Sumsel Segera Tambah 2 Cagar Budaya Nasional

Sumsel Segera Tambah 2 Cagar Budaya Nasional

Candi Bumi Ayu dan Goa Harimau

Palembang – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov Sumsel terus mendorong percepatan pengusulan cagar budaya nasional terhadap objek-objek cagar budaya yang tersebar di seluruh Sumsel.

Dikatakan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov Sumsel, Irene Camelyn Sinaga, saat ini ada dua objek cagar budaya yang sudah tinggal selangkah untuk kemudian ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional, yakni cagar budaya yang ada di Kabupaten Pali dan OKU.

“Pali dengan candi Bumi Ayu nya tinggal progres SK keluar. Lalu Oku dengan Goa harimau nya sudah diusulkan cagar budayanya, tinggal tunggu ketuk palu, dan rembuk bersamanya lalu susun laporan,” ujar Irene saat Rapat Pembahasan Pengusulan Cagar Budaya Sumsel tahun 2017 di Benteng Kuto Besak Restoran Palembang, Kamis (16/11/2017).

Selain itu, masih ada 3 kab/kota lagi yang Cagar budayanya yang bisa lebih dekat untuk di usulkan menjadi cagar budaya nasional yakni, di Palembang, OKI dan Lahat.

Dalam rapat ini juga, pihaknya terus mendorong agar tiap-tiap kabupaten/kot di Sumsel sudah pula mempersiapkan objek-objek arkeologinya untuk dipersiapkan segala halnya agar bisa diusulkan menjadi Cagar Budaya Nasional.

“Untuk 3 kab/kota yang punya potensi cagar budaya nasional tadi diharapkan segera melakukan percepatan progresnya. Antara lain mengusulkan SK Tim Ahli Cagar Budaya Nasional (TACBN) dan percpatan lainnya. Terlebih Palembang yang punya 79 objek cagar budaya,” ujar Irene.

Rapat dihadiri penggiat-penggiat budaya Sumsel dan instansi terkait.

Muba Sukses GELAR Etape 3 Musi Triboatton 2017

Muba Sukses Gelar Musi Triboatton 2017 Etape 3

Kaganga.com, Sekayu – Ajang Musi Triboatton VI 2017 etape ke-3, di Sekayu Water Front, Kabupten Musi Banyuasin hari ini, Jumat (10/11/2017) tuntas digelar. Tim Sumatera Barat berjaya menyabet juara pertama cabang perahu naga (Dragon Boat), disusul Tim Sumsel I, dan Bangka Belitung sebagai juara dua dan tiga.

Wakil Bupati Muba Beni Hernedi yang menyaksikan dan menyerahkan langsung hadiah dan tropi mengucapkan selamat kepada para juara serta memberikan semangat pada peserta yang akan melanjutkan ke etape berikutnya, yakni pada etape IV di Kabupaten Banyuasin dan terakhir di Kota Palembang, dimana etape pertama dan dua sudah dilaksanakan di Kabupaten Empat Lawang dan Musi Rawas.

“Alhamdulillah kita sukses even internasional ini (Musi Triboatton). Selamat kepada tim yang meraih juara. Tetap semangat, masih ada dua etape lagi yang harus dilalui,” kata Wabup

Beni Hernedi juga mengatakan, karena Musi Triboatton Internasional sudah menjadi agenda tahunan sebagai ajang bergengsi di Sumatera Selatan, untuk itu kedepan akan dilakukan perbaikan dari berbagai aspek terutama penataan insfrastruktut Sekayu Water Front.

“Kita sudah bertemu dengan beberapa pimpinan Bank yang beroperasi di Muba. Mereka bersedian menyalurkan dana CSR untuk mempercantik Sekayu Water Front ini, agar penyelenggaraannya pada tahun yang akan datang dapat lebih meriah dan lebih baik lagi,” ujarnya.

Untuk lomba perahu rafting, dimenangi Jawa Timur, juara dua Jawa Barat, Sumatera Barat duduki posisi ketiga. Lomba perahu kano tercepat disabet Jawa Barat, Sumatera Barat, dan Jawa Timur.

