Aksi Sapta Pesona, Menjaga Keasrian Kampung AlMunawar

Image

Palembang – Dalam Pariwisata, salah satu Elemen penting dari aksi Sapta Pesona antara lain Bersih dan Tertib, hal ini pula yang digiatkan oleh DInas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatra Selatan untuk menjaga dan keasrian Destinasi WIsata Religi Kampung Arab Almunawar agar tetap memberi daya tarik lebih kepada wisatawan yang akan berkunjung.
Warga Kampung Al Munawar beserta pegiat Pariwsata Sumsel yang kurang lebih berjumlah 60 peserta, Jumat pagi (21/07/2017) menggelar gotong royong melakukan aksi pembersian di lingkungan sekitar Kampun Almunawar.
Tampak para peserta dengan kaos kuning bersemangat melakukan aksi bersih-bersih tersebut yang dimulai dari pukul 08.00 wib.
Usai pembersihan, para peserta juga berkesempatan mendengarkan pengalaman dari Ketua Pengelola Desa Wisata Nglanggerang Kabupaten Gunung Kidul, Sugeng Handoko, yang telah dulu berkecimpung dalam menciptakan Desa Wisata.
Sugeng mengajak warga Kampung Almunawar untuk bisa menciptakan fasilitas home stay di kampung Almunawar.
“Home stay akan menjadi daya tarik yang menarik bagi wisatawan khususnya wisatawan asing, ini terbukti di Gunung Kidul, dimana banyak turis yang ingin merasakan tinggal di rumah warga dengan menjalani kehidupan sehari-hari di rumah itu. Ini bisa dicontoh di Kampung ALmunawar ini. Terlebih dengan kekhasannya yang menawarkan budaya yang Islami,” jelas Sugeng.

23 Negara Berlaga di JSC Palembang

Image

Asian Triathlon Championship (ASTC) 2017

Presiden International Triathlon Union (ITU) Mrs. Marisol Casado dan Presiden Asian Triathlon Championship (ASTC) Mr. Justin Sukwon Park, resmi membuka kejuaraan Asian Triathlon Championships (ASTC) 2017” diselenggarakan di Kota Palembang, di Plaza Venue Menembak Jakabaring Sport City Palembang, Jum’at (21/7).

Gubernur Sumsel Alex Noerdin dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa  Pemerintah Provinsi dan masyarakat Sumsel menyambut baik penyelenggaraaan even internasional ini. Hal ini membuktikan bahwa Sumatera Selatan siap menyelenggarakan Kejuaran pada level yang lebih tinggi yaitu “ASIAN GAMES 2018.

“Selamat datang kepada peserta ASTC di Bumi Sriwijaya, selamat bertanding mengikuti seluruh rangkaian kegiatan kejuaraan hingga selesai,” ungkapnya.

Lanjut Alex, Pelaksanaan ASTC tahun ini lebih besar dibandingkan tahun 2013. Kejuaraan Dunia Triathlon yang untuk Ketiga kalinya berlangsung di Palembang dengan 23 negara  peserta dan 12 negara mengirimkan delegasi sebagai peninjau.

Menurutnya, terpilihnya Jakabaring Sport City (JSC) pada pemungutan suara langsung diantaranya karena Jakabaring Sport City merupakan suatu kawasan olahraga yang terletak di tengah Kota Palembang, ditambah dengan pengalaman Sumsel mensukseskan 37 even olahraga berkelas dunia.

“Selain bertanding dan menikmati keindahan Kota Palembang, kita mengharapkan masukan dan kritik dari peserta berupa masukan positif bagi suksesnya penyelenggaraan pada even selanjutnya,” harapnya.

Sementara, kejuaraan Triathlon merupakan tes event dari perhelatan akbar Asian Games 2018, yakni penggabungan dari tiga cabang olahraga sekaligus yakni renang, balap sepeda dan lari. Para peserta akan berlaga di Jakabaring hingga 23 Juli mendatang.

Pariwisata Semakin Dilestarikan, Semakin Mensejahterakan

Image

Palembang – Bertempat di Daira Hotel Palembang, kamis (20/07/2017) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel menggelar Workshop Pengembangan Sadar Wisata Sapta Pesona 2017.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya sinergi antara pihak- pihak pendorong kepariwisataan di Sumsel yang tak lain bertujuan untuk menciptakan masyarakat sadar wisata.

