Megalit Sumsel Dipamerkan di Belgia

Share to friendsShare on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on Google+Share on TumblrShare on StumbleUponEmail this to someonePrint this page

Kaganga.com – Palembang, Kebudayaan Megalitik atau kebudayaan batu besar di Sumatera Selatan (Sumsel) berupa Arca Ibu Menggendong Anak yang disimpan di Museum Balaputera Dewa Palembang akan dipamerkan di Festival Seni dan Budaya Europalia 2017 kurang lebih selama empat bulan, di Belgia.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumsel Irene Camelyn Sinaga mengatakan, pada 2017 ini Indonesia mendapat kehormatan menjadi negara tamu yang akan menunjukkan berbagai kesenian dan kebudayaannya di Belgia.

“Festival ini merupakan kegiatan terbesar, termegah dan bergengsi di Eropa dalam bidang seni dan budaya. Kita (Sumsel-red) terpilih untuk ikut berpartisipasi memamerkan Arca Ibu Menggendong Anak,” ujar Irene.

Masih dikatakan Irene, Sumsel mengirim arca yang menggambarkan seorang wanita (ibu) dalam posisi berjongkok sedang mendukung anak dipunggung karena arca ini Arca mempunyai ciri-ciri yang menarik, dalah satunya penggambaran serba besar pada bagian-bagian tubuh tertentu diantaranya badan, lengan, jari-jari tangan dan kaki.

“Arca ini di sana (Belgia-red) akan ditempatkan di pameran utama. Memang Indonesia akan memamerkan sebanyak 300 macam seni dan budaya. Sumsel salah satu provinsi yang sangat luar biasa dapat memamerkan arca ini dipameran utama,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, berbagai persiapan sudah dilakukan agar menghasilkan promosi Indonesia yang terbaik lewat Ditjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mendapatkan kehormatan ini.

“Kalau di Asia, kita menjadi negara keempat yang dipilih mengikuti Festival Internasional Europalia setelah Jepang, China dan India,” kata Irene.

Dijelaskan dia, festival itu nanti dimulai dari 10 Oktober 2017 hingga 21 Januari 2018. Di pameran ini akan memberikan segala rupa mengenai Indonesia. Mulai dari teater, film, musik, seni rupa, sastra, tari, kuliner, seminar, workshop dan kegiatan lainnya.

“Even seperti ini akan menunjukkan kebudayaan mulai dari nenek moyang, kekuatan dalam budaya dan kehidupan maritime Indonesia lewat artefak yang dimiliki Indonesia,” pungkasnya