Bersamaan dengan acara tersebut, dilaksanakan juga pembagian hadiah lomba perahu bidar tradisional dimana tim pendayung DPRD Muba berhasil merebut juara pertama, Kelurahan Kayuara kedua, Desa Selarai ketiga, dan tim pendayung Desa Rantau Panjang juara empat.

Di Musi Rawas, IMT 2017 Etape II Perlombakan Rafting dan Kayak

MUSIRAWAS – Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan menyambut peserta International Musi Triboatton VI tahun 2017 dengan estafet kedua di Kelurahan Muara Kelingi Kecamatan Muara Kelingi. Kamis (09/11) sekira pukul 09.00 WIB.
Musi Triboatton VI ini turut andil peserta dari mancanegara seperti Kuala Lumpur Malaysia, Malaka Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Filipina dan Indonesia. Sedangkan, peserta dari dalam negeri terdiri dadi sepuluh tim dari Provinsi Sumatera Barat, Jawa Timur, Bangka Belitung, Jambi, Riau, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, DKI Jakarta, Sumsel 1 dan Sumsel 2.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumsel, Irene Camelyn Sinaga mengatakan Musi Triboatton IV tahun 2017 diikuti sebanyak 275 atlet. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan dan bentuk perhatian pemerintah dalam memperkenalkan daerah. Khususnya daerah yang dialiri Sungai Musi.
Ada lima daerah yang akan dilalui oleh peserta diantaranya Kota Lubuklinggau, Empat Lawang, Musi Rawas, Musi Banyuasin, Banyuasin dan Kota Palembang.
Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Nusantara, Putu Ngurah mewakili Kementerian Parawisata RI mengucapkan terima kasih karena disambut dan di fasilitasinya acara ini di Kabupaten Musi Rawas dengan baik dan semarak.
“Kegiatan ini telah memasuki tahun ke VI Sejak diresmikan pada tahun 2012 lalu. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memperkenalkan daerah dan memicu datangnya wisatawan ke daerah ini,” kata Putu Ngurah.

Bupati Musirawas, Hendra Gunawan saat menyambut Peserta Musi Triboatton. Foto/dhia

Sedangkan, Bupati Mura, H Hendra Gunawan mengatakan dalam meyambut baik kegiatan ini dan berharap kepada seluruh peserta dapat bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas dan terus semangat. 
Para atlet juga ketika pulang ke negara dan daerah masing-masing dapat ikut serta memperkenalkan Kabupaten Musi Rawas sebagai salah satu tuan rumah yang memiliki banyak kekayaan alam khususnya destinasi wisata.
Usai memberikan sambutan. Bupati bersama-sama Asisten Deputi Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kepala Dinas Parawisata Propinsi Sumsel, Kapolres Mura, AKBP Pambudi SIK didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Mura, Ny Achy Pambudi, Ketua Tim Penggerak PKK Mura, Hj Noviar Marlina Gunawan, Kasdim 0406 Mura, Mayor Inf B Hutauruk, Ketua Persit kartika Chandra Kirana Cabang XVII Kodim 0406/MLM, Ny Witi Dodi Syamsurizal, Kepala Kemenag Mura, dan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) meresmikan dimulainya Festival Musi Triboatton VI tahun 2017 Etape kedua di Kelurahan Muara Kelingi ditandai dengan pemukulan alat music bedug secara bersama-sama.
Setelah dibuka secara resmi Bupati beserta rombongan menuju lokasi acara di pinggiran Sungai Musi dan meyaksikan beberapa pertandingan kano. Dilanjutkan dengan penanaman pohon penghijauan di sepandan Sungai Musi dan pelepasan ribuan anak ikan patin ke Sungai Musi.
Untuk penyambutan tim Musi Triboatton VI dihibur oleh alunan musik gitar tunggal dan tarian songket Musi Rawas yang dibawakan oleh tim kesenian kabupaten Musi Rawas.(Rel/Kominfo Mura)
Muara Kelingi, Sumatera Selatan, 9/11 (Antara) – Warga Musi Rawas tampak antusias dan memadati lokasi perlombaan etape kedua Musi Triboatton di Desa Muara Kelingi, Musi Rawas, Sumatera Selatan, Kamis.