Workshop diikuti kurang lebih 60 peserta dari berbagai instansi dan komunitas pendukung Pariwisata Sumsel.

Turut sebagai narasumber, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Irene Camelyn Sinaga, Asdep Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Kemenpar RI, Tazbir, Letkol Infantri Romas Herlandes dari Dandim 0418 Palembang dan Ketua Pengelola Desa Wisata Nglangerang Kabupaten Gunung Kidul, Sugeng handoko.

Dalam pembukaanya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Irene Camelyn Sinaga mengatakan Pariwisata semakin dilestarikan maka akan semakin mensejahterhakan. Hal ini sendiri dicontohkannya pada Perkembangan Destinasi Wisata Kmapung Al Munawar di 13 Ulu Palembang.

“Apakah Pariwsata semakin di lestarikan maka semakin mensejahterahkan?, ini jawabannya saat ini dari geliat wisata di Kampung Arab Almunawar, sehari ada 200 orang beli tiket masuk di hari biasa. Total 2000 orang yang masuk per minggu. Parkir memberi pemasukan Rp30 juta perbulan.
Ini pembuktian bahwa benar.. dan ini faktanya,” ujarnya.

Lanjut Irene, di palembang ada 107 kelurahan. Andaikata dari jumlah tersebut bisa seperti Kampung Almunawar, maka akan luar biasa pastinya. Terlebih di Kota Palembang saja terdapat 64 destinasi wisata. Syaratnya ialah sinergi antar semua phak, baik itu Industri, kelembagaan, Komunitas, Media dan lain lain.

“Harus bersinergi untuk mewujudkan Sumsel yang sadar wisata.

Efeknya sudah pasti kesejahteraan. Peningkatan lapangan pekerjaan dan lain sebagainya.

Pariwisata itu intinya komunikasi dan silahturahmi,” tukas Irene.

Dikatakan pula oleh Asdep Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Kemenpar RI, Tazbir,

Sumsel ini arah pembangunannya Ke Pariwisata.

“Jakabaring untuk pariwisata, Asian games arahnya pariwisata juga.. Nah masyarakatnya harus sadar ini. Bahwa provinsi ini arahnya menuju pariwisata,” ungkapnya saat menjadi pembicara.

Ditambahkan oleh pembicara lainnya,

Ketua Pengelola Desa Wisata Nglanggerang Kabupaten Gunung Kidul, Sugeng Handoko,

Destinasi wisata itu tidak harus mempunyai tempt atau bangunan yang indah untuk dlihat. Kearifan lokal masyarakat pun bisa jadi daya tarik wisata.

“Cerita cerita legenda,keunikan rutinitas masyarakat, itu bisa jadi daya tarik wisata, yang kemudian menjadikan tempat itu jadi destinasi wisata,” pungkasnya.

Asian Games di Palembang Sudah Tahap Action, Bukan Lagi Sosialisasi

Image

Palembang – Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia melangsungkan acara sosialisasi Asian Games 2018, di Graha Bina Praja Pemprov Sumsel. Acara tersebut dibuka resmi oleh Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Alex Noerdin. Acara ini pula mendatangkan tiga narasumber dari Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC).  Senin (17/07/2017).

Dalam kata sambutannya Direktur Kemitraan Komunikasi Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo, Dedet Surya Nandika menuturkan, sebagai negara yang diamanatkan untuk menjadi tuan rumah Asian Games 2018 mendatang, Indonesia melangungkan di dua daerah Kota Palembang Sumatera Selatan dan DKI Jakarta, 18 Agustus – 2 September 2018 nanti, menjadi kebanggaan bagi Bangsa Indonesia. Ia mengugkapkan bahwa Presiden RI  meminta agar momentum penyelenggaraan Asian Games ke-18 memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk kepentingn bangsa.  Selain itu agar promosi dan informasi terkait Asian Games 2018 untuk digencarkan, sehingga perhelatan ini akan menjadi magnet perhatian dunia kepada Indonesia.

