Napal Licin Dijadikan sebagai Desa Wisata

MURATARA – Eksotisme Goa Batu di Desa Napal Licin Kecamatan Ulurawas Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) sudah cukup populer di kalangan masyarakat. Tak hanya dikenal oleh masyarakat Muratara saja, namun juga oleh masyarakat luar daerah, hingga mancanegara. Karena itu, Dinas Pariwisata Provinsi Sumsel akan menjadikan Desa Napalicin sebagai desa wisata.

Goa batu di Desa Napal Licin, dianggap memiliki keunikan tersendiri dan bernilai jual tinggi untuk menarik wisatawan. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumsel, Irene Camelyn mengatakan, pihaknya sengaja mengunjungi Desa Napalicin, karena mendapat instruksi dari Gubernur Sumsel Alex Noerdin, untuk mempopulerkan kembali objek wisata Goa Batu Napal Licin, sebagai destinasi wisata unggulan.

“Bapak gubernur sangat mendukung pariwisata di wilayah kita,” ujar Irene Camelyn saat berkunjung ke Goa Batu Napal Licin, bersama Bupati Muratara Syarif Hidayat, Minggu (8/4/2017).

Goa Batu Napal Licin merupakan aset daerah yang harus dikembangkan. Sebelumnya, lokasi wisata alam ini sudah dikenal luas oleh masyarakat, hingga ke mancanegara.
Menurutnya, Goa Batu Napal Licin sudah dikenal sampai ke Belanda.

“Jadi, mengapa kita harus mencari potensi wisata lain, sedangkan lokasi wisata yang kita punya sudah cukup dikenal,” ujarnya.

Untuk mengembangkan lokasi wisata Goa Batu Napal Licin dan menjadikannya sebagai lokasi kunjungan bagi wisatawan, harus dipersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan sarana dan prasarana pendukungnya.

Misalnya, tour guide, biro perjalanan, kemudian dari sisi kemananan, serta fasilitas pendukung lainnya, layaknya tempat wisata bertaraf internasional.

“Pesona Goa Batu Napal Licin ini luar biasa. Karena itu harus dikembangkan. Dan saya berharap masyarakat setempat juga ikut mendukung dan dapat menerima kedatangan para wisatawan dengan terbuka,” katanya.

Bupati Muratara Syarif Hidayat mengharapkan dukungan penuh dari provinsi, khususnya Dinas Pariwisata Provinsi Sumsel untuk mengembangkan kembali potensi wisata Goa Batu Napal Licin sehingga, geliat wisata di wilayah ini dapat bangkit kembali. Dan kepada masyarakat, ia juga mengharapkan, agar dapat menjaga potensi yang ada. Baik menjaga kelestarian lokasi wisata tersebut, maupun juga turut mendukung dalam menjaga keamanan.

Sehingga, para wisatawan yang datang, merasa aman dan nyaman saat menikmati keindahan alam di Goa Batu Napal Licin khususnya, dan Kabupaten Muratara pada umumnya.

“Setelah ada dukungan, kami harap masyarakat bisa menjaga keamanan. Jangan sampai pengunjung yang datang kewilayah kita kecewa. Kepada kades, camat, juga harus mampu menciptakan iklim keamanan dan ketertiban, sehingga potensi pariwisata di Muratara bisa lebih maksimal,” katanya. (sriwijaya post) http://palembang.tribunnews.com

Poltekpar Palembang Terima Mahasiswa Baru TA 2017-2018

Politeknik Pariwisata Palembang beserta 5 Perguruan Tinggi Pariwisata di Indonesia lainnya (STP NHI Bandung, Akpar Medan, STP ND Bali, Poltekpar Makasar, Poltekpar Lombok) membuka Penerimaan Mahasiswa Baru untuk Tahun Ajaran 2017-2018.

Ada dua cara untuk bisa bergabung :

  1. Lewat jalur SBM – STAPP : Jika berdomisili di di Kota Palembang dan sekitarnya dab ingin mengikuti tes tujuan Poltekpar Lombok tidak perlu harus ke Lombok. Peminat bisa melakukan pendaftaran dan mengikuti tes di Poltekpar Palembang. Begitupun sebaliknya bagi peminat yang ada di Lombok, Bandung, Makasar, Bali, dan Medan jika iingin bergabung dengan Poltekpar Palembang.
  2. Lewat Jalur SMM : pemionat bisa langsung mendaftar dang mengikuti tes di Politeknik Pariwisata  Palembang sesuai dengan jadwal yang telah di informasikan.