Etape II memperlombakan dua cabang yakni rafting dan kayak.

Berdasarkan pantauan Antara, masyarakat menyemut di sepanjang jalan masuk menuju panggung hiburan yang terletak di pasar tradisional Muara Kelingi yang tak jauh dari bibir sungai Musi.

Di sekitar lokasi juga berdiri beberapa stand makanan yang menghadirkan kuliner khas daerah Musi Rawas, pernak-pernik, dan lain-lain.

Dalam pembukaannya, Bupati Musi Rawas Hendra Gunawan mengaku bangga atas terpilihnya kembali Kabupaten Musi Rawas sebagai tuan rumah etape kedua Musi Triboatton.

“Alangkah senang rakyat kami kembali menjadi tuan rumah Musi Triboatton 2017,” kata dia.

Pemerintah Kabupaten Musi Rawas sedang menyusun dan mengembangkan objek wisata yang ada di Musi Rawas.

Pemerintah lokal terus memperkenalkan berbagai macam kesenian daerah dan fokus dalam pengembangan wisata air terjun di Musi Rawas.

Sementara itu, Asdep Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata RI Putu Ngurah mengatakan ajang tahunan ini memberikan kesempatan yang luas bagi daerah untuk memperkenalkan ciri khasnya.

“Masyarakat juga akan menikmati perlombaan Musi Triboatton sebagai sarana hiburan,” ujar dia.

Dalam pembukaan etape kedua, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas menampilkan atraksi kesenian seperti Tari Tradisional Sambut, Songket dan Lagu Daerah Senjang.

Etape ketiga akan berlangsung di Kota Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin, etape ke-4 di Dermaga Pangumbuk Kabupaten Banyuasin serta etape kelima, di mana peserta finish di Benteng Kuto Besak, Palembang, Sumatera Selatan.

 

Tim Sumbar Juara di Etape I Empat Lawang

Bertempat di Pantai Terusan, Empat Lawang, Rabu, (8/11), event internasional Musi Triboatton (IMT) 2017 dimulai.

Etape satu mengambil rute Pantai Terusan sampai Pulomas berjarak 12 KM. Tim rafting Sumatera Barat menjadi juara dalam etape pertama.

Mereka mencatatkan waktu 41 menit 17 detik. Tampil sebagai pemenang etape pertama, Sumbar mengantongi hadiah sebesar Rp 7 juta. Tim rafting Jawa Barat menempati posisi dua dan Sumsel -I (PPHRI) menyusul di posisi tiga.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti bersama Bupati Empat Lawang, Syahril Hanafiah secara simbolis melepas peserta dengan mengibarkan bendera start untuk kategori renang serapungan dan rafting.

Renang serapungan cara tradisional penduduk menyusuri Sungai Musi dengan menggunakan batang bambu diikat dengan rotan.

Setelah serapungan start, giliran peserta rafting masuk arena. 10 tim dari dalam dan luar negeri langsung tancap gas menyusuri sungai sampai di Jembatan Kuning, Pulomas, lokasi finis etape pertama.

Peserta rafting asal Negeri Malaysia, Rizwan antusias dengan IMT 2017. Menurut dia, dimensi Sungai Musi menjadi pembeda.

“Selain panjang, sungai ini sangat lebar. Tantangan bagi kami, membuat boat (perahu) stabil, perahu berbalik arah, bahkan terbalik karena arus kuat,” ujar Rizwan.

Medan berbatu dan arus kuat memberikan petualangan dan sensasi sendiri bagi para peserta. “Karakteristik Sungai Musi ini sangat berbeda, handicap (tantangan) sangat menantang. Mulai dari batu-batu, kedalaman, sampai ceruk-ceruk di sepanjang aliran sungai,” ujar Rizwan melanjutkan.

Anggota Komisi X DPR RI, Ir Sri Meliyana menyempatkan diri datang ke lokasi start IMT 2017. Didampingi Deputi Kemenpar, Esthy Reko Astuti, Sri meminta warga tepian Sungai Musi sadar pariwisata, karena wisata bisa menjadi lahan baru untuk mendatangkan keuntungan.

