Putra Putri Sriwijaya 2017 Mulai Ikuti Karantina

Palembang – Hari pertama pemilihan Putra Putri Sriwijaya tahun 2017 diisi dengan pemberian materi english public speaking oleh Dr. Rita Indrawati, M.Pd, etika dan kepribadian oleh Devy Bayumi dan Budaya Sumatera Selatan oleh Yudhy Syarofie.

Mulai hari jumat 8/9 sampai dengan Senin 11/9 peserta akan menjalani rangkaian acara dan mengikuti karantina yang diadakan di hotel Azza Palembang.

Kegiatan ini diikuti oleh 21 pasang peserta utusan dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan hari pertama ini disponsori oleh @depattiserie_plg, @sakurakita, air mineral club dan @tehbotolsosroid

Via Matta Fair, Pariwisata Sumsel Diperkenalkan di Kuala Lumpur

Kuala Lumpur – Destinasi wisata Sumatera Selatan diperkenalkan pada MATTA Fair 2017.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan mengikuti MATTA Fair yang diadakan pada tanggal 8-10 September 2017 di Putra World Trade Center, Kuala Lumpur.
Pada kesempatan ini, Disbudpar Prov. Sumsel juga membawa pihak Tur & travel untuk menjual paket wisata di Sumatera Selatan. MATTA Fair merupakan ajang travel fair terbesar di Malaysia dan diperkirakan lebih dari 80 ribu pengunjung akan hadir pada event tiga hari ini. Diharapkan melalui event ini, destinasi wisata Sumatera Selatan semakin dikenal di manca negara.

Festival Sriwijaya (H+3-H+4)

Palembang – Festival Sriwijaya 2017 hari ke3 dan ke4 tetap menyuguhkan deretanpenampiokan yang memukau. Aksi-aksi tarian, drama dan musikalitas semakin menarik dan unik. Kreasi asli maupun modifikasi di curahkan dipanggun pelataran Benteng Kuto Besak Palembang ini.

Tak ketinggalan pula aksi freestyle BMX dan Skateboard yang memukau pengunjung.

Berikut Aksi-aksinya:

 

 

Festival Sriwijaya 2017 (H+1)

Palembang – Setelah Pembukaan yang meriah Selasa Malam (22/08/2017) di pelataran Benteng Kuto Besak Palembang, kini di hari pertama Rabu (23/08/2017) Festival Sriwijaya mulai menyuguhkan sajian-sajian atraktif yang berbudaya.

Dimulai pukul 10 pagi, sajian pertama menampilkan aksi-aksi menggemaskan anak-anak berbusana khas Sumsel melalui gelaran Fashion Show Anak. Puluhan peserta cilik dengan percaya diri berlenggok bak peragawan/peragawati profesional meski harus berpanas-panasan.

Di sambung di siang hari, parade musik jazz memberi suguhan yang berbeda siang itu. Seolah tak membiarkan panggung kosong acara, pengisi acara dari tiap-tiap kabupaten/kota di Sumsel turut pula memeriahkan Festival ini.

Lomba lagu pop daerah dan pementasan seni tari dan musik khas daerah masing-masing berturut-turut memberi hiburan yang menyegarkan.