Ia juga mengungkapan, Persiapan Asian Games bukan sekadar pekerjaan pemerintah, tetapi juga masyarakat Indonesia. Seperti diketahui, Kota Jakarta merupakan tuan rumah utama, tetapi pada sisi lain  tidak bisa melupakan Palembang yang siap menggelar semua cabang olahraga. Sosialisasi pelaksanaan Asian Games 2018 Jakarta – Palembang gencar dilakukan Kementerian Kominfo dalam hal ini Direktorat Jenderal Informasi Komunikasi Publik. Diantaranya Kementerian Kominfo telah memberikan himbauan kepada semua jajaran Humas dan Dinas Kominfo se-Indonesia untuk dapat menampilkan logo di spanduk, banner dan baliho pada setiap kegiatan.

” Kami kembali mengingatkan Asian Games adalah pesta olahraga internasional dan menjadi kebanggaan bagi bangsa Indonesia. Untuk kesuksesan penyelenggaraan Asian Games XVIII  merupakan kerjasama segenap pihak antara pemerintah, masyarakat dan didukung oleh KOl INASGOC. Marilah kita bergotong royong melakukan yang terbaik untuk memastikan berbagai langkah dan upaya persiapan dapat berjalan sebagaiman mestinya,” himbaunya

Sementara Gubernur Sumsel H. Alex Noerdin menambahkan, sejak Indonesia berhasil meraih tuan rumah Asian Games di Korea Selatan lalu, ia telah menggebrakan sosialisasi Asian Games.

” Saat ini yang harus dilakukan, bukan lagi mensosialisasikan, tetapi action, action dan action di lapangan,” tegasnya

Alex turut menghimbau dalam kesempatan ini untuk Kominfo melangsungkan acara bukan lagi panel-panel diskusi melainkan bentuk yang lebih dititik beratkan action dilapangan.

“Palembang dengan Jakabaring Sport City nya mati-matian untuk bisa memenuhi persyaratan menjadi tuan rumah Asian Games, dana pasti tidak mencukupi tetapi kami mempunyai kelebihan pengalaman, teruji, dan motivasi paling kuat, Alhamdulillah JSC menjadi kawasan olahraga bertaraf international,” ungkapnya

“Banyak hal yang telah kami lakukan. Sumsel tidak perlu dikhawatirkan, insha Allah persiapan kita lebih baik dari Jakarta, tapi inikan satu kesatuan kalau di Palembang sukses Jakarta bermasalah itu rusak semua,” imbuhnya

Napal Licin Dijadikan sebagai Desa Wisata

MURATARA – Eksotisme Goa Batu di Desa Napal Licin Kecamatan Ulurawas Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) sudah cukup populer di kalangan masyarakat. Tak hanya dikenal oleh masyarakat Muratara saja, namun juga oleh masyarakat luar daerah, hingga mancanegara. Karena itu, Dinas Pariwisata Provinsi Sumsel akan menjadikan Desa Napalicin sebagai desa wisata.

Goa batu di Desa Napal Licin, dianggap memiliki keunikan tersendiri dan bernilai jual tinggi untuk menarik wisatawan. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumsel, Irene Camelyn mengatakan, pihaknya sengaja mengunjungi Desa Napalicin, karena mendapat instruksi dari Gubernur Sumsel Alex Noerdin, untuk mempopulerkan kembali objek wisata Goa Batu Napal Licin, sebagai destinasi wisata unggulan.

“Bapak gubernur sangat mendukung pariwisata di wilayah kita,” ujar Irene Camelyn saat berkunjung ke Goa Batu Napal Licin, bersama Bupati Muratara Syarif Hidayat, Minggu (8/4/2017).

Goa Batu Napal Licin merupakan aset daerah yang harus dikembangkan. Sebelumnya, lokasi wisata alam ini sudah dikenal luas oleh masyarakat, hingga ke mancanegara.
Menurutnya, Goa Batu Napal Licin sudah dikenal sampai ke Belanda.

“Jadi, mengapa kita harus mencari potensi wisata lain, sedangkan lokasi wisata yang kita punya sudah cukup dikenal,” ujarnya.