Ikuti terus untuk informasi lengkap seputar penerimaan Mahasiswa Baru Poltekpar Pariwisata Palembang TA 2017-2018.

Salam Pesona Indonesia

Disbudpar Sumsel Promosi Wisata Sumsel Di  Berlin

BERLIN – Keseriusan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk mendongkrak kunjungan Wisatawan Manca Negara ke Indonesia khususnya ke Sumatera Selatan salah satu langkah yang diambilnya adalah dengan mengikuti Ajang  Internationale Tourismus-Borse Berlin (ITB) Berlin yang berlangsung di Masse Berlin Jerman dari 8 hingga 12 Maret lalu.  ITB Berlin merupakan Pameran Pariwisata terbesar di Dunia yang diikuti oleh banyak Negara dengan jumlah pengunjung lebih dari 200.000 orang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan Irene Camelyn Sinaga menjelaskan ITB Berlin merupakan ajang Exebisi  Pariwisata terbesar Dunia yang diikuti 179 Negara dan diliput oleh 20.000 ribu wartawan lokal  dan 10.000 ribu wartawan dari Negara lain.

Keikut sertaan Sumsel dari Indonesia diajang ITB Berlin dimaksudkan untuk memperkenalkan potensi budaya dan Pariwisata Sumsel ditingkat Dunia, Sehingga Nantinya target kunjungan Wisatawan Manca Negara yang telah ditetapkan oleh Pemerintah dapat terpenuhi.

Salah satu yang menjadi  daya tarik pada Exebisi Pariwisata tersebut adalah Duta Pariwisata dari Sumatera Selatan Ratih Anggraini yang merupakan Putri Sumsel 2015 dan Novi Triyastuti Finalis Putri Sumsel 2014. Selain keduanya memakai pakaian adat Sumsel juga  sangat fasih dalam mempromosikan Potensi Pariwisata Sumatera Selatan kepada pengunjung Pameran.

“Diharapkan dengan keikut sertaan Sumsel dalam ITB Berlin ini maka kunjungan Wisman ke Indonesia khhususnya ke Sumsel akan lebih meningkat,” jelas Irene.

Pada bagian lain Kementrian Pariwisata melalui Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Gede Pitana menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Provinsi Sumsel dalam mengambangkan Dunia Pariwisata di Daerah, diharapkan dengan banyaknya event Olahraga Internasional yang digelar di Sumsel juga mampu meningkatkan kunjungan Wisman didaerah ini.Sementara itu Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin juga berkesempatan mengunjungi Stand Sumsel  dan Vavilion Indonesia di ITB Berlin, Sabtu (11/3) lalu

Gubernur Sumsel Resmikan Kampung Wisata Al-Munawar

Palembang – Sebagai bentuk kerja nyata dalam mempromosikan pariwisata di Provinsi Sumatera Selatan, Gubernur Sumsel Alex Noerdin meresmikan destinasi wisata religi Kampung Al-Munawar, yang berlokasi di kawasan 13 Ulu Palembang, Sabtu (11/2/2017).

Melalui peresmian ini, Alex Noerdin mengimbau kepada masyarakat sekitar agar terus menjaga dan melestarikan kampung Al-Munawar. Menurutnya, selain kebersihan, hal lain yang sangat penting dan harus di jaga bersama adalah keamanan.

“Kampung ini sangat luar biasa karena di seluruh Indonesia tidak ada yang seperti ini, mulai dari hulu dan sepanjang sungai Musi kental keberagaman budaya. Kampung ini milik kita semua, kalau ini maju akan memberikan manfaat bagi kita semua. Jadi, mari kita jaga kampung ini, dan yakinlah semakin lama akan makin bagus,” ujar Alex dihadapan masyarakat Kampung Al-Munawar.