Semarak Festival Sriwijaya 2017 Tampilkan Seni Budaya Sumsel

#Gubernur Alex Noerdin Ajak Masyarakat Sumsel Ramaikan Festival Sriwijaya
Palembang – Festival Sriwijaya merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) dalam rangka mengangkat kembali nilai-nilai tradisional. Berbagai pertunjukan seni budaya Sumsel ditampilkan pada acara tersebut.
Festival Sriwijaya XXVI Tahun 2017 di saksikan oleh Gubernur Sumsel H Alex Noerdin didampingi Istri Hj Eliza Alex Noerdin, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia Triawan Munaf, Deputi Pengembangan Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata I Gede Pitane, Para FKPD Provinsi Sumsel, seluruh Bupati/Walikota se Sumsel, seluruh Pejabat Provinsi Sumsel, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.
Pada kesempatan ini, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan Palembang adalah ibukota Provinsi Sumsel usianya sudah ribuan tahun. Ini Kerajaan Sriwijaya kerajaan maritim saat itu. Masyarakat Sumsel harus bangga menjadi warga Sumsel pasalnya hanya dua kota yang menjadi tuan Rumah Asian Games 2018 Jakarta dan Palembang.
“Bangga menjadi warga Sumsel karena menjadi tuan rumah Asian Games (AG) 2018. Karena tidak mudah menjadi tuan rumah AG yang berkualifikasi sama seperti olimpiade,”
Disamping itu, Dirinya juga mengajak masyarakat Sumsel untuk membangkitkan kejayaan sriwijaya dengan arti sekarang ini, Sumsel maju dan sejahtera. Bahkan dia mengajak untuk meramaikan event-event yang berlangsung di Sumsel salah satunya Festival Sriwijaya.
“Festival Sriwjaya kita ramaikan selama 6 hari ini yang berada di tempat bersejarah di BKB dari Kesultanan Darusalam dan dipinggir Sungai Musi Sungai tercantik di Indonesia, Mari kita sukseskan Festival Sriwijaya menuju Asian Games 2018, Ini saatnya Sumsel mendunia. Ayo semangat. Ayo percaya diri. Insyallah dengan kita bersatu akan mencapai segala sesuatu,”ujar Orang nomor satu di Sumsel saat membuka Festival Sriwijaya di Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Selasa (22/8).
Sementara itu, Deputi Pengembangan Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata I Gede Pitane mengapresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumsel yang sudah mengadakan secara rutin Festival Sriwijaya.
 
“Saya bangga pelaksanaan Festival Sriwjaya secara rutin di Sumsel dalam rangka memajukan budaya Indonesia,”ujarnya.
Menurutnya, Festival dan event seperti ini merupakan cara mempromosikan atau memperkenalkan destinasi pariwisata yang berujung untuk meningkatkan kesejahteran masyarakat. “Jadi sebuah festival dan event ini akan membangkitkan kepariwisataan sehingga para wisatawan akan lebih banyak berkunjung,”katanya.

Aksi Sapta Pesona, Menjaga Keasrian Kampung AlMunawar

Image

Palembang – Dalam Pariwisata, salah satu Elemen penting dari aksi Sapta Pesona antara lain Bersih dan Tertib, hal ini pula yang digiatkan oleh DInas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatra Selatan untuk menjaga dan keasrian Destinasi WIsata Religi Kampung Arab Almunawar agar tetap memberi daya tarik lebih kepada wisatawan yang akan berkunjung.
Warga Kampung Al Munawar beserta pegiat Pariwsata Sumsel yang kurang lebih berjumlah 60 peserta, Jumat pagi (21/07/2017) menggelar gotong royong melakukan aksi pembersian di lingkungan sekitar Kampun Almunawar.
Tampak para peserta dengan kaos kuning bersemangat melakukan aksi bersih-bersih tersebut yang dimulai dari pukul 08.00 wib.
Usai pembersihan, para peserta juga berkesempatan mendengarkan pengalaman dari Ketua Pengelola Desa Wisata Nglanggerang Kabupaten Gunung Kidul, Sugeng Handoko, yang telah dulu berkecimpung dalam menciptakan Desa Wisata.
Sugeng mengajak warga Kampung Almunawar untuk bisa menciptakan fasilitas home stay di kampung Almunawar.
“Home stay akan menjadi daya tarik yang menarik bagi wisatawan khususnya wisatawan asing, ini terbukti di Gunung Kidul, dimana banyak turis yang ingin merasakan tinggal di rumah warga dengan menjalani kehidupan sehari-hari di rumah itu. Ini bisa dicontoh di Kampung ALmunawar ini. Terlebih dengan kekhasannya yang menawarkan budaya yang Islami,” jelas Sugeng.

