Achmad Algan Dan Mutiara Putri Zulfiah, Putra Putri Sriwijaya Sumsel 2017

Palembang – Achmad Algan perwakilan dari Palembang dan Mutiara Putri Zulfiah dari Musi Banyuasin terpilih sebagai Putra Putri Sriwijaya 2017.

Keduanya menjadi yang terbaik dari 40 finalis lainnya pada Grand Final Pemilihan Putra Putri Sriwijaya 2017 di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, Minggu (10/9/2017) malam. .

Kupek Muba, Mutiara Putri Zulfiah saat diwawancarai mengaku bersyukur dinobatkan sebagai Putri Sriwijaya 2017 dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya. “Saya mengucapkan terima kasih kepada orangtua, Pemkab Muba, dan masyarakat yang telah mendukung saya sehingga terpilih menjadi duta pariwisata 2017”,

Putra Putri Sriwijaya Promosikan Pariwisata Sumsel

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Nasrun Umar menaruh harapan besar kepada para finalis ajang pemilihan Putra Putri Sriwijaya 2017 agar kedepan dapat mengeksplor dunia pariwisata Sumsel. Pasalnya, Provinsi Sumsel memiliki potensi pariwisata cukup besar sehingga perlu di promosikan melalui berbagai pihak termasuk para pemuda.

Harapan tersebut diungkapkan Nasrun Umar saat menghadiri malam Grand Final pemilihan putra putri Sriwijaya 2017 di Grand Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, Minggu malam (10/9).

Ajang pemilihan putra putri Sriwijaya merupakan agenda tahunan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel yang bertujuan menanamkan kecintaan budaya wisata kepada para pemuda Sumsel, untuk nantinya menjadi duta pariwisata bertugas mempromosikan pariwisata Sumsel.

“Kalau saya menjadi juri, saya sendiri akan bingung karena sumuanya cantik dan ganteng, semua finalis saya lihat memiliki potensi diri masing-masing,” ujar Nasrun Umar.

Selain mempromosikan pariwisata, lanjut Nasrun Umar, para finalis harus berperan aktif dan turut ambil bagian pada penyelenggaraan Asian Games 2018 mendatang.

“Intinya adalah ada potensi yang baik dari putra putri Sriwijaya, kalah atau menang bukan menjadi yang utama,” tegasnya.

Keseluruhan finalis putra putri Sriwijaya tahun ini sebanyak 24 orang dari 15 Kabupaten/Kota se-Sumsel. Semua finalis telah mengikuti tahapan seleksi mulai dari psikotes tertulis dan wawancara hingga dilakukan ajang adu bakat.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kapolda Sumsel, Irjen Pol Drs. Zulkarnain Adinegara, Walikota Palembang Harnojoyo, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel Irene Camelyn.

42 Finalis PPS 2017 Unjuk Bakat di OPI Mall

Palembang – Hari kedua pemilihan Putra Putri Sriwijaya (PPS) 2017 dimulai dengan pemberian materi Kepariwisataan oleh Zainal Arifin, SE, MM dan “healthy skin” oleh dr. Indah Permata, Sp. KK. Kegiatan ini diadakan di hotel OPI Indah, Sabtu (10/09/2017)

Setelah makan siang, finalis memamerkan kemampuan mereka melalui acara adu bakat di main atrium OPI mall. Berbagai macam atraksi mereka tampilkan di atas panggung. Ada yang menyanyi, menari, bermain alat musik, teater, dan puisi.

Penampilan menarik ditampilkan oleh finalis putra dan putri dari kota Pagaralam yang menampilkan kolaborasi berupa pembacaan guritan, memainkan alat musik tradisional dan sendratari. Penampilan lain dari finalis adalah bela diri dengan tangan kosong maupun memakai alat, storytelling, menjadi pembawa acara, sketching sampai dengan mengaji.

Penampilan ke 42 finalis ini cukup menghibur pengunjung OPI Mall pada akhir pekan ini.

Putra Putri Sriwijaya 2017 Mulai Ikuti Karantina

Palembang – Hari pertama pemilihan Putra Putri Sriwijaya tahun 2017 diisi dengan pemberian materi english public speaking oleh Dr. Rita Indrawati, M.Pd, etika dan kepribadian oleh Devy Bayumi dan Budaya Sumatera Selatan oleh Yudhy Syarofie.