“Sekarang, mari bersama-sama membuat pariwisata sebagai ladang untuk mencari uang, dengan cara melestarikan Sungai Musi. Saya melihat, sudah banyak kemajuan.Seperti di Pantai Terusan ini, terdapat infastruktur memadai untuk mendukung pariwisata di sini,” ujar Sri.

Dalam kesempatan ini, Asisten Deputi Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian RI, Putu Ngurah menilai, Sungai Musi memiliki potensi wisata air terutama, rafting.

Terlebih, wisata rafting sudah menjamur di daerah-daerah lain di Indonesia, di Sungai Citarik di Sukabumi dan Telaga Waja di Karangasem, Bali.

“Perlu pengelolaan profesional untuk meningkatkan daya jual Sungai Musi. Bisa saja, operator rafting menyediakan paket-paket wisata menyusuri Sungai Musi sepanjang beberapa kilometer,” ujar Putu Ngurah didampingi Kabid Promosi Wisata Buatan, Ni Putu G. Gayatri.

Masyarakat sekitar Pantai Terusan dan Pasar Pulomas berbondong-bondong menyaksikan event ini.

Panitia memang menyelipkan aneka hiburan, mulai dari organ tunggal sampai tari tradisional di atas panggung saat pembagian hadiah berlangsung di sekitar Jembatan Kuning.

Total hadiah lebih dari Rp 20 juta, karena panitia menyediakan peralatan elektronik mulai dari kulkas, mesin cuci, televisi sampai sepeda motor Yamaha Vega.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengapesiasi gelaran IMT di tahun ke-7 agar semakin populer.

Melalui kegiatan ini, Menpar berharap, Sungai Musi bisa menjadi destinasi wisata minat khusus untuk mendukung program dan branding Wonderful Indonesia. (*)

Resmi Dibuka, Internasional Musi Triboatton 2017 Dorong Destinasi Musi Jadi Sungai Rhein Eropa

Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi lokasi start event sport tourism International Musi Triboatton (IMT) 2017. Mengambil start di Empat Lawang, Rabu, (8/11), IMT 2017 sampai 11 November.

Sebanyak 268 peserta dari 19 tim siap menantang sungai Musi sejauh 500 KM. Peserta dari Tiongkok, Kanada, Perancis, Jordania, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam serta Filipina berpartisipasi. Selain dari luar negeri, tim lokal meramaikan IMT 2017.  Indonesia mengirimkan 10 tim, mereka tersebar mulai dari Jawa dan Sumatera. Bahkan, tuan rumah Sumatera Selatan mengirimkan dua tim sekaligus. Rumah Dinas Wali Kota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe menjadi lokasi upacara pembukaan event tahunan sejak 2011 ini, sekaligus menjadi gala dinner IMT 2017, Selasa, (7/11) malam .

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti didampingi Asisten Deputi Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian RI Putu Ngurah secara simbolis membuka IMT 2017. Esthy menyampaikan Sungai Musi harus bisa menjadi ikon pariwisata terdepan di Sumatera Selatan dan daerah -daerah di sepanjang aliran sungai. Melalui event IMT 2017 ini, dia berharap Sungai Musi bisa seperi Sungai Rhein di Eropa.

“Setelah beberapa tahun event ini, sekarang menjadi momentum tepat untuk menempatkan Sungai Musi di depan. Semua harus turut melestarikan Sungai Musi agar bisa menjadi seperti obyek wisata Sungai Reihn di Eropa, Sungai menjadi sebuah daya tarik,” ujar wanita berhijab itu.  Sekadar informasi, Sungai Reihn memiliki panjang sekitar 1.233 KM. Sungai ini melewati beberapa negara di Eropa mulai dari Swiss daerah bagian Grisons bagian tenggara Pegunungan Alpen sampai ke Jerman, sungai ini mengalir di North Sea, Belanda. Sungai ini merupakan sungai terpanjang ke-12 di benua Eropa. Nah, kendati memiliki lebih pendek, 750 KM, tepian Sungai Musi ini membelah Kota Palembang menjadi dua bagian. Banyak destinasi -destinasi wisata di sepanjang aliran sungai ini antara lain: Jembatan Ampera, Benteng Kuto Besak, dan Pulau Kemaro.

