Kontes Bonsai Nasional 2017

Share to friendsShare on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on Google+Share on TumblrShare on StumbleUponEmail this to someonePrint this page

Palembang  – Anting Putri, namanya mengingatkan pada aksesori perempuan, anting-anting. Tanaman jenis ini paling ideal untuk dibuat bonsai. Bunganya yang mungil dan menggantung cantik, bunga putihnya juga akan terlihat lebih dominan sehingga menarik perhatian.

Anting Putri ini terlihat pada  Pameran Kontes Bonsai Nasional 2017, yang digelar sejak 5 Oktober 2017 lalu di Halaman Lumban Tirta Palembang.

Ketua Pelaksana Pameran dan Kontes Bonsai Nasional 2017, Budiman, mengakui Anting Putri (Wrightia Religiosa sp) adalah satah satu pohon yang cocok untuk bonsai. Banyak sekali penggemarnya di Sumsel. “Anting Putri salah satu bonsai yang terkenal di Palembang, pohon endemik Asia,” tuturnya, di lokasi pameran, halaman Kolam Renang Lumbang Tirta Palembang.

Pameran Gebyar Palembang Emas Road to Asian Games 2018 yang dihelat oleh Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI), 5-16 Oktober 2017, diikuti oleh sekitar 250 tanaman bonsai. Milik pencinta bonsai dari seluruh Indonesia. “Semakin bagus, semakin mahal harganya. Kesempatan menghidupkan tanaman bonsai ini, dapat meningkatkan perekonomian,” tuturnya.

Diakuinya, menanam bonsai memang tidak bisa instan. Harus menjalani berbagai proses, bahkan ada yang hingga puluhan tahun. Nah, tanaman yang dihadirkan pada pameran ini, rata-rata sudah siap mengikuti kontes. “Bonsai jenis ini (Anting Putri, red) ini juga terbilang mahal, hingga Rp60 juta. Memiliki bunga yang berbau harum semerbak, mudah dibentuk dan bandel terhadap semua kondisi cuaca,” bebernya.

Dia berharap dengan adanya kegiatan ini visi misi untuk menuju go green dapat tercapai. Selain Anting Putri, tanaman jenis lainnya yang ikut dalam kontes bonsai ini, seperti pakis aji, beringin, jeruk kingkit, cendrawasih, oki anti, ulmus, usu, seribu bintang, mustam, cemara udara, dan lainnya.

Juri kontes bonsai, Sukimto menjelaskan ada tiga kriteria bonsai yang diperlombakan yakni regional, madya dan prospek. Dari peserta yang mengikuti kegiatan ini memang bonsai yang dibawa sudah siap untuk berlomba, sesuai kategori yang diikuti.
Meski demikian, penilaian lomba tetap memiliki kriteria mulai dari kematangan, keserasian segi pot dengan struktur pohon. Karena tanaman ini memiliki nilai seni yang tinggi. ”Tidak berarti rimbun itu sudah bagus, tapi harus juga disesuaikan dengan bentuk pohon dan kematangannya karena pohon ini bisa bertahan hingga 50 tahun,” paparnya.

Wakil Gubernur Sumsel Ir H Ishak Mekki MM, mengapresasi kontes bonsai yang digelar tersebut, sekaligus dapat meningkatkan perekonomian. “Karena jika pecinta bonsai menggeliat maka dampaknya besar sekali bisa meningkatkan perekonomian perajin pot, petani bonsai yang membudidayakannya,” tuturnya.

sumber : sumeks.co.id