Mulai hari jumat 8/9 sampai dengan Senin 11/9 peserta akan menjalani rangkaian acara dan mengikuti karantina yang diadakan di hotel Azza Palembang.

Kegiatan ini diikuti oleh 21 pasang peserta utusan dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan hari pertama ini disponsori oleh @depattiserie_plg, @sakurakita, air mineral club dan @tehbotolsosroid

Destinasi Wisata Kuliner Jadi Fokus Sumsel Berikutnya

Palembang – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan menggelar Focus group discussion dalam rangka percepatan pengembangan destinasi wisata kuliner dan belanja, di Hotel 101 Palembang, Kamis (08/08/2017).

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan, Irene Camelyn Sinaga mengatakan kini tim percepatan wisata dan religi telah membuat 1 buah buku yang telah diterima oleh Gubernur Sumsel. Palembang saat ini sudah dilirik untuk wisata kuliner dan belanja. Apalagi usaha resto di Palembang tercatat ada 1689 restoran.

Asisten Deputi Pengembangan Wisata Budaya Kemenpar, Lokot Ahmad Enda yang juga  membuka Focus group discussion ini mengatakan FGD ini memiliki tujuan bagaimana Sumatera Selatan menjadi pilihan bagi wisatawan baik nusantara maupun mancanegara.

Pemateri dalam FGD ini Ismayati, Dosen Sahid Jakarta dan Tendi Nuralam mengungkapkan hingga saat ini tercatat lebih dari 5000 resep kuliner Indonesia. Apalagi kuliner menjadi diplomasi budaya kekayaan alam, budaya, yang unik dan khas.

Indonesia menargetkan pencapaian wisatawan mancanegara di tahun 2019 yakni 200rb wisman sedangkan di tahun 2018 ada 140ribu wisman, sementara di tahun 2017 yakni 100ribu wisman. Untuk mendatangkan wisatawan diperlukan daya tarik wisatawan.

Ada tiga syarat untuk mewujudkan program ini, yakni amenitas atau ketersediaan sarana dan prasarana pendukung, aksebilitas atau akses termasuk di dalamnya infrastruktur pendukungnya, dan atraksi atau seperti festival pagelaran seni budaya

Sebagai contoh paket wisata Makan bersama Raja / Sultan. Pembuatan paket wisata ini harus sesuai Pasar dan potensi lokal, yang bisa dijual melalui travel Indies dan online.

Palembang pada 27 September mendatang akan menggelar Wonderful Indonesia culinary festival selama satu bulan yang dimulai dari Palembang Icon Pempek & Es Festival dilanjutkan ke Festival Jajanan Ampera di Palembang Square lalu Festival Kuliner Asam Pedas di OPI Mall dan ditutup dengan Palembang Indah Mall Great sale .

42 Utusan Kabupaten/kota Lolos ke Final Putra Putri Sriwijaya 2017

Palembang – Seleksi Pemilihan Putera Puteri Sriwijaya di gelar di Auditorium Graha Bina Praja Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (06/09/2017).
Seleksi ini diikuti oleh 42 orang perwakilan dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan.

Tahapan seleksi terdiri psikotes tertulis dan wawancara. Juri Pemilihan kali adalah Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Sumatera Selatan, irene Camelyn Sinaga,  Duta Anti Narkoba Sumsel, Lury Alex Noerdin, Pakar etika dan kepribadian Devy Bayumi, Budayawan Yudhy Syarofie, Dr. Rita Indrawati, M.Pd Ketua Program Studi S2 Bahasa Inggris Unsri, dan Ferliana, S.Psi, Psi, Psikolog RS. Ernaldi Bahar.

Dari hasil seleksi ini akan terpilih 42 orang finalis yang akan bersaing pada ajang adu bakat pada hari Sabtu, (9/9/2017) di OPI mall dan pada grand final di ballroom Hotel Aryaduta Palembang hari Minggu malam, (10/9/2017).

Irene : Duta Pariwisata bukan Penerima tamu.

Kaganga.com, Palembang – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Budaya dan Pariwisata (DisBudpar) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) saat ini tengah melakukan seleksi awal Pemilihan Putra Putri Sriwijaya tahun 2017.