23 Negara Berlaga di JSC Palembang

Image

Asian Triathlon Championship (ASTC) 2017

Presiden International Triathlon Union (ITU) Mrs. Marisol Casado dan Presiden Asian Triathlon Championship (ASTC) Mr. Justin Sukwon Park, resmi membuka kejuaraan Asian Triathlon Championships (ASTC) 2017” diselenggarakan di Kota Palembang, di Plaza Venue Menembak Jakabaring Sport City Palembang, Jum’at (21/7).

Gubernur Sumsel Alex Noerdin dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa  Pemerintah Provinsi dan masyarakat Sumsel menyambut baik penyelenggaraaan even internasional ini. Hal ini membuktikan bahwa Sumatera Selatan siap menyelenggarakan Kejuaran pada level yang lebih tinggi yaitu “ASIAN GAMES 2018.

“Selamat datang kepada peserta ASTC di Bumi Sriwijaya, selamat bertanding mengikuti seluruh rangkaian kegiatan kejuaraan hingga selesai,” ungkapnya.

Lanjut Alex, Pelaksanaan ASTC tahun ini lebih besar dibandingkan tahun 2013. Kejuaraan Dunia Triathlon yang untuk Ketiga kalinya berlangsung di Palembang dengan 23 negara  peserta dan 12 negara mengirimkan delegasi sebagai peninjau.

Menurutnya, terpilihnya Jakabaring Sport City (JSC) pada pemungutan suara langsung diantaranya karena Jakabaring Sport City merupakan suatu kawasan olahraga yang terletak di tengah Kota Palembang, ditambah dengan pengalaman Sumsel mensukseskan 37 even olahraga berkelas dunia.

“Selain bertanding dan menikmati keindahan Kota Palembang, kita mengharapkan masukan dan kritik dari peserta berupa masukan positif bagi suksesnya penyelenggaraan pada even selanjutnya,” harapnya.

Sementara, kejuaraan Triathlon merupakan tes event dari perhelatan akbar Asian Games 2018, yakni penggabungan dari tiga cabang olahraga sekaligus yakni renang, balap sepeda dan lari. Para peserta akan berlaga di Jakabaring hingga 23 Juli mendatang.

Pariwisata Semakin Dilestarikan, Semakin Mensejahterakan

Image

Palembang – Bertempat di Daira Hotel Palembang, kamis (20/07/2017) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel menggelar Workshop Pengembangan Sadar Wisata Sapta Pesona 2017.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya sinergi antara pihak- pihak pendorong kepariwisataan di Sumsel yang tak lain bertujuan untuk menciptakan masyarakat sadar wisata.

Workshop diikuti kurang lebih 60 peserta dari berbagai instansi dan komunitas pendukung Pariwisata Sumsel.

Turut sebagai narasumber, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Irene Camelyn Sinaga, Asdep Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Kemenpar RI, Tazbir, Letkol Infantri Romas Herlandes dari Dandim 0418 Palembang dan Ketua Pengelola Desa Wisata Nglangerang Kabupaten Gunung Kidul, Sugeng handoko.

Dalam pembukaanya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Irene Camelyn Sinaga mengatakan Pariwisata semakin dilestarikan maka akan semakin mensejahterhakan. Hal ini sendiri dicontohkannya pada Perkembangan Destinasi Wisata Kmapung Al Munawar di 13 Ulu Palembang.

“Apakah Pariwsata semakin di lestarikan maka semakin mensejahterahkan?, ini jawabannya saat ini dari geliat wisata di Kampung Arab Almunawar, sehari ada 200 orang beli tiket masuk di hari biasa. Total 2000 orang yang masuk per minggu. Parkir memberi pemasukan Rp30 juta perbulan.
Ini pembuktian bahwa benar.. dan ini faktanya,” ujarnya.

Lanjut Irene, di palembang ada 107 kelurahan. Andaikata dari jumlah tersebut bisa seperti Kampung Almunawar, maka akan luar biasa pastinya. Terlebih di Kota Palembang saja terdapat 64 destinasi wisata. Syaratnya ialah sinergi antar semua phak, baik itu Industri, kelembagaan, Komunitas, Media dan lain lain.

“Harus bersinergi untuk mewujudkan Sumsel yang sadar wisata.