“Sungai Musi juga bisa menjadi destinasi wisata seperti Sungai Rhein di Eropa. Melewati sejumlah negara, kota -kota di aliran sungai ini menjadi destinasi wisata unik. Saya kira, Sungai Musi Indonesia bisa mencontoh Sungai Rhein, apalagi Sungai Musi menjadi salah satu sungai terpanjang di Indonesia,” ujar Esthy.

IMT 2017 berlangsung lima etape dan melewati empat kabupaten dan satu kota menjadi tuan rumah. Bukan cuma mengarungi Sungai Musi,  gelaran kuliner dan budaya meramaikan ajang tahunan di Sumsel.

Lomba dayung di IMT 2017 menggunakan tiga jenis perahu; river boat, kayak dan traditional boat racing (TBR),  dan Perahu Induk dari hulu ke hilir sepanjang dengan lintasan berarus deras (white water) dan berarus tenang (flat water). Wali Kota Lubuklinggau, SN Prana Putra bangga Lubuklinggau kembali menjadi lokasi start IMT 2017 ke-7. Menurut Prana Putra, event ini menjadi ajang promosi destinasi wisata Lubuklinggau menyambut Asian Games 2017.  “IMT 2017 menjadi ajang promosi wisata di Sumatera Selatan selain Palembang, Lubuklinggau memiliki destinasi wisata seperi Bukit Sulap dan Niagara Mini, Air Terjun Temam,” ujar Prana Putra.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengapesiasi gelaran IMT di tahun ke-7 agar semakin populer. Melalui kegiatan ini, Menpar berharap, Sungai Musi bisa menjadi destinasi wisata minat khusus untuk mendukung program dan branding Wonderful Indonesia.

“Melalui event sport tourism merupakan cara efektif untuk mempromosikan potensi pariwisata Sumsel ke mancanegara sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan karena event seperti ini memberikan direct impact dan media value yang sangat tinggi. Apalagi Sumatera Selatan akan menjadi tuan rumah Asian Games, dimana akan banyak hadir wisatawan mancanegara yang datang ke Palembang dan Jakarta,” kata Menpar Arief Yahya.(*)

MUSI TRIBOATTON 2017 HADIRKAN LOMBA DAYUNG BERTARAF INTERNASIONAL

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kembali menggelar perhelatan bergengsi lomba dayung internasional sekaligus menyusuri Sungai Musi. Setelah sukses menggelar event bertajuk International Musi Triboatton di tahun sebelumnya. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata ingin mengulang kesuksesan menggelar kompetisi dayung internasional tersebut.

Tahun ini merupakan kali keenam penyelenggaraan International Musi Triboatton. Event  International Musi Triboatton (IMT) 2017 pada 7 – 11 November 2017 merupakan agenda tahunan dari International Dragon Boat Federation dan akan mempertandingkan  tiga olahraga dayung yaitu kayak, arung jeram dan perahu naga.

Sebanyak 268 atlet dari 19 negara akan ikut berpartisipasi, yang terdiri dari 115 atlet luar negeri dan sisanya dari dalam negeri. Peserta dari luar negeri yang berpartisipasi tahun ini adalah China, Kanada, Yordania, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Perancis, Filipina dan Melaka (Malaysia).

International Musi Triboatton 2017 akan berlangsung di empat kabupaten dan satu kota di provinsi Sumatera Selatan yang dialiri Sungai Musi. Pembukaan IMT 2017 akan diadakan di kota Lubuk Linggau pada tanggal 7 November 2017. Ada pun start etape pertama akan diadakan di desa Terusan dan finish di Pulau Emass Kabupaten Lintang Empat Lawang, Etape kedua akan diadakan di  Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas. Sementara etape ketiga akan diadakan di Water front Sekayu kabupaten Musi Banyuasin. Etape keempat akan diadakan di Dermaga Pengumbuk kabupaten Banyusin. Adapun etape lima sekaligus penutupan akan diadakan di plaza Benteng Kuto Besak Palembang.