Kepala DisBudpar Sumsel, Irene Camelyn Sinaga yang juga menjadi juri dalam pemilihan ini, mengungkapkan bahwa setiap tahunya ajang pemilihan Putra Putri Sriwijaya ini menjadi salah satu cara menanamkan kecintaan budaya wisata yang nantinya akan menjadi Duta Pariwisata, untuk diberi tugas mempromosikan wisata budaya Provinsi Sumsel.

“bukan hanya berparas cantik dan berbadan tinggi saja yang menjadi pilihan, akan tetapi juga bisa mempromosikan wisata dan budaya Provinsi ini khususnya kepada anak-anak muda,” tutur Irene, ketika di diwawancarai, Rabu (06/09).

Selain untuk mempromosikan, lanjut Irene, Putra Putri Sriwijaya ini pula harus memiliki jiwa seorang duta, bukan hanya sebagai penerima tamu-tamu penting saja akan tetapi mampu mengajak maysrakat untuk mengenal pariwisata dan budaya di kota mereka.

“di pemilihan ini kita bukan hanya melihat dari Paras, tinggi badan dan pemahaman Mereka tentang pariwisata saja, akan tetapi kedepanya akan juga di nilai dari sisi pribadi mereka sendiri apakah bisa atau tidak menjadi Duta”, ujarnya.

Untuk saat ini, tambahnya, telah di lakukan seleksi tahap awal di mana pemenang dari tiap tiap Kabupaten Kota di seleksi lagi untuk mencari 20 Finalis.

“bukan hanya juara satu saja dari tiap Kabupaten Kota yang ikut di sini, akan tetapi juara 1-3 dari masing masing Kabupaten Kota bisa mengikuti seleksi ini,”

Setelah terpilih 20 finalis selanjutnya ke 20 finalis ini akan di lanjutkan dengan uji bakat, mempresentasikan diri mereka, serta di beri pula bimbingan dari para ahli.

” nanti pengumuman pemenangnya akan di umumkan pada acara Grand Final yang di lakukan pada minggu malam. Pada Grand final mereka juga akan memakai dua Pakaian yakni Pakaian Daerah mereka dan satu lagi pakaian modern,” pungkasnya.

 

Ini Daftar Pemenang Lomba Festival Sriwiaya 2017

Palembang – Festival Sriwijaya 2017 yang digelar 22-27 Agustus 2017 menyajikan penampilan para peseta yang dikategorikan dalam beberapa bidang lomba, yakni Lomba Lagu Daerah, Lomba Teater (berbasis cerita rakyat/legenda setempat) dan Lomba Tari Kreasi Derah.

Peserta yang berasal dari beberapa daerah baik Sumsel maupun Luar Sumsel ikut serta pada lomba-lomba ini. Tim Juri/penilai telah merampungkan beberapa pemenang pad lomba lomba ini.

Pemenang Lomba Lagu Daerah :

Juara I :

(09) Kabupaten Musi Rawas

Judul Lagu : Bukit Kurungan

Nilai : 888

 

Juara II :

(14) Kota Prabumulih

Judul Lagu : Duson kelaheran

Nilai : 872

 

Juara III : 

(02) Kota Lubuk Linggau

Judul Lagu : Alam Silampari

Nilai : 860

 

Dewan Juri Lomba Lagu Daerah : Putra Agung, Badjuri Tisna, Drs Sudirman

 

Pemenang Lomba Teater (Berbasis Cerita Rakyat/Legenda Setempat)

Juara I : 

(16) Kabupaten Muratara

Judul Teater : Dewei Bulan Napallicin

Nilai : 810

 

Juara II : 

(14) Kota Prabumulih

Judul Teater : Subak

Nilai : 740

 

Juara III :

(10) Kabupaten Empat Lawang

Judul Teater : Raja Dapunta Hyang dan 20.000 Prajurit Pilihannya

Nilai : 710

 

Pemenang Kategori :

Penata Musik Terbaik :

Kabupaten Empat Lawang

 

Penulis Cerita Terbaik :

Mas Pri – Kota Prabumulih

 

Pemeran Terbaik :

Tiara Ramadhani (sebagai putri Unai) – Kota Prabumulih

 

Penata Artistik Terbaik :

Didit CS – Kabupaten Muratara

 

Sutradara Terbaik :