Efeknya sudah pasti kesejahteraan. Peningkatan lapangan pekerjaan dan lain sebagainya.

Pariwisata itu intinya komunikasi dan silahturahmi,” tukas Irene.

Dikatakan pula oleh Asdep Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Kemenpar RI, Tazbir,

Sumsel ini arah pembangunannya Ke Pariwisata.

“Jakabaring untuk pariwisata, Asian games arahnya pariwisata juga.. Nah masyarakatnya harus sadar ini. Bahwa provinsi ini arahnya menuju pariwisata,” ungkapnya saat menjadi pembicara.

Ditambahkan oleh pembicara lainnya,

Ketua Pengelola Desa Wisata Nglanggerang Kabupaten Gunung Kidul, Sugeng Handoko,

Destinasi wisata itu tidak harus mempunyai tempt atau bangunan yang indah untuk dlihat. Kearifan lokal masyarakat pun bisa jadi daya tarik wisata.

“Cerita cerita legenda,keunikan rutinitas masyarakat, itu bisa jadi daya tarik wisata, yang kemudian menjadikan tempat itu jadi destinasi wisata,” pungkasnya.

Asian Games di Palembang Sudah Tahap Action, Bukan Lagi Sosialisasi

Image

Palembang – Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia melangsungkan acara sosialisasi Asian Games 2018, di Graha Bina Praja Pemprov Sumsel. Acara tersebut dibuka resmi oleh Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Alex Noerdin. Acara ini pula mendatangkan tiga narasumber dari Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC).  Senin (17/07/2017).

Dalam kata sambutannya Direktur Kemitraan Komunikasi Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo, Dedet Surya Nandika menuturkan, sebagai negara yang diamanatkan untuk menjadi tuan rumah Asian Games 2018 mendatang, Indonesia melangungkan di dua daerah Kota Palembang Sumatera Selatan dan DKI Jakarta, 18 Agustus – 2 September 2018 nanti, menjadi kebanggaan bagi Bangsa Indonesia. Ia mengugkapkan bahwa Presiden RI  meminta agar momentum penyelenggaraan Asian Games ke-18 memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk kepentingn bangsa.  Selain itu agar promosi dan informasi terkait Asian Games 2018 untuk digencarkan, sehingga perhelatan ini akan menjadi magnet perhatian dunia kepada Indonesia.

Ia juga mengungkapan, Persiapan Asian Games bukan sekadar pekerjaan pemerintah, tetapi juga masyarakat Indonesia. Seperti diketahui, Kota Jakarta merupakan tuan rumah utama, tetapi pada sisi lain  tidak bisa melupakan Palembang yang siap menggelar semua cabang olahraga. Sosialisasi pelaksanaan Asian Games 2018 Jakarta – Palembang gencar dilakukan Kementerian Kominfo dalam hal ini Direktorat Jenderal Informasi Komunikasi Publik. Diantaranya Kementerian Kominfo telah memberikan himbauan kepada semua jajaran Humas dan Dinas Kominfo se-Indonesia untuk dapat menampilkan logo di spanduk, banner dan baliho pada setiap kegiatan.

” Kami kembali mengingatkan Asian Games adalah pesta olahraga internasional dan menjadi kebanggaan bagi bangsa Indonesia. Untuk kesuksesan penyelenggaraan Asian Games XVIII  merupakan kerjasama segenap pihak antara pemerintah, masyarakat dan didukung oleh KOl INASGOC. Marilah kita bergotong royong melakukan yang terbaik untuk memastikan berbagai langkah dan upaya persiapan dapat berjalan sebagaiman mestinya,” himbaunya

Sementara Gubernur Sumsel H. Alex Noerdin menambahkan, sejak Indonesia berhasil meraih tuan rumah Asian Games di Korea Selatan lalu, ia telah menggebrakan sosialisasi Asian Games.

” Saat ini yang harus dilakukan, bukan lagi mensosialisasikan, tetapi action, action dan action di lapangan,” tegasnya

Alex turut menghimbau dalam kesempatan ini untuk Kominfo melangsungkan acara bukan lagi panel-panel diskusi melainkan bentuk yang lebih dititik beratkan action dilapangan.