Berbagai kegiatan juga diadakan di masing-masing daerah penyelenggaraan untuk mendukung pelaksanaan International Musi Triboatton 2017 ini. Kabupaten Lintang Empat Lawang mengadakan lomba melukis dan lomba serapungan cepat, Kabupaten Banyuasin mengadakan lomba mewarnai bagi anak-anak, sementara kabupaten Musi Banyuasin mengadakan festival band dan lomba perahu naga tingkat kecamatan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan, Irene Camelyn Sinaga menyampaikan bahwa sebagai tuan rumah ASIAN Games 2018, International Musi Triboatton 2017 merupakan salah satu ajang persiapan dalam menyambut tamu yang akan berkunjung di tahun 2018. International Musi Triboatton 2017 juga merupakan salah satu cara untuk mempromosikan sungai Musi dan juga provinsi Sumatera Selatan sebagai salah satu destinasi sport tourism di Indonesia.  Pada event kali ini, atlit juga akan diajak untuk menikmati keindahan alam Sumatera Selatan dan menyusuri Sungai Musi dengan menggunakan motherboat. Sementara Esthy Reko Astuti, Deputi Pengembangan Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata menyampaikan bahwa Sumatera Selatan merupakan salah satu provinsi model sport tourism yang ada di Indonesia sehingga Musi Triboatton 2017 merupakan salah satu icon spot tourism di Indonesia.

Sembilan Negara, Jajal Sungai Musi

International Musi Triboatton 2017

Palembang – Sembilan Negara dipastikan akan mengikuti International Musi Triboatton (IMT) ke-6  pada 8 November 2017 ini. Kejuaran Internasional olahraga air yang akan mengarungi 6 Kabupaten/kota di Sumsel (Empat Lawang, Lubuk Linggau, Muara Enim, Musi Banyuasin, Banyuasin dan Kota Palembang) ini akan terlebih dahulu dibuka di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang.

Adapun kesembilan negara yang ikut serta, China, Kanada, Perancis, Jordania, Singapura, Malaysia, Melaka, Brunei Darussalam dan Filipina.

Dinas Pariwisata Kabupaten Empat Lawang terus melakukan persiapan guna menyambut turnamen bertaraf internasional tersebut. Salah satunya lokasi ke lokasi start.

“Alhamdulillah persiapan sudah 70%. Mudah – mudahan (turnamen ini) berjalan dengan baik,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Empat Lawang, Mgs A Nawawi.

Dalam turnamen itu juga, dikatakan dia, pihaknya juga akan menggelar lomba serapungan tingkat umum dan lomba melukis tingkat SD. “Ada juga lomba serapungannya,” tuturnya.

Masih dikatakan dia, turnamen IMT akan dibuka pada 7 November 2017 dan start dimulai 8 November 2017 mendatang. “Startnya dari pantai terusan ke Pulo Emass,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel, Iren Camelyn Sinaga mengatakan Event Musi Triboatton 2017 tak hanya diselenggarakan di kabupaten empat lawang, “ada juga kabupaten lainnya ia dibagi masing masing etape,”kata dia.

untuk etape satu, kata dia check point darat di Desa Terusan, Kabupaten Empatlawang dengan jarak tempuh 35 KM, sementara untuk Etape dua Check Pointnya di Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas dengan jarak tempuh 140 KM, “Etape satu 8 November untuk etape dua besoknya (9/11.red),”ujarnya.

lebih lanjut Irene menjelaskan untuk etape tiga di Muba tepatnya di Sekayu Waterfront dengan jarak tempuh sungai 165 KM, etape tiga diselengarakan 10 November, “etape Empat di Dermaga Pangumbuk Banyuasin dengan jarak tempuh sungai 108 KM, “etape lima di Benteng Kuto Besak dan sekaligus penutupan Event tersebut yang rencananya diselenggarakan tanggal 11 September,”ulasnya.

Iren Optimis event Musi Triboatton akan mendapat Antusias tinggi dari masyarakat kota Palembang dan kabupaten kota lainnya, “ini salah satu persiapan wisata Sumsel menjelang Asian Games 2018 mendatang,”pungkasnya.