Hadir dalam peresmian ini, Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata RI Prof I Gede Pitane, Wali Kota Palembang Harnojoyo, Ketua TP-PKK Provinsi Sumsel Eliza Alex, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumsel Irene Camelyn dan tokoh masyarakat Kampung Al-Munawar serta mahasiswa dari Universitas Malaya.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata RI Prof I Gede Pitane mengatakan, ketika membangun suatu kampung menjadi sebuah atraksi wisata, yang harus diperhatikan yakni jangan pernah mendikotomikan antara pariwisata dengan unsur lainnya.

Menurutnya, masyarakat harus mengubah cara berpikir bahwa antara pariwisata dengan unsur lainnya selalu bisa berdampingan. Seperti antar pariwisata dan budaya bisa berdampingan bersama-sama, begitu juga antara pariwisata dan kegiatan religi bisa berjalan seiring.

“Saya sangat mengapresiasi pemerintah Provinsi Sumsel dan masyarakat sekitar yang telah bersama-sama mengembangkan wisata Kampung Al-Munawar. Saya berjanji dan siap mempromosikan kampung ini ke pasar luar negeri. Bahkan akan segera digarap film pendek yang salah satu isinya adalah Kampung Al-Munawar untuk nantinya dipromosikan di berbagai negara,” terangnya.

Sementara, tokoh masyarakat kampung Al- Munawar, M Syarif mengungkapkan, pihaknya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumsel dan Kota Palembang yang dalam satu tahun ini telah melakukan banyak pembangunan fisik di Kampung Al-Munawar.

Menurut M Syarif, masyarakat Al-Munawar sangat ramah dan terbuka dengan wisatawan yang datang. “Masyarakat kampung Al-Munawar akan senang hati dan terbuka dijadikannya kampung ini sebagai salah satu destinasi wisata Provinsi Sumsel,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Kampung Arab Al-Munawar hingga kini tetap terjaga kelestariannya meskipun sudah berusia ratusan tahun, yakni ketika pertama kali dibangun oleh Syed Abdurrahman bin Muhammad Al Munawar, yang merupakan keturunan Yaman yang menikah dengan putri Sultan, Masayu Bariyah.

Kampung Al Munawar merupakan kampung pemukiman Arab pertama di Palembang, dan terletak di tepian Sungai Musi. Asal mula nama dari kampung Al-Munawar diambil dari seorang tokoh yang dihormati warga setempat yakni Habib Abdurrahman Al Munawar. Ia adalah salah satu tokoh yang menyebarkan agama Islam di masa awal masuknya Islam ke Palembang. (kaganga.com)

 

Festival Imlek Indonesia 2017 Sumsel, Cermin Saling Menghargai dan Saling Menghormati

Palembang- Nampaknya keserasian antar keanekaragaman agama di Sumatera Selatan semakin mencerminkan wonderfull Sumatera Selatan (Sumsel). Terbukti seperti terlaksananya even festival tahunan yakni Festival Imlek Indonesia 2017 yang dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan H. Alex Noerdin di Palembang Sport and Convention Centre (PSCC) Jalan POM IX Sabtu (11/02/2017).

Festival ini dihadiri ratusan masyarakat dari berbagai macam etnis dan budaya,  adapun rangkaian acara mengkhiasi PSCC antara lain tarian-tarian dari budaya Tionghoa, nyanyian Tionghoa, serta penampilan drama Legenda Pulo Kemaro yang merupakan icon kota Palembang,  sehingga membuat festival semakin meriah. Festival Imlek Indonesia 2017 ini diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel bersama Kompas Gramedia Sumsel.

Pada kata sambutanya Alex menguraikan, luar biasa keberagaman yang ada di Bumi Sriwijaya, walaupun berbeda ras, suku dan agama tidak menjadi kerusuhan di Sumsel. Di Indonesia hanya ada 8 kota yang menyelenggarakan festival imlek Indonesia ini, tidak semua provinsi bisa menyelenggarakan kegiatan yang luar biasa ini.