Untuk mengembangkan lokasi wisata Goa Batu Napal Licin dan menjadikannya sebagai lokasi kunjungan bagi wisatawan, harus dipersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan sarana dan prasarana pendukungnya.

Misalnya, tour guide, biro perjalanan, kemudian dari sisi kemananan, serta fasilitas pendukung lainnya, layaknya tempat wisata bertaraf internasional.

“Pesona Goa Batu Napal Licin ini luar biasa. Karena itu harus dikembangkan. Dan saya berharap masyarakat setempat juga ikut mendukung dan dapat menerima kedatangan para wisatawan dengan terbuka,” katanya.

Bupati Muratara Syarif Hidayat mengharapkan dukungan penuh dari provinsi, khususnya Dinas Pariwisata Provinsi Sumsel untuk mengembangkan kembali potensi wisata Goa Batu Napal Licin sehingga, geliat wisata di wilayah ini dapat bangkit kembali. Dan kepada masyarakat, ia juga mengharapkan, agar dapat menjaga potensi yang ada. Baik menjaga kelestarian lokasi wisata tersebut, maupun juga turut mendukung dalam menjaga keamanan.

Sehingga, para wisatawan yang datang, merasa aman dan nyaman saat menikmati keindahan alam di Goa Batu Napal Licin khususnya, dan Kabupaten Muratara pada umumnya.

“Setelah ada dukungan, kami harap masyarakat bisa menjaga keamanan. Jangan sampai pengunjung yang datang kewilayah kita kecewa. Kepada kades, camat, juga harus mampu menciptakan iklim keamanan dan ketertiban, sehingga potensi pariwisata di Muratara bisa lebih maksimal,” katanya. (sriwijaya post) http://palembang.tribunnews.com

Poltekpar Palembang Terima Mahasiswa Baru TA 2017-2018

Politeknik Pariwisata Palembang beserta 5 Perguruan Tinggi Pariwisata di Indonesia lainnya (STP NHI Bandung, Akpar Medan, STP ND Bali, Poltekpar Makasar, Poltekpar Lombok) membuka Penerimaan Mahasiswa Baru untuk Tahun Ajaran 2017-2018.

Ada dua cara untuk bisa bergabung :

  1. Lewat jalur SBM – STAPP : Jika berdomisili di di Kota Palembang dan sekitarnya dab ingin mengikuti tes tujuan Poltekpar Lombok tidak perlu harus ke Lombok. Peminat bisa melakukan pendaftaran dan mengikuti tes di Poltekpar Palembang. Begitupun sebaliknya bagi peminat yang ada di Lombok, Bandung, Makasar, Bali, dan Medan jika iingin bergabung dengan Poltekpar Palembang.
  2. Lewat Jalur SMM : pemionat bisa langsung mendaftar dang mengikuti tes di Politeknik Pariwisata  Palembang sesuai dengan jadwal yang telah di informasikan.

Ikuti terus untuk informasi lengkap seputar penerimaan Mahasiswa Baru Poltekpar Pariwisata Palembang TA 2017-2018.

Salam Pesona Indonesia

Disbudpar Sumsel Promosi Wisata Sumsel Di  Berlin

BERLIN – Keseriusan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk mendongkrak kunjungan Wisatawan Manca Negara ke Indonesia khususnya ke Sumatera Selatan salah satu langkah yang diambilnya adalah dengan mengikuti Ajang  Internationale Tourismus-Borse Berlin (ITB) Berlin yang berlangsung di Masse Berlin Jerman dari 8 hingga 12 Maret lalu.  ITB Berlin merupakan Pameran Pariwisata terbesar di Dunia yang diikuti oleh banyak Negara dengan jumlah pengunjung lebih dari 200.000 orang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan Irene Camelyn Sinaga menjelaskan ITB Berlin merupakan ajang Exebisi  Pariwisata terbesar Dunia yang diikuti 179 Negara dan diliput oleh 20.000 ribu wartawan lokal  dan 10.000 ribu wartawan dari Negara lain.