Tiap Selasa, Disini Rutin Kenakan Pakaian Adat

Tiap Selasa, Disini Rutin Kenakan Pakaian Adat

Kaganga.com, Palembang – Suasana berbeda di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) satu ini, Setiap hari Selasa disetiap Minggunya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan bagi Pejabat Struktural mengenakan Pakaian adat lengkap dengan asesorisnya. Hal ini seperti terlihat pada apel Pagi, Selasa (17/10) di Kantor yang terletak di Jalan Demang Daun Palembangg ini yang diikuti seluruh Pegawai baik yang ada di Kantor Dinas maupun Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD). Dengan mengenakan Pakaian adat dari berbagai Daerah dimaksudkan untuk lebih memperkenalkan dan melestarikan adat Budaya Indonesia.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan Irene Camelyn Sinaga, Sebagai Dinas yang menangani Bidang Budaya dan Pariwisata maka pihaknnya sengaja tampil beda disetiap hari Selasa dengan mengenakan Pakaian adat Nusantara , Walau diakuinya baru sebatas pejabat struktural dilingkunganya.

“Sebagai langkah awal memang baru sebatas Pejabat Struktural, tapi kedepanya nanti diharapkan kepada seluruh Pegawai dilingkungan Disbudpar Sumsel akan melakukan hal yang sama,”kata dia.

Selanjutnya masih menurut Iren selain untuk melestarikan Budaya Bangsa, dengan mengenakan pakaian adat Nusantara ini juga sebagai ajang promosi, “salah satunya dalam rangka Mensuksekan perhelatan Olahraga Negara Negara Asia, Asian Games 2018 yang akan digelar di Palembang dan Jakarta Agustus mendatang,”kata dia.

Ditambahkannya, dengan Menggunakan pakaian adat ini juga akan lebih memeperkenalkan Budaya Indonesia ke Manca Negara, karena menurutnya Wisatawan Manca Negara yang datang ke Indonesia 70 persenya karena Budaya.

Sementara itu salah satu Pegawai Disbudpar Sumsel Hendry Setiawan yang hari itu mengenakan teluk belanga dan tanjak mengatakan dirinya bangga mengenakan pakaian adat, karena dengan pakaian adat ini kita dapat menunjukan jati diri bangsa.

UPTD TPKS Gelar Tour De Museum Sriwijaya


#Perkenalkan Website dan Media Sosial Resmi

Palembang-Dalam rangka memperingati hari Museum Indonesia yang bertepatan tanggal 12 Oktober 2017, UPTD Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan bersama Komunitas Rumah Budaya mengadakan kegiatan Tour De Museum Sriwijaya, berlangsung di gedung Teater Sapta Pesona TPKS Palembang, Minggu (15/10).

Tour De Museum Sriwijaya bersama Budayawan Sumsel, Yudhi Syarofie dan Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel, Cahyo Sulystianingsih tersebut bertema “Kaya Museumku Kaya Ilmuku” bertujuan memperkenalkan budaya dan sejarah kerajaan Sriwijaya.

Serangkaian kegiatan digelar mulai dari pertunjukan teater pantonim, tarian melayu, workshop budaya dan sejarah kerajaan sriwijaya,lomba foto kontes dan foto selfie, serta pengenalan display website dan media sosial resmi TPKS.

Selain itu, dilakukan juga penyerahan hibah barang antik oleh komunitas barang antik Palembang kepada UPTD TPKS berupa Batu Bata yang digunakan pada masa kerajaan Sriwijaya, dan potongan lengan patung arca yang diperoleh dari pencarian di Sungai Musi.

Kepala UPTD TPKS Palembang, Adi Ramdhoni mengatakan, kegiatan tour museum dilaksanakan mulai dari museum Sriwijaya, dilanjutkan mengelilingi kanal-kanal peninggalan kerajaan Sriwijaya, serta objek lainnya yang ada di TPKS bersama ratusan peserta terdiri dari insan pelajar dan berbagai komunitas yang ada di Kota Palembang.

“Kedepan kegiatan ini akan tetap dilaksanakan secara rutin dengan berbagai konsep yang berbeda,” ujarnya

Lanjut Adi Ramdhoni, dalam kesempatan tersebut pihaknya juga memperkenalkan website dan akun media sosial resmi TPKS dengan menyajikan berbagai informasi tentang ragam budaya Sumsel, dan informasi mengenai Kerajaan Sriwijaya di Palembang.