Rudi Hartono – Kabupaten Muratara

 

Dewan Juri/penilai : Drs Sudirman, Apip Rea, Putra Agung

 

Pemenang Lomba Tari Kreasi Daerah :

Juara I :

(08) Kabupaten Banyuasin

Judul Tarian : Jukung Kemang Bejalu

Nilai : 1.691

 

Juara II : 

(12) OKU Timur

Judul Tarian : Raso Beraso

Nilai : 1.608

 

Juara III :

(14) Prabumulih

Judul Tarian : Bekarang

Nilai : 1.568

 

Dewan Juri/Penilai : Badjuri, Ernawati, Juwita Handayani

 

 

 

Festival Sriwijaya 2017 Total Beri Kemeriahan Warna Budaya

Palembang – Festival Sriiwjaya 2017 resmi ditutup minggu malam (27/08/2017).  Perhelatan Festival Sriwijaya 2017 yang digelar sejak 22 Agutus 2017 total memberi kemeriahan penuh warna budaya di tiap harinya selam kurang lebih seminggu ini.

Tak khayal , Festival Sriwijaya 2017 masuk jajaran tiga besar even terpopuler di Indonesia. Penilaian tersebut diambil dari hasil survey dan voting di Media Sosial. Dijadwalkan, keputusan hasil akhir tiga besar even terpopuler di Indonesia tersebut bakal diumumkan pada Oktober 2017 mendatang.

“Saat ini posisi kita ada di tiga besar, kita berharap sangat dukungan semua pihak agar kita menjadi juara. Selain Festival Sriwijaya, dua even lainnya ada di Bali dan Jember,” ujar kepala Dinas Pariwisata Sumatera Selatan, Irene Camelyn, Minggu (27/8/2017) usai kegiatan malam penutupan Festival Sriwijaya 2017 di Benteng Kuto Besak (BKB).

“Dari segi kunjungan jumlahnya signifikan sekali, setiap hari hingga di hari terakhir ini ribuan pengunjung datang ke even Festival Sriwijaya 2017. 5 daerah yang dimaksud diantaranya, Gunung Kidul dan Kulon Progo,” ujarnya.

Tak hanya menambah jumlah kunjungan wisatawan, para peserta, konsep dan lainnya yang ikut ambil bagian dalam Festival Sriwijaya 2017 lebih aktraktif.

“Konsep backdrop contohnya, tahun ini kita angkat Cagar Budaya Bumi Ayu Pali. Dinas Pariwisata tak bisa dilepaskan dari kebudayaan dan seni, apalagi dari Badan Industri Kreatif turut ikut meramaikan dan mensuksekan di even ini, kita ingin menonjolkan industri kreatif yang kita miliki,” jelasnya.

Acara yang ditutup oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Provinsi Sumsel, Akhmad Najib tersebut masyarakat Kota Palembang dan juga pelancong asal luar kota Palembang, dihibur dengan beragam atraksi, mulai dari lantunan suara emas penyanyi asal Prabumulih yang menjadi pemenang Festival Sriwijaya 2016, kemudian modern dance yang dikombinasikan dengan traditional dance, hingga persembahan tarian Darsi Naga dari Dinas Pariwisata Gunung Kidul. Sejumlah pengunjung yang menyaksikan atraksi tarian ini pun terlihat terpukau dengan semua sajian demi sajian hiburan yang ditampilkan.

Sumber :

Teks : Sriwijaya Post

Foto : Radograph

 

Aksi Sapta Pesona di BKB

Palembang – Dikesempatan Gelaran Festival Sriwijaya 2017, Aksi Sapta Pesona tetap terus digerakkan. Rabu pagi (24/8/2017) bertempat di Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, kembali Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel mengajak para pegiat pariwisata sumsel untuk tetap menciptakan lingkungan yang Aman, Tertib, Bersih, Indah, Sejuk, Ramah dan Kenangan.
 Road to Asian Games 2018 menjadi fokus utama pada Aksi Sapta Pesona kali ini. Kepala Disbupdar Sumsel, Irene Camelyn Sinaga mengingatkan kembali bawasanya kebersihan desrtinasi di Sumsel haruslah menjadi tanggung jawab bersama. Untuk perlu ditunbuhkan sikap Sapta Pesona keseluruh masyrakat.
“Yang terpenting itu, Aman dan Bersih, jika dua ini saja sudah ada maka unsur sapta pesona yang lain akan mengikuti,” ujar Irene.
Aksi ditutup dengan aksi bersih bersih di sekitaran BKB.