Keikut sertaan Sumsel dari Indonesia diajang ITB Berlin dimaksudkan untuk memperkenalkan potensi budaya dan Pariwisata Sumsel ditingkat Dunia, Sehingga Nantinya target kunjungan Wisatawan Manca Negara yang telah ditetapkan oleh Pemerintah dapat terpenuhi.

Salah satu yang menjadi  daya tarik pada Exebisi Pariwisata tersebut adalah Duta Pariwisata dari Sumatera Selatan Ratih Anggraini yang merupakan Putri Sumsel 2015 dan Novi Triyastuti Finalis Putri Sumsel 2014. Selain keduanya memakai pakaian adat Sumsel juga  sangat fasih dalam mempromosikan Potensi Pariwisata Sumatera Selatan kepada pengunjung Pameran.

“Diharapkan dengan keikut sertaan Sumsel dalam ITB Berlin ini maka kunjungan Wisman ke Indonesia khhususnya ke Sumsel akan lebih meningkat,” jelas Irene.

Pada bagian lain Kementrian Pariwisata melalui Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Gede Pitana menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Provinsi Sumsel dalam mengambangkan Dunia Pariwisata di Daerah, diharapkan dengan banyaknya event Olahraga Internasional yang digelar di Sumsel juga mampu meningkatkan kunjungan Wisman didaerah ini.Sementara itu Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin juga berkesempatan mengunjungi Stand Sumsel  dan Vavilion Indonesia di ITB Berlin, Sabtu (11/3) lalu

Gubernur Sumsel Resmikan Kampung Wisata Al-Munawar

Palembang – Sebagai bentuk kerja nyata dalam mempromosikan pariwisata di Provinsi Sumatera Selatan, Gubernur Sumsel Alex Noerdin meresmikan destinasi wisata religi Kampung Al-Munawar, yang berlokasi di kawasan 13 Ulu Palembang, Sabtu (11/2/2017).

Melalui peresmian ini, Alex Noerdin mengimbau kepada masyarakat sekitar agar terus menjaga dan melestarikan kampung Al-Munawar. Menurutnya, selain kebersihan, hal lain yang sangat penting dan harus di jaga bersama adalah keamanan.

“Kampung ini sangat luar biasa karena di seluruh Indonesia tidak ada yang seperti ini, mulai dari hulu dan sepanjang sungai Musi kental keberagaman budaya. Kampung ini milik kita semua, kalau ini maju akan memberikan manfaat bagi kita semua. Jadi, mari kita jaga kampung ini, dan yakinlah semakin lama akan makin bagus,” ujar Alex dihadapan masyarakat Kampung Al-Munawar.

Hadir dalam peresmian ini, Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata RI Prof I Gede Pitane, Wali Kota Palembang Harnojoyo, Ketua TP-PKK Provinsi Sumsel Eliza Alex, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumsel Irene Camelyn dan tokoh masyarakat Kampung Al-Munawar serta mahasiswa dari Universitas Malaya.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata RI Prof I Gede Pitane mengatakan, ketika membangun suatu kampung menjadi sebuah atraksi wisata, yang harus diperhatikan yakni jangan pernah mendikotomikan antara pariwisata dengan unsur lainnya.

Menurutnya, masyarakat harus mengubah cara berpikir bahwa antara pariwisata dengan unsur lainnya selalu bisa berdampingan. Seperti antar pariwisata dan budaya bisa berdampingan bersama-sama, begitu juga antara pariwisata dan kegiatan religi bisa berjalan seiring.

“Saya sangat mengapresiasi pemerintah Provinsi Sumsel dan masyarakat sekitar yang telah bersama-sama mengembangkan wisata Kampung Al-Munawar. Saya berjanji dan siap mempromosikan kampung ini ke pasar luar negeri. Bahkan akan segera digarap film pendek yang salah satu isinya adalah Kampung Al-Munawar untuk nantinya dipromosikan di berbagai negara,” terangnya.

Sementara, tokoh masyarakat kampung Al- Munawar, M Syarif mengungkapkan, pihaknya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumsel dan Kota Palembang yang dalam satu tahun ini telah melakukan banyak pembangunan fisik di Kampung Al-Munawar.