“Untuk memudahkan masyarakat mendapatkan informasi tentang kerajaan Sriwijaya bisa mengunjungi langsung wibsite resmi kita di www.tamanwisatakerajaansriwijaya.co.id atau bisa juga follow Instagram @taman_kerajaan_Sriwijaya,” ungkapnya.

Kepala Bidang Kebudayaan, Disbudpar Provinsi Sumsel, Cahyo Sulystianingsih dalam kesempatan ini menyampaikan banyak hal mulai dari pengenalan tentang museum sejarah, memberikan pemahaman tentang Kerajaan Sriwijaya yang merupakan kerajaan maritim terbesar, hingga pemaparan tentang keragaman suku dan budaya di Sumsel yang merupakan bagian dari warisan kerajaan Sriwijaya.

“Peserta Tour De Museum Sriwijaya kita berikan  banyak informasi mulai dari apa dan bagaimana museum sejarah itu sendiri, pemahaman tentang kerajaan sriwijaya beserta benda-benda sejarah yang ada, termasuk juga tentang keragaman suku dan budaya yang jumlahnya mencapai 12 suku besar mendiami Provinsi Sumatera Selatan,” pungkasnya.

Pentingnya Digital Media Untuk Publikasi Bisnis

Palembang – Diera digital saat ini, mau tidak mau disegala aspek kehidupan harus pula menyesuaikan diri dengan kedigitalisasian, terlebih pada bidang usaha dan berproduktifitas. Dikatakan oleh Exclusive Trainer Mark Plus, Bidang Pemasaran, Iyan Radiana, didunia bisnis sangat membutuhkan digital media. Banyak hal yang bisa dimanfaatkan dari digitial media untuk dunia bisnis. Hal ini diungkapakannya saat men Trainer puluhan para kreatif dari Sumsel pada kegiatan Pembinaan Pengembangan Publikasi Produk Kreatif yang digelar oleh Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf) dan DInas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel di Hotel Grand Zury Palembang, Senin-Selasa (09-10/10/2017).

“Pentingnya digital media untuk dunia bisnis itu yakni untuk publikasi, memperbaiki customer servis, meningkatkan penjualan, meningkatkan brand awareness, dan melek perkembangan kebutuhan pelanggan,” jelas Iyan bersemangat.

Lanjut Iyan, setelah memahami fungsi digital media selanjutnya ada tahapan-tahapan lain yang harus diperhatikan. Pebisnis harus bisa mengidentifikasi target audiens
Memahmi posisi perbedaan brand, menentukan tujuan merancang konten dan konteks pesan. Lalu kemudian memilih media publikasi dan lalu merumuskan metode bagaimana pesan publikasi itu akan di edarkan ke target pasar.

“Untuk yang mau berhemat, media publikasi terbaik adalah media sosial. Dan terbukti juga paling efektif menggaet pasar,” ujarnya.

Kegiatan ini sendiri sebelumnya dibuka oleh, Deputi Pengembangan Aplikasi Produk Kreatif, Sjafrie MP Sirait. Pada kesempatan itu ia mengatakan bahwa pemasaran tanpa publikasi itu omongkosong. Untuk itu pada kegiatan ini pihaknya mengajak para peserta untuk menggunakan waktunya seefektif mungkin untuk menangkap pesan-pesan dan tutorial dari Trainer.
“Pemasaran tanpa publikasi itu omong kosong, untuk itu kita perlu belajar bagaimana cara publikasi terbaik saat ini,” ujarnya menandai dibukanya kegiatan tersebut.

Di sambut juga oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpa) Provinsi Sumsel, Irene Camely Sinaga, kemajuan teknologi saat ini justru merupakan peluang bagi para pelaku ekonomi kreatif untk memasarakan produknya. Dengan pengguna internet yang berjumlah 150 juta pengguna saat ini, harusnya dengan mudah para pebisnis menjual produknya via internet dengan kemurahan/kemudahan media sosial.

“Disini, peserta harus dengan seksama memahami apa yang diberikan/paparkan Trainer. Biar bisa di implementasikan langsung pada produk produk para peserta,” tukas Irene.