Taman Pulau Cempaka Resmi Dibuka

Share to friendsShare on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on Google+Share on TumblrShare on StumbleUponEmail this to someonePrint this page

Palembang – Jumat, (15/12/2017) Taman Pulau Cempaka di Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya (TWKS) telah Resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Irene Camelyn Sinaga, dan Kepala UPTD TWKS Adi..

Setelah resmi dibuka, pengelola TWKS juga telah menambah hiburan lain di Taman tersebut antara lain gembok cinta, Games dan Rakit bamboo yang disediakan secara Gratis.

Dengan adanya Taman Pula Cempaka ini diharapkan akan banyak Pengunjung yang berkunjung di Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya

Promosi Danau Cantik ini Harus Terus Digencarkan

Share to friendsShare on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on Google+Share on TumblrShare on StumbleUponEmail this to someonePrint this page
Ishak Mekki Buka Festival Danau Ranau 2017

OKU Selatan- Keindahan alam dan wisata air yang mempesona berhasil membius masyarakat Provinsi Sumatera Selatan pada gelaran Festival ke XXI Danau Ranau, yang dibuka Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Ishak Mekki, Kamis (14/12).

Seperti tahun sebelumnya festival ini banyak mempromosikan daerah dengan menyuguhkan tarian khas dan kompetisi wisata air seperti jet ski, banana boat, dan perahu.  Tepatnya di Dermaga Ponton Banding Agung Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan).

Ribuan masyarakat tampak menikmati festival tersebut. Ini terlihat dari antusias masyarakat yang datang menyaksikan jalannya pembukaan festival.

Dalam kata sambutannya Wakil Gubernur Sumsel H. Ishak Mekki mengatakan, asal dari Danau Ranau ini menurut pakar terdahulu terbentuk dari letusan gunung berapi, dimana tipologi daripada alam yang baik menghadiahkan udara yang tenang, sejuk dan menarik bagi wisatawan local maupun mancanegara.

Ia menuturkan Pemerintah Provinsi Sumsel mengapresiasi penuh penyelenggaraan festival tahunan ini. Menurutnya danau tercantik yang dimiliki provinsi Sumsel ini memang  harus terus dipromosikan untuk dapat menarik wisatawan local maupun mancanegara.

“Sejuta pesona yang dapat kita lihat, ada danau  airnya jernih, yang juga dikelilingi perbukitan dan lembah. Ini luar biasa karunia dari Allah SWT. Tidak hanya miliki danau, Oku Selatan ini juga miliki air terjun Sembituha, pemandian air panas dan destinasi wisata lainnya,” ungkapnya

Selain menampilkan pesona alam, lanjut mantan Bupati OKI dua periode ini juga menuturkan, OKU Selatan juga miliki wisata kuliner yang sangat khas.

“Hari ini diselenggarakan festival karena cara inilah yang paling efektif untuk mempromosikan. Apalagi  acara ini identik dengan kemeriahan, pesta besar sehingga menjadii hiburan tahunan bagi masyarakat OKU Selatan,” tuturnya

Ishak menambahkan festival ini bukan perlombaan ataupun kompetisi melainkan pertunjukan untuk menjaga yang berujung pada  hadirnya sportivitas dan menjalin persahaabatan antar daerah.

” Harapan kita peserta nanti dapat membandingkan dengan  produk- produk unggulan OKU Selatan, ditambah lagi akan ada perhatian khusus dari Kementerian Pariwisata untuk membangun daerah Danau Ranau kedepan. Oleh sebab itu harus didukung oleh infrastruktur yang memadai. Lapangan terbang Banding Agung yang sudah diwujudkan akan dipoles kembali agar dipakai untuk lebih baik lagi,” pungkasnya

Sementara Kepala Biro Hukum Kementerian Pariwisata Republik Indonesia M. Iqbal membacakan sambutan Menteri Pariwisata yang mengatakan, tidak dapat dipungkiri selain menawarkan keindahan alam, festival ini juga merupakan festival yang sangat meriah dengan keragaman seni budaya yang tak terpisahkan keberagaman budaya nusantara.

“Jadi  dengan dihelatnya festival Danau Ranau ini secara rutin dapat mendukung upaya yang baik dalam menarik wisatawan local maupun mancanegara,” katanya

Selain itu pula, dikatakannya Kementerian Pariwisata juga akan mendukung penuh untuk Kabupaten OKU Selatan merevitalisasi bandara.

