Branding Kunci Awal Percepatan Pembangunan Pariwisata

Share to friendsShare on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on Google+Share on TumblrShare on StumbleUponEmail this to someonePrint this page

Palembang – Untuk mempercepat pembangunan Pariwisata, setiap daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatra Selatan sudah harus mem”branding” diri masing-masing. Sehingga citra wisata di Sumsel bisa dikenal dan diketahui oleh banyak wisatawan di seluruh penjuru. Hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel, Irene Camelyn Sinaga saat membuka Sosialisasi Branding Pesona Indonesia yang berlangsung di The Daira Hotel Palembang, Rabu (26/4/2017).

“Untuk meningkatkan pemahaman Branding tersebut tentu perlu di berikan penjelasan dan pemaham lebih lanjut agar ada sinergi antara pusat dan daerah terkait pemajuan pariwisata. Disini kita akan memberi penjelasan tersebut lebih dalam agar nantinya terimplementasi dengan benar. Dan tentu Dari Provinsi siap sedia untuk di koordinasikan untuk sharing bersama,” ujar Irene.

Lanjutnya, saat ini Sumsel sudah punya branding pariwisata sendiri dengan nama Explore Your South Sumatra (Jelajah Sumsel). Terciptanya brand Pariwisata Sumsel ini tentunya sudah di sinergikan dengan brand Pesona Indonesia (nasional) berlogo perahu dan ombak air. Hal ini harus pula diikuti oleh Kabupaten/kota di Sumsel. Saat ini sudah ada dua daerah yang punya branding Pariwisatanya, yakni Banyuasin dengan logo burung dan Kota Pagaralam dengan logo Gunung.

“Banyuasin sudah membranding wisatanya dengan baik, logo burung menunjukkan destinasi wisata unggulan daerah tersebut yakni Taman Nasional Sembilang yang mana daya tarik wisatanya pertunjukkan burung migran dari seluruh penjuru bumi yang setiap tahunnya mampir ke Sembilang. Begitu juga dengan Pagaralam yang memang daya tarik keindahan alam pegunungannya menjadi destinasi wisata unggulan disitu,” jelas Irene.

Tiap kab/kota harus cermat mendahulukan destinasi wisata apa yang harus dibangun lebih dahulu. Ia sangat menganjurkan kab/kota menyertakan pihak pihak penting seperti ASITA, PHRI dan HPI. Adapun tahapannya yakni Branding, Advertising lalu Selling.

“Berkoordinasi dengan pihak yang tepat dan mengikuti tahapan pengembangan pariwisata tersebut akan memungkinkan percepatan pembangunan pariwisata daerah masing-masing,” tutup Irene.