Pariwisata Semakin Dilestarikan, Semakin Mensejahterakan

Share to friendsShare on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on Google+Share on TumblrShare on StumbleUponEmail this to someonePrint this page

Palembang – Bertempat di Daira Hotel Palembang, kamis (20/07/2017) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel menggelar Workshop Pengembangan Sadar Wisata Sapta Pesona 2017.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya sinergi antara pihak- pihak pendorong kepariwisataan di Sumsel yang tak lain bertujuan untuk menciptakan masyarakat sadar wisata.

Workshop diikuti kurang lebih 60 peserta dari berbagai instansi dan komunitas pendukung Pariwisata Sumsel.

Turut sebagai narasumber, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Irene Camelyn Sinaga, Asdep Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Kemenpar RI, Tazbir, Letkol Infantri Romas Herlandes dari Dandim 0418 Palembang dan Ketua Pengelola Desa Wisata Nglangerang Kabupaten Gunung Kidul, Sugeng handoko.

Dalam pembukaanya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Irene Camelyn Sinaga mengatakan Pariwisata semakin dilestarikan maka akan semakin mensejahterhakan. Hal ini sendiri dicontohkannya pada Perkembangan Destinasi Wisata Kmapung Al Munawar di 13 Ulu Palembang.

“Apakah Pariwsata semakin di lestarikan maka semakin mensejahterahkan?, ini jawabannya saat ini dari geliat wisata di Kampung Arab Almunawar, sehari ada 200 orang beli tiket masuk di hari biasa. Total 2000 orang yang masuk per minggu. Parkir memberi pemasukan Rp30 juta perbulan.
Ini pembuktian bahwa benar.. dan ini faktanya,” ujarnya.

Lanjut Irene, di palembang ada 107 kelurahan. Andaikata dari jumlah tersebut bisa seperti Kampung Almunawar, maka akan luar biasa pastinya. Terlebih di Kota Palembang saja terdapat 64 destinasi wisata. Syaratnya ialah sinergi antar semua phak, baik itu Industri, kelembagaan, Komunitas, Media dan lain lain.

“Harus bersinergi untuk mewujudkan Sumsel yang sadar wisata.

Efeknya sudah pasti kesejahteraan. Peningkatan lapangan pekerjaan dan lain sebagainya.

Pariwisata itu intinya komunikasi dan silahturahmi,” tukas Irene.

Dikatakan pula oleh Asdep Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Kemenpar RI, Tazbir,

Sumsel ini arah pembangunannya Ke Pariwisata.

“Jakabaring untuk pariwisata, Asian games arahnya pariwisata juga.. Nah masyarakatnya harus sadar ini. Bahwa provinsi ini arahnya menuju pariwisata,” ungkapnya saat menjadi pembicara.

Ditambahkan oleh pembicara lainnya,

Ketua Pengelola Desa Wisata Nglanggerang Kabupaten Gunung Kidul, Sugeng Handoko,

Destinasi wisata itu tidak harus mempunyai tempt atau bangunan yang indah untuk dlihat. Kearifan lokal masyarakat pun bisa jadi daya tarik wisata.

“Cerita cerita legenda,keunikan rutinitas masyarakat, itu bisa jadi daya tarik wisata, yang kemudian menjadikan tempat itu jadi destinasi wisata,” pungkasnya.