Miliki Banyak Kuliner di Tepian Sungai Musi, 5 dan 7 Ulu Jadi Kampung Wisata Sadar Hukum

Share to friendsShare on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on Google+Share on TumblrShare on StumbleUponEmail this to someonePrint this page
Palembang – Kelurahan 5 dan 7 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) Kota Palembang  menjadi Kampung Wisata sadar hukum.
Dinobatkan, menajadi Kampung Wisata sadar hukum di Kelurahan 5 dan 7 Ulu, Minggu (14/01/2018) ditandai dengan penandatanganan, oleh Walikota Palembang H.Harnojoyo, Rektor Universitas Bina Darma Prof. IR. H. Bochari Rachman, M.SC, Kementrian Hukum dan HAM Kepala Kantor Wilayah Sumsel Drs.H. Sudirman D.Hury, Forum DAS-LH Musi DR. Syafrul Yunardy.S.HUT.,M.E. Kepala BPDA-LH Musi Siswo,S.HUT.M.Si. .
Menurut, Rektor Universitas Bina Darma Prof Ir Buchari Rahman, ada banyak potensi yang dapat dikembangkan di kawasan kampung yang terletak dibantaran Sungai Musi ini, diantaranya, banyak home industri pembuatan makanan khas Palembang, seperti Empek-empek, ikan salai dan penghasil ikan.
“Selama ini, Empek –empek, Ikan Salai dan jenis ikan yang ada tidak bisa di inapkan lebih lama kalau untuk dijadikan oleh –oleh, nah, nantinya kita dari Bina Darma akan membuat alat produksinya (teknologi) seperti ikan akan di olah menjadi ikan sambel untuk menambah khas oleh-oleh,”jelasnya.
Dengan begitu, kampung yang selama ini memiliki potensi ini akan menonjol ke luar untuk lebih dikenal wisatawan, terlebih Kampung yang terletak dikawasan heritage Kampung Kapitan yang memiliki nilai sejarah masa perjuangan kemerdekaan ini, memiliki potensi yang bisa dijual ke wisatawan yang akan dikelola Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mengandeng Universitas Bina Darma..
“Kita ingin menjadikan kampung yang ada di 5 dan 7 Ulu ini menjadi primadonna bagi wisatawan,” katanya, Minggu (14/01/2018) disela-sela peresmian Kampung Wisata Sadar Hukum di Kampung Kapitan Kelurahan 5 dan 7 Ulu Kecamatan SU I.
Kampung yang langsung menghadap Sungai Musi dengan latar belakang Jembatan Ampera dan Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, kata Buchori, sangat berpotensi dikembangkan untuk menambah destinasi wisata yang ada.
“Nanti juga akan kita buat penginapan (homestay) dirumah warga, sehingga wisatawan bisa langsung merasakan sensasi menginap dirumah warga yang ada dikawasan itu,” jelasnya.
Pentingnya lagi merubah pola hidup masyarakat yang bisa menerima tamu dari luar, caranya pihak Bina Darma akan memberikan pelatihan menyambut tamu, melayani tamu dan tidak kalah pentingnya keamanannya untuk menjaga sopan santunnya.
“Kita juga setiap ada kesempatan selalu mempromosikan Palembang, terlebih kita sudah menjalin kerja sama dengan beberapa universitas di lima negara, di kesempatan ini kita akan mempromosikan kampung wisata sadar hukum ini,” tegasnya.
Idenya kampung wisata ini, saat pihaknya melakukan study banding di Kampung Buntu di Pulau Jawa.
“Sekarang pendapatan warga di sana (Kampung Buntu) meningkat tajam, setelah menjadi kampung wisata dan membuat Homestay,” jelasnya.
Sementara itu, Walikota Palembang H.Harnojoyo mengatakan, sangat mengapresiasi rencana Universitas Bina Darma yang ingin terlibat langsung dalam menghidupkan wisata yang ada, terlebih program yang dicanangkan sangat bersinergi dengan program Pemkot Palembang yang kini gencar menghidupkan wisata yang ada.
“Sungai Musi ini mempunyai banyak cerita, termasuk membawa Kerajaan Sriwijaya menguasi dunia,” ungkap Harnojoyo.
Kampung Wisata Kelurahan 5 dan 7 Ulu ini akan menjadi percontohan, bagi universitas swasta yang lain turut berkontribusi membangun Palembang dalam sektor wisata.
“Dalam universitas itu lengkap semua ada ahlinya dibidang masing –masing, jadi akan sangat mudah untuk menghidupkan wisata yang ada,”tegasnya.
Seperti kegiatan Universitas Bina Darma yang ingin mengali potensi setiap kampung yang ada, yang mencontoh dari Kampung Buntu di Kuningan yang dibina Universitas Trisakti.
“Kita akan syambarakan ke setiap universitas swasta untuk mengajak menghidupkan setiap perkampungan untuk dijadikan kampung wisata,” ajak Harnojoyo.
Dengan adanya kampung wisata ini, otomatis kata orang nomor satu di kota ini, akan menambah pendapat bagi masyarakat setempat.
“Sudah ada 60 kamar yang tersedia untuk dijadikan homestay dirumah warga, bahkan rumah di Kampung Kapitan sudah menyediakan enam kamar yang viewnya menghadap Sungai Musi,”jelasnya.
Sumber : Kaganga.com