“Palembang dengan Jakabaring Sport City nya mati-matian untuk bisa memenuhi persyaratan menjadi tuan rumah Asian Games, dana pasti tidak mencukupi tetapi kami mempunyai kelebihan pengalaman, teruji, dan motivasi paling kuat, Alhamdulillah JSC menjadi kawasan olahraga bertaraf international,” ungkapnya

“Banyak hal yang telah kami lakukan. Sumsel tidak perlu dikhawatirkan, insha Allah persiapan kita lebih baik dari Jakarta, tapi inikan satu kesatuan kalau di Palembang sukses Jakarta bermasalah itu rusak semua,” imbuhnya

Napal Licin Dijadikan sebagai Desa Wisata

MURATARA – Eksotisme Goa Batu di Desa Napal Licin Kecamatan Ulurawas Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) sudah cukup populer di kalangan masyarakat. Tak hanya dikenal oleh masyarakat Muratara saja, namun juga oleh masyarakat luar daerah, hingga mancanegara. Karena itu, Dinas Pariwisata Provinsi Sumsel akan menjadikan Desa Napalicin sebagai desa wisata.

Goa batu di Desa Napal Licin, dianggap memiliki keunikan tersendiri dan bernilai jual tinggi untuk menarik wisatawan. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumsel, Irene Camelyn mengatakan, pihaknya sengaja mengunjungi Desa Napalicin, karena mendapat instruksi dari Gubernur Sumsel Alex Noerdin, untuk mempopulerkan kembali objek wisata Goa Batu Napal Licin, sebagai destinasi wisata unggulan.

“Bapak gubernur sangat mendukung pariwisata di wilayah kita,” ujar Irene Camelyn saat berkunjung ke Goa Batu Napal Licin, bersama Bupati Muratara Syarif Hidayat, Minggu (8/4/2017).

Goa Batu Napal Licin merupakan aset daerah yang harus dikembangkan. Sebelumnya, lokasi wisata alam ini sudah dikenal luas oleh masyarakat, hingga ke mancanegara.
Menurutnya, Goa Batu Napal Licin sudah dikenal sampai ke Belanda.

“Jadi, mengapa kita harus mencari potensi wisata lain, sedangkan lokasi wisata yang kita punya sudah cukup dikenal,” ujarnya.

Untuk mengembangkan lokasi wisata Goa Batu Napal Licin dan menjadikannya sebagai lokasi kunjungan bagi wisatawan, harus dipersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan sarana dan prasarana pendukungnya.

Misalnya, tour guide, biro perjalanan, kemudian dari sisi kemananan, serta fasilitas pendukung lainnya, layaknya tempat wisata bertaraf internasional.

“Pesona Goa Batu Napal Licin ini luar biasa. Karena itu harus dikembangkan. Dan saya berharap masyarakat setempat juga ikut mendukung dan dapat menerima kedatangan para wisatawan dengan terbuka,” katanya.

Bupati Muratara Syarif Hidayat mengharapkan dukungan penuh dari provinsi, khususnya Dinas Pariwisata Provinsi Sumsel untuk mengembangkan kembali potensi wisata Goa Batu Napal Licin sehingga, geliat wisata di wilayah ini dapat bangkit kembali. Dan kepada masyarakat, ia juga mengharapkan, agar dapat menjaga potensi yang ada. Baik menjaga kelestarian lokasi wisata tersebut, maupun juga turut mendukung dalam menjaga keamanan.

Sehingga, para wisatawan yang datang, merasa aman dan nyaman saat menikmati keindahan alam di Goa Batu Napal Licin khususnya, dan Kabupaten Muratara pada umumnya.

“Setelah ada dukungan, kami harap masyarakat bisa menjaga keamanan. Jangan sampai pengunjung yang datang kewilayah kita kecewa. Kepada kades, camat, juga harus mampu menciptakan iklim keamanan dan ketertiban, sehingga potensi pariwisata di Muratara bisa lebih maksimal,” katanya. (sriwijaya post) http://palembang.tribunnews.com