“Saya harap event Danau Ranau ini mampu menggerakan perekonomian. tadi juga sudah dikatakan bahwa akan ada revitalisasi bandara untuk mencapai Danau Ranau. Saya yakin kalau sudah ada bandara OKU Selatan akan kebanjiran pengunjung,” tambahnya

Sementara Bupati OKU Selatan Popo Ali turut menambahkan, Festival Danau Ranau ini jika dilihat dari umur sudah cukup matang. Ia mengungkapkan untuk mengembangkan potensi pariwisata di Kabupaten OKU Selatan bukanlah hal yang mudah. Oleh sebab itu,  ia berharap dukungan dari semua pihak baik itu dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan juga dukungan seluruh masyrakat.

“Festival kali ini dikonsep lebih berbeda sebab ingin mempomosikan wahana-wahana wisata yang akan menarik wisatawan dan tingkat kunjungan semakin tahun semakin meningkat. Untuk festival ini sendiri berlangsung mulai dari 14-16 Desember,”pungkasnya

Kaum Muda Palembang Ramaikan Festival Coffe Jazz

Share to friendsShare on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on Google+Share on TumblrShare on StumbleUponEmail this to someonePrint this page

Palembang – Festival Coffe jazz yang di adakan oleh Forum Pesona Sriwijaya pada 8 -10 Desember 2017 di dermaga Dewi Kwam Im di ramaikan oleh puluhan anak muda mudi dan beberapa komunitas komunitas besar  di kota Palembang.

Adapun rangkaian acara yang telah di selenggarakan oleh panitia, yakni berupa pagelaran musik iringan PallJazz , tari tradisional cek Ntik dan sanggar teater Hangtuah yang berasal dari Kabupaten OI (Pemulutan) yang berkisahkan tentang kehidupan di Pinggiran Sungai Musi.
 10 booth kopi, 5 booth makanan,serta 1 booth dari Universitas Pollitekhnik Pariwisata (PoltekPar) juga di hadirkan untuk meramaikan Festival Kopi.
Festival ini disukai oleh para anak muda di karnakan selain untuk tempat bersantai bersama beberapa teman dari komunitasnya, ada juga beberapa yang menyukai cara pembuatan kopi yang di sediakan di booth dalam acara Coffr jazz Festival ini.
“ya kita rame-rame dari komunitas menyelam secara bebas, kami bisa liat beragam kopi kopi yang tersedia, dan bisa mencicipi banyak cita rasa kopi,” ungkap salah satu pengunjung (10/12/2017).

Bisnis Dan Korporasi Dalam Pengembangan Wisata

Share to friendsShare on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on Google+Share on TumblrShare on StumbleUponEmail this to someonePrint this page

Palembang – Pegiat Pariwisata Sumsel kembali menggelar diskusi bersama, kali ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel mengusung FGD Kajian Model Bisnis Destinasi Berbasis korporasi di Hotel Santika Palembang, Senin (05/12/2017).

Ada beberapa narasumber yang memberi kan paparan pada duskusi forum ini. Narasumber pertama adalah Prof Benjamin Abdurahman yang berdiskusi tentang seberapa jauh peran DMO di pariwisata kota Palembang dan kendala dalam pengembangan Pariwisata.

Narasumber yang kedua pada FGD yakni Prof. Yuwana Marjuka dari STP ENHAI Bandung yang membahas tentang pengelolaan Produk Pariwisata Berbasis Masyarakat yang di mulai sejak 7 tahun lalu di Indonesia

Acara ini resmi di buka oleh sekretaris DISBUDPAR bapak Drs. Agustina Anthoni M.Si. Sekitar 50 orang peserta hadir di forum ini termasuk Kepala Bidang Ekosistem Pariwisata Khabib Suwayah, Asita,PHRI,Bank Sumsel Babel, Kampung Al- Munawar, Komunitas Rumah budaya dan para pegiat pariwisata lainnya.

Peningkatan Kapasitas Usaha Masyarakat Destinasi Pariwisata

Share to friendsShare on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on Google+Share on TumblrShare on StumbleUponEmail this to someonePrint this page

Palembang – Hari Jumat (24/11) bertempat di Hotel Swarna Dwipa Palembang, diadakan Workshop Peningkatan Kapasitas Usaha Masyarakat Destinasi Pariwisata oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan.