“Nah ya memang begitula Sumsel, setiap daerah mempunyai bahasa yang beranekaragam, seperti yang kalian lihat tidak pernah dan tidak akan pernah terjadi kerusuhan di Bumi Sriwijaya ini,” terangnya

Dikatakan Alex, Sumsel itu memiliki banyak kebudayaan mulai dari kebudayaan China sampai kebudayaan Arab, tentu saja inilah yang menarik dari Sumsel. Sumsel tidak akan menjadi tuan rumah Asian Games kalau terjadi kerusuhan dan tidak aman.  Festival Imlek ini merupakan festival yang luar biasa apalagi menampilkan tarian-tarian yang sangat memukau.

“Saya akan tampilkan tarian Tionghoa ini di Griya dan berkombinasi menjadi variasi yang berbeda dari tarian yang ada,” ujar peraih Bintang Mahaputra di sela-sela kata sambutannya

“Terimakasih kepada Kapolda dan Kesdam yang telah menjaga kerukunan dan kebersamaan di Sumsel ini, Saling menghormati saling menghargai itulah sumatera selatan,” ucapnya.

Adapun Deputi Pengembangan Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata RI, Prof.DR. I Gede Pitane,  mengatakan, Festival seperti ini merupakan salah satu cara yang efektif,  yang dimana akan bermuara even-even budaya di Sumsel. Even seperti ini harus diteruskan, karena festival ini bisa disebut juga jendela merayakan kebhinekaan yang berujung wonderfull Sumsel. Pariwisata adalah sektor yang paling tepat dalam pengembangan devisa negara, oleh karena itu pariwisata merupakan penghasil devisa utama yang mampu mengalahkan sektor sumber daya alam.

“Kami dari Kementerian Pariwisata mendukung festival seperti ini, jayalah NKRI dalam naungan kebhinekaan,” tegasnya.

Festival Imlek Palembang Targetkan 25 Ribu Pengunjung

Palembang – Festival Imlek Indonesia (FII) yang akan berlangsung di Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Palembang, Sumatera Selatan pada 11-12 Februari 2017 sedikitnya bakal dihadiri 25.000 pengunjung.

FII Palembang kali ini tidak hanya dimeriahkan hiburan kebudayaan Tionghoa, berbagai kebudayaan dari berbagai daerah di nusantara akan turut mewarnai perhelatan yang didukung oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) itu.

Berubah dari 2015 dan 2016 yang menonjolkan bazar, tahun ini konsep FII dikemas sangat nasional atau lebih menonjolkan kebinekaan dan budaya.

Selain menampilkan tari-tarian dan nyanyian, juga akan diadakan demo dan pameran kaligrafi dan lampion tiongkok, demo masak dari tiga hotel ternama, pameran foto.

Kemudian akan ada lomba tari kreatif group, lomba mewarnai, lomba fashion show, lomba grafiti, Mom & Kidz Contest, workshop membatik, workshop mewarnai, workshop membuat bento, penampilan dari tim barongsai dari Tiongkok dan dalam negeri, pemutaran film pendek, dan masih banyak lagi.

Tidak hanya itu, juga akan dimeriahkan dengan Festival Kuliner Palembang, Kompetisi Barongsai, Fashion Show Chinese Modern, Pawai Budaya, Festival Lampion hingga pesta kembang api dan laser.

Tak ketinggalan dihadirkan tarian 1.000 tangan, melukis dari kopi, hingga festival naga ikut menyerukan Festival Imlek Indonesia 2017 di Palembang.

Yang istimewa, di acara ini nantinya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan menghadirkan Udaya, salah seorang yang mengerti dan memahami cerita kedatangan Muhammad Chengho atau yang dikenal Laksamana Chengho sampai di Bumi Sriwijaya. ( jpnn.com)

 

Drama Kolosal Legenda Pulau Kemaro Akan Ditampilkan Saat Festival Imlek Indonesia

 PALEMBANG – Puluhan remaja dari Koko Cici Palembang serius latihan Drama Kolosal Legenda Pulau Kemaro di Sekertariat Kantor PSMTI Sumsel, Jalan Rajawali, Kamis (9/2/2017).

Drama Kolosal Legenda Pulau Kemaro ini akan ditampilkan saat Festival Imlek Indonesia (FII) di Palembang Sport Convention Center (PSCC), 11 hingga 12 Februari 2017.

