Resmi Dibuka, Internasional Musi Triboatton 2017 Dorong Destinasi Musi Jadi Sungai Rhein Eropa

Share to friendsShare on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on Google+Share on TumblrShare on StumbleUponEmail this to someonePrint this page

Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi lokasi start event sport tourism International Musi Triboatton (IMT) 2017. Mengambil start di Empat Lawang, Rabu, (8/11), IMT 2017 sampai 11 November.

Sebanyak 268 peserta dari 19 tim siap menantang sungai Musi sejauh 500 KM. Peserta dari Tiongkok, Kanada, Perancis, Jordania, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam serta Filipina berpartisipasi. Selain dari luar negeri, tim lokal meramaikan IMT 2017.  Indonesia mengirimkan 10 tim, mereka tersebar mulai dari Jawa dan Sumatera. Bahkan, tuan rumah Sumatera Selatan mengirimkan dua tim sekaligus. Rumah Dinas Wali Kota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe menjadi lokasi upacara pembukaan event tahunan sejak 2011 ini, sekaligus menjadi gala dinner IMT 2017, Selasa, (7/11) malam .

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti didampingi Asisten Deputi Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian RI Putu Ngurah secara simbolis membuka IMT 2017. Esthy menyampaikan Sungai Musi harus bisa menjadi ikon pariwisata terdepan di Sumatera Selatan dan daerah -daerah di sepanjang aliran sungai. Melalui event IMT 2017 ini, dia berharap Sungai Musi bisa seperi Sungai Rhein di Eropa.

“Setelah beberapa tahun event ini, sekarang menjadi momentum tepat untuk menempatkan Sungai Musi di depan. Semua harus turut melestarikan Sungai Musi agar bisa menjadi seperti obyek wisata Sungai Reihn di Eropa, Sungai menjadi sebuah daya tarik,” ujar wanita berhijab itu.  Sekadar informasi, Sungai Reihn memiliki panjang sekitar 1.233 KM. Sungai ini melewati beberapa negara di Eropa mulai dari Swiss daerah bagian Grisons bagian tenggara Pegunungan Alpen sampai ke Jerman, sungai ini mengalir di North Sea, Belanda. Sungai ini merupakan sungai terpanjang ke-12 di benua Eropa. Nah, kendati memiliki lebih pendek, 750 KM, tepian Sungai Musi ini membelah Kota Palembang menjadi dua bagian. Banyak destinasi -destinasi wisata di sepanjang aliran sungai ini antara lain: Jembatan Ampera, Benteng Kuto Besak, dan Pulau Kemaro.

“Sungai Musi juga bisa menjadi destinasi wisata seperti Sungai Rhein di Eropa. Melewati sejumlah negara, kota -kota di aliran sungai ini menjadi destinasi wisata unik. Saya kira, Sungai Musi Indonesia bisa mencontoh Sungai Rhein, apalagi Sungai Musi menjadi salah satu sungai terpanjang di Indonesia,” ujar Esthy.

IMT 2017 berlangsung lima etape dan melewati empat kabupaten dan satu kota menjadi tuan rumah. Bukan cuma mengarungi Sungai Musi,  gelaran kuliner dan budaya meramaikan ajang tahunan di Sumsel.

Lomba dayung di IMT 2017 menggunakan tiga jenis perahu; river boat, kayak dan traditional boat racing (TBR),  dan Perahu Induk dari hulu ke hilir sepanjang dengan lintasan berarus deras (white water) dan berarus tenang (flat water). Wali Kota Lubuklinggau, SN Prana Putra bangga Lubuklinggau kembali menjadi lokasi start IMT 2017 ke-7. Menurut Prana Putra, event ini menjadi ajang promosi destinasi wisata Lubuklinggau menyambut Asian Games 2017.  “IMT 2017 menjadi ajang promosi wisata di Sumatera Selatan selain Palembang, Lubuklinggau memiliki destinasi wisata seperi Bukit Sulap dan Niagara Mini, Air Terjun Temam,” ujar Prana Putra.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengapesiasi gelaran IMT di tahun ke-7 agar semakin populer. Melalui kegiatan ini, Menpar berharap, Sungai Musi bisa menjadi destinasi wisata minat khusus untuk mendukung program dan branding Wonderful Indonesia.

“Melalui event sport tourism merupakan cara efektif untuk mempromosikan potensi pariwisata Sumsel ke mancanegara sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan karena event seperti ini memberikan direct impact dan media value yang sangat tinggi. Apalagi Sumatera Selatan akan menjadi tuan rumah Asian Games, dimana akan banyak hadir wisatawan mancanegara yang datang ke Palembang dan Jakarta,” kata Menpar Arief Yahya.(*)