Acara ini dibuka oleh Kepala Disbudpar Sumsel, Irene Camelyn Sinaga.
Dalam sambutannya, kepala Disbudpar mengharapkan partisipasi masyarakat di sekitar destinasi wisata dalam mengembangkan destinasi wisata.

Diharapkan workshop ini dapat meningkatkan keterampilan masyarakat untuk memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar mereka khususnya enceng gondok.

Narasumber pelatihan ini adalah Eko Novianto dan Slamet dari komunitas pengelola enceng gondok di Jawa Tengah.

Workshop ini diikuti 50 peserta dari beberapa destinasi wisata di Palembang seperti Kampung Kapiten, Kampung Al Munawar dan Sentra Tenun Tuan Kentang.

Sumsel Segera Tambah 2 Cagar Budaya Nasional

Share to friendsShare on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on Google+Share on TumblrShare on StumbleUponEmail this to someonePrint this page

Sumsel Segera Tambah 2 Cagar Budaya Nasional

Candi Bumi Ayu dan Goa Harimau

Palembang – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov Sumsel terus mendorong percepatan pengusulan cagar budaya nasional terhadap objek-objek cagar budaya yang tersebar di seluruh Sumsel.

Dikatakan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov Sumsel, Irene Camelyn Sinaga, saat ini ada dua objek cagar budaya yang sudah tinggal selangkah untuk kemudian ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional, yakni cagar budaya yang ada di Kabupaten Pali dan OKU.

“Pali dengan candi Bumi Ayu nya tinggal progres SK keluar. Lalu Oku dengan Goa harimau nya sudah diusulkan cagar budayanya, tinggal tunggu ketuk palu, dan rembuk bersamanya lalu susun laporan,” ujar Irene saat Rapat Pembahasan Pengusulan Cagar Budaya Sumsel tahun 2017 di Benteng Kuto Besak Restoran Palembang, Kamis (16/11/2017).

Selain itu, masih ada 3 kab/kota lagi yang Cagar budayanya yang bisa lebih dekat untuk di usulkan menjadi cagar budaya nasional yakni, di Palembang, OKI dan Lahat.

Dalam rapat ini juga, pihaknya terus mendorong agar tiap-tiap kabupaten/kot di Sumsel sudah pula mempersiapkan objek-objek arkeologinya untuk dipersiapkan segala halnya agar bisa diusulkan menjadi Cagar Budaya Nasional.

“Untuk 3 kab/kota yang punya potensi cagar budaya nasional tadi diharapkan segera melakukan percepatan progresnya. Antara lain mengusulkan SK Tim Ahli Cagar Budaya Nasional (TACBN) dan percpatan lainnya. Terlebih Palembang yang punya 79 objek cagar budaya,” ujar Irene.

Rapat dihadiri penggiat-penggiat budaya Sumsel dan instansi terkait.

Muba Sukses GELAR Etape 3 Musi Triboatton 2017

Share to friendsShare on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on Google+Share on TumblrShare on StumbleUponEmail this to someonePrint this page

Muba Sukses Gelar Musi Triboatton 2017 Etape 3

Kaganga.com, Sekayu – Ajang Musi Triboatton VI 2017 etape ke-3, di Sekayu Water Front, Kabupten Musi Banyuasin hari ini, Jumat (10/11/2017) tuntas digelar. Tim Sumatera Barat berjaya menyabet juara pertama cabang perahu naga (Dragon Boat), disusul Tim Sumsel I, dan Bangka Belitung sebagai juara dua dan tiga.

Wakil Bupati Muba Beni Hernedi yang menyaksikan dan menyerahkan langsung hadiah dan tropi mengucapkan selamat kepada para juara serta memberikan semangat pada peserta yang akan melanjutkan ke etape berikutnya, yakni pada etape IV di Kabupaten Banyuasin dan terakhir di Kota Palembang, dimana etape pertama dan dua sudah dilaksanakan di Kabupaten Empat Lawang dan Musi Rawas.

“Alhamdulillah kita sukses even internasional ini (Musi Triboatton). Selamat kepada tim yang meraih juara. Tetap semangat, masih ada dua etape lagi yang harus dilalui,” kata Wabup

Beni Hernedi juga mengatakan, karