemerintah daerah (gubernur) dan pemerintah pusat.”ungkapnya.
Pihaknya juga mengaku sudah berkoodinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta PT Waskita Karya.
“Nuansa dan kearifan lokal di LRT sangat terasa. Sebab meski LRT identik dengan modern tapi memperhatikan kearifan lokal,” pungkasnya. (kaganga.com)

Empat Motif Songket Disiapkan Hias LRT

Sebelumya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan sendiri telah mengajukan empat motif songket untuk ornamen-ornamen pada pembangunan Light Trail Transit (LRT) di kota Palembang beberapa waktu lalu.
“Kita hanya memberikan masukan karena pihak PT Waskita Karya  yang minta ke kita dan kita tidak tahu ornamen songket ini apakah akan dipasang di dinding LRT atau di tiang LRT, itu wewenang pihak PT Waskita,” kata Kepala Disbudpar Sumsel Irene Camelyn Sinaga, Selasa (10/1/2017).
Empat motif songket tersebut yang diusulkan pihaknya menurut Irene adalah Pucuk Rebung, Bungo Cino, Bagi Besaung dan Bintang Coketan.
“Finalnya, Rabu (11/1) ini karena besok kami akan bertemu dengan PT Waskita membahas ini dan dari empat motif itu pihak Waskita akan pilih satu motif songket,” katanya.
Ornamen lokal yaitu songket dipakai untuk LRT menurutnya supaya masyarakat Sumsel terutama Palembang mengetahui jatidirinya. Seperti corak songket yang menunjukkan ciri khas daerah Sumsel.
Akhir Januari 2017 mendatang, Bandara International Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang akan memulai pengerjaan pengembangan bandara yang merupakan kebanggaan masyarakat Sumsel tersebut. Hal ini terkait dengan penyelenggaraan pesta olahraga Asian Games 2018 di kota Palembang.
General Manager Bandara SMB II Iskandar Hamid menjelaskan, berbagai persiapan yang dilakukan PT Angkasa Pura II (Persero) sebagai pengelola bandara antara lain re-layout atau penataan ulang bandara.
Selain itu, AP II juga melakukan pembangunan skybridge untuk menghubungkan antara bandara dengan terminal LRT (Light Rail Transit) jalur Bandara-Jakabaring.
Skybride yang akan dibangun akan memiliki corak budaya songket khas Palembang.
Pihaknya juga akan memperluas area yang ada, baik di (terminal) kedatangan maupun keberangkatan. Sehingga penumpang bisa lebih leluasa, terutama di boarding lounge.
Iskandar mengungkapkan, pihaknya juga akan mengoptimalkan beberapa bagian dari Bandara SMB II. (beritapagi.co.id)