Pemeran utama dalam drama ini Cindy Nathania Salim sebagai Siti Fatimah.
Ia keseharianya bekerja sebagai Public Relations Hotel 1O1 dan Steven Candra sebagai Tan Bun An. Steven ini merupakan Koko Palembang 2016.

Agar bisa tampil maksimal saat pertunjukan, mereka sudah latihan sejak awal Februari, dimulai pukul 19.00 hingga selesai.

Meskipun malam hari para pemeran drama kolosal ini tetap semangat.
Dalam cerita tersebut diisi dengan tarian, drama dan juga nyanyian. Nantiyta durasi yang akan ditampilkan kurang lebih 20 menit. (tribunsumsel.com)

Mahasiswa Malaya Malaysia Silang Budaya di Kampung Al Munawar

Palembang – Kampung Arab Al Munawar kembali menarik perhatian wisatawan mancanegara, kali ini giliran dari negeri tetangga Malaysia yang bertandang ke Al Munawar dengan beragam kegiatan. Adalah rombongan mahasiswa dari Universitas Malaya Kualalumpur dengan Program Jelajah Adatnya yang tiba di Kamis Pagi (09/02/2017) di Al Munawar.

Program yang mereka usung sendiri sebenaranya justru sudah masuk ke tahun ketiga. Program Jelajah Adat di Indonesia ini sebelumnya sudah pula berkunjung ke Padang Panjang Sumatra Barat, lalu di Riau di tahun keduanya, dan kini di Palembang untuk tahun ketiganya.

“Program Jelajah Adat di Indonesia. Ini tahun ke tiga. sebelumnya kita ke Padang Panjang Sumbar, lalu Riau, dan kali ini ke Palembang,” ujar DR Nahrizul Adib Kadri selaku Ketua Rombongan yang juga dosen di Uiversitas Malaya ini.

Tujuan program ini tak lain untuk saling mendekatkan budaya satu sama lain. Malaysia dan Indonesia yang serumpun mempunyai banyak persamaan budaya. Disini mereka ingin melihat hal tersebut lebih detil dan tentu pula untuk mencari perbedaannya.

Lanjutnya, Palembang sendiri sangat penting bagi orang-orang Malaysia, terlebih raja-raja Malaysia diyakini oleh mereka dahulu kala merupakan keturunan dari Palembang.

“Raja-raja Melayu banyak yang keturunan Palembang, ini satu lagi perekat budaya Malaysia dan Palembang,” ujarnya.

Kegiatan mereka sendiri diisi dengan kegiatan silang budaya yang mana saling mempertunjukkan tarian khas dari daerah masing masing (Palembang dan Malaysia). Lalu di Kampung Al Munawar sendiri mereka berkunjung ke Madrasah Ibtidaiyah AL Kautsar. Disini mereka memberikan sedikit materi belajar yang cukup santai kepada anak-anak Sekolah Dasar tersebut. Terlihat dari, pantauan anak-anak antusias menyambut pelajaran yang diberikan mahasiswa-mahasiswa ini.

Rombongan yangberjumlha 40 orang ini akan juga menampilkan tarian di Festival Imlek Indonesia, Sabru (11/02/2017).

Megalit Sumsel Dipamerkan di Belgia

Kaganga.com – Palembang, Kebudayaan Megalitik atau kebudayaan batu besar di Sumatera Selatan (Sumsel) berupa Arca Ibu Menggendong Anak yang disimpan di Museum Balaputera Dewa Palembang akan dipamerkan di Festival Seni dan Budaya Europalia 2017 kurang lebih selama empat bulan, di Belgia.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumsel Irene Camelyn Sinaga mengatakan, pada 2017 ini Indonesia mendapat kehormatan menjadi negara tamu yang akan menunjukkan berbagai kesenian dan kebudayaannya di Belgia.

“Festival ini merupakan kegiatan terbesar, termegah dan bergengsi di Eropa dalam bidang seni dan budaya. Kita (Sumsel-red) terpilih untuk ikut berpartisipasi memamerkan Arca Ibu Menggendong Anak,” ujar Irene.