Festival Sriwijaya (H+2)

Palembang – Festival Sriwijaya Hari ke 2, Kamis (24/8/2017) di Benteng Kuto Besak Palembang, kembali menyuguhkan penampilan-penampilan khas budaya Sumsel. Dimulai dengan Lomba Fashion Anak yang sudah memasuki babak Final yang dimulai pukul 10 pagi. Lalu disambung dengan jajaran pemusik Jazz asal Sumsel pada siang

Lomb lagu dari beberapa kabupaten/kota di Sumsel juga terus digelar, begitupun dengan penampilan tarian-tarian khas tiap daerah kabupaten/kota yang kali ini semakin atraktif.

 

Kreatifood 2017, Tingkatkan Pembangunan Ekonomi Kreatif Sumsel

Palembang-Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin bersama Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Republik Indonesia, Triawan Munaf, resmi membuka kegiatan Kreatifood 2017 di Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Selasa (22/8).

Perhelatan yang digelar guna mendukung industri kuliner Indonesia tersebut mengangkat tema “Kopi Kita Kopi Giling Lokal ” (Koling Lokal), berlangsung 22 sampai 27 Agustus 2017.

Palembang menjadi kota pertama digelarnya Kreatifood 2017 bersamaan dengan kegiatan Festival Sriwijaya, merupakan kegiatan festival seni dan budaya yang berlangsung setiap satu tahun sekali. Setelah Palembang, Kreatifood 2017 berlanjut di Pantai Losari, Makassar Sulawesi Selatan, 6 sampai 10 September 2017 mendatang.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada badan ekonomi kreatif Indonesia yang sudah menggelar kegiatan Kreatifood 2017 di Palembang. Menurut Alex, kegiatan tersebut menjadi wujud kesiapan Sumsel mendukung suksesnya pembangunan ekonomi kreatif Indonesia.

“Tema “Kopi Kita Kopi Giling Lokal” sangat tepat karna kopi terbaik berasal dari Sumatera Selatan yakni Semendo Coffee,” ujar Alex.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Alex Noerdin juga sempat menceritakan tentang pengalamannya saat menikmati kopi di salah satu restoran ternama di New York Amerika Serikat.

“Saat itu saya sedang berada di bandara New York, karna pesawat delay jadi saya mampir ke starbucks, saya lihat Semendo Coffee berada list menu teratas disana dengan harga jual tertinggi, Ini membuktikan bahwa Kopi Semendo merupakan salah satu kopi terbaik di dunia,” terangnya.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI, Triawan Munaf mengatakan, Kopi Giling Lokal saat ini telah menjadi trend tersendiri di masyarakat Indonesia, sehingga menjadikan industri kopi olahan di Indonesia meningkat. Menurutnya, Bekraf telah berupaya mendorong dan meningkatkan potensi kopi lokal bukan sekedar komoditi tetapi juga menjadi gaya hidup bagi pecinta kopi di Indonesia.

Untuk itu, ajang Kreatifood 2017 Palembang sengaja melibatkan Asosiasi Kopi Nasional dan Lokal, para pengusaha dibidang kopi serta pengusaha kuliner lokal di kota Palembang, termasuk para Start up dibidang kuliner yang menjadi program binaan Deputi Akses Permodalan Bekraf.

“Mulai dari Expo kopi, demokreasi kopi dari bebeberapa ahli kopi terkenal serta berbagai kegiatan tentang kopi diadakan disini dengan melibatkan partisipasi masyarakat kota Palembang,” terangnya.

Lanjut Triawan Munaf, Bekraf sendiri merupakan sebuah lembaga baru berasal dari inisiatif Presiden RI, Joko Widodo yang berkomitmen menjadikan ekonomi kreatif sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia.

“Melalui Kreatifood 2017, Kita siap mendukung pembangunan ekonomi kreatif Provinsi Sumatera Selatan. Perlu di ketahui, kita tidak boleh bermain-main dengan ekonomi kreatif karena telah terbukti mempunyai kontribusi yang besar kepada negara,” pungkasnya.