Menurut M Syarif, masyarakat Al-Munawar sangat ramah dan terbuka dengan wisatawan yang datang. “Masyarakat kampung Al-Munawar akan senang hati dan terbuka dijadikannya kampung ini sebagai salah satu destinasi wisata Provinsi Sumsel,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Kampung Arab Al-Munawar hingga kini tetap terjaga kelestariannya meskipun sudah berusia ratusan tahun, yakni ketika pertama kali dibangun oleh Syed Abdurrahman bin Muhammad Al Munawar, yang merupakan keturunan Yaman yang menikah dengan putri Sultan, Masayu Bariyah.

Kampung Al Munawar merupakan kampung pemukiman Arab pertama di Palembang, dan terletak di tepian Sungai Musi. Asal mula nama dari kampung Al-Munawar diambil dari seorang tokoh yang dihormati warga setempat yakni Habib Abdurrahman Al Munawar. Ia adalah salah satu tokoh yang menyebarkan agama Islam di masa awal masuknya Islam ke Palembang. (kaganga.com)

 

Festival Imlek Indonesia 2017 Sumsel, Cermin Saling Menghargai dan Saling Menghormati

Palembang- Nampaknya keserasian antar keanekaragaman agama di Sumatera Selatan semakin mencerminkan wonderfull Sumatera Selatan (Sumsel). Terbukti seperti terlaksananya even festival tahunan yakni Festival Imlek Indonesia 2017 yang dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan H. Alex Noerdin di Palembang Sport and Convention Centre (PSCC) Jalan POM IX Sabtu (11/02/2017).

Festival ini dihadiri ratusan masyarakat dari berbagai macam etnis dan budaya,  adapun rangkaian acara mengkhiasi PSCC antara lain tarian-tarian dari budaya Tionghoa, nyanyian Tionghoa, serta penampilan drama Legenda Pulo Kemaro yang merupakan icon kota Palembang,  sehingga membuat festival semakin meriah. Festival Imlek Indonesia 2017 ini diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel bersama Kompas Gramedia Sumsel.

Pada kata sambutanya Alex menguraikan, luar biasa keberagaman yang ada di Bumi Sriwijaya, walaupun berbeda ras, suku dan agama tidak menjadi kerusuhan di Sumsel. Di Indonesia hanya ada 8 kota yang menyelenggarakan festival imlek Indonesia ini, tidak semua provinsi bisa menyelenggarakan kegiatan yang luar biasa ini.

“Nah ya memang begitula Sumsel, setiap daerah mempunyai bahasa yang beranekaragam, seperti yang kalian lihat tidak pernah dan tidak akan pernah terjadi kerusuhan di Bumi Sriwijaya ini,” terangnya

Dikatakan Alex, Sumsel itu memiliki banyak kebudayaan mulai dari kebudayaan China sampai kebudayaan Arab, tentu saja inilah yang menarik dari Sumsel. Sumsel tidak akan menjadi tuan rumah Asian Games kalau terjadi kerusuhan dan tidak aman.  Festival Imlek ini merupakan festival yang luar biasa apalagi menampilkan tarian-tarian yang sangat memukau.

“Saya akan tampilkan tarian Tionghoa ini di Griya dan berkombinasi menjadi variasi yang berbeda dari tarian yang ada,” ujar peraih Bintang Mahaputra di sela-sela kata sambutannya

“Terimakasih kepada Kapolda dan Kesdam yang telah menjaga kerukunan dan kebersamaan di Sumsel ini, Saling menghormati saling menghargai itulah sumatera selatan,” ucapnya.

Adapun Deputi Pengembangan Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata RI, Prof.DR. I Gede Pitane,  mengatakan, Festival seperti ini merupakan salah satu cara yang efektif,  yang dimana akan bermuara even-even budaya di Sumsel. Even seperti ini harus diteruskan, karena festival ini bisa disebut juga jendela merayakan kebhinekaan yang berujung wonderfull Sumsel. Pariwisata adalah sektor yang paling tepat dalam pengembangan devisa negara, oleh karena itu pariwisata merupakan penghasil devisa utama yang mampu mengalahkan sektor sumber daya alam.

“Kami dari Kementerian Pariwisata mendukung festival seperti ini, jayalah NKRI dalam naungan kebhinekaan,” tegasnya.