Masih dikatakan Irene, Sumsel mengirim arca yang menggambarkan seorang wanita (ibu) dalam posisi berjongkok sedang mendukung anak dipunggung karena arca ini Arca mempunyai ciri-ciri yang menarik, dalah satunya penggambaran serba besar pada bagian-bagian tubuh tertentu diantaranya badan, lengan, jari-jari tangan dan kaki.

“Arca ini di sana (Belgia-red) akan ditempatkan di pameran utama. Memang Indonesia akan memamerkan sebanyak 300 macam seni dan budaya. Sumsel salah satu provinsi yang sangat luar biasa dapat memamerkan arca ini dipameran utama,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, berbagai persiapan sudah dilakukan agar menghasilkan promosi Indonesia yang terbaik lewat Ditjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mendapatkan kehormatan ini.

“Kalau di Asia, kita menjadi negara keempat yang dipilih mengikuti Festival Internasional Europalia setelah Jepang, China dan India,” kata Irene.

Dijelaskan dia, festival itu nanti dimulai dari 10 Oktober 2017 hingga 21 Januari 2018. Di pameran ini akan memberikan segala rupa mengenai Indonesia. Mulai dari teater, film, musik, seni rupa, sastra, tari, kuliner, seminar, workshop dan kegiatan lainnya.

“Even seperti ini akan menunjukkan kebudayaan mulai dari nenek moyang, kekuatan dalam budaya dan kehidupan maritime Indonesia lewat artefak yang dimiliki Indonesia,” pungkasnya

Puluhan Backpacker Cilik Asal Bogor “Stay In” Di Kampung Al Munawar

Palembang – Destinasi Wisata di Kota Palembang kini semakin dikenal oleh semua kalangan di dalam negeri. Bahkan salah satunya oleh siswa-siswi dari School Of Universe, Parung Bogor Jawa Barat. 31 siswa ini sengaja memilih Kota Palembang sebagai tujuan wisata backpackingnya setelah sebelumnya membandingkan beberapa kota yang akan dituju.

Dikatakan oleh Kepala Sekolah School of Universe Bogor, Rizka Amalia Syarif, sejak Minggu (05/02/2017) rombongan back packer cilik ini sudah menginjakkan kaki di Bumi Sriwijaya.

“Kegiatan ini sendiri merupakan kegiatan rutin tahunan. Dimana anak-anak diajarkan tentang manajemen perjalanan. Semua persiapan, pemilihan destinasi wisata, dan lain-lain terkait backpacking itu semua anak-anak yang putuskan mau bagaimana,” ujar Rizka saat di waancarai di Kampung Wisata Religi Al Munawar, Rabu (08/02/2017).

Lanjut Rizka, Kota Palembang sendiri dipilih karena banyaknya spot-spot wisata yang bisa dikunjungi, mulai dari Museum-museumnya, monumen bersejarah, lokasi kerajinan seni, Jembatan Ampera dan kampung bersejarah seperti Kampung Al Munawar. Siswa-siswi ini terdiri dari murid-murid kelas V dan kelas VI. Mereka didampingi oleh 11 orang guru.

Tak hanya berwisata, mereka juga menginap satu malam di Kampung Al Munawar, sembari menggelar bakti sosial untuk anak-anak Kampung Al Munawar. Terlihat anak-anak kampung ALmunawar antusias menyambut kedatangan siswa-siswi dari Bogor ini. Tak pelak anak-anak ini langsung melebur bermain bersama di Lapangan Kampung Arab tersebut.

“Palembang Cantik, Museumnya cantik dan Amperanya sangat cantik,”ujar Sasya Siswi kelas VI School Of Universe ini.

Semetara, Pak Muhammad, Kepala RT di Kampung tersebut mengatakan bahwa siswa-siswi tersebut sudah disiapkan tempatnya untuk menginap di Kampung Almunawar.

“Mereka makan siang di rumah darat. Untuk tempat mennginap, yang laki laki menginap di rumah darat juga, sedangkan yang perempuan menginap di Rumah kembar laut,” ujarnya.

Tak lupa Abdurahhaman selaku ketua Paguyuban Kampung Al Munawar mengingatkan kembali agar tetap berpakaian tertutup dan untuk anak-anak untuk tidak berenang di Sungai Musi.