Mahasiswa Malaya Malaysia Silang Budaya di Kampung Al Munawar

Share to friendsShare on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on Google+Share on TumblrShare on StumbleUponEmail this to someonePrint this page

Palembang – Kampung Arab Al Munawar kembali menarik perhatian wisatawan mancanegara, kali ini giliran dari negeri tetangga Malaysia yang bertandang ke Al Munawar dengan beragam kegiatan. Adalah rombongan mahasiswa dari Universitas Malaya Kualalumpur dengan Program Jelajah Adatnya yang tiba di Kamis Pagi (09/02/2017) di Al Munawar.

Program yang mereka usung sendiri sebenaranya justru sudah masuk ke tahun ketiga. Program Jelajah Adat di Indonesia ini sebelumnya sudah pula berkunjung ke Padang Panjang Sumatra Barat, lalu di Riau di tahun keduanya, dan kini di Palembang untuk tahun ketiganya.

“Program Jelajah Adat di Indonesia. Ini tahun ke tiga. sebelumnya kita ke Padang Panjang Sumbar, lalu Riau, dan kali ini ke Palembang,” ujar DR Nahrizul Adib Kadri selaku Ketua Rombongan yang juga dosen di Uiversitas Malaya ini.

Tujuan program ini tak lain untuk saling mendekatkan budaya satu sama lain. Malaysia dan Indonesia yang serumpun mempunyai banyak persamaan budaya. Disini mereka ingin melihat hal tersebut lebih detil dan tentu pula untuk mencari perbedaannya.

Lanjutnya, Palembang sendiri sangat penting bagi orang-orang Malaysia, terlebih raja-raja Malaysia diyakini oleh mereka dahulu kala merupakan keturunan dari Palembang.

“Raja-raja Melayu banyak yang keturunan Palembang, ini satu lagi perekat budaya Malaysia dan Palembang,” ujarnya.

Kegiatan mereka sendiri diisi dengan kegiatan silang budaya yang mana saling mempertunjukkan tarian khas dari daerah masing masing (Palembang dan Malaysia). Lalu di Kampung Al Munawar sendiri mereka berkunjung ke Madrasah Ibtidaiyah AL Kautsar. Disini mereka memberikan sedikit materi belajar yang cukup santai kepada anak-anak Sekolah Dasar tersebut. Terlihat dari, pantauan anak-anak antusias menyambut pelajaran yang diberikan mahasiswa-mahasiswa ini.

Rombongan yangberjumlha 40 orang ini akan juga menampilkan tarian di Festival Imlek Indonesia, Sabru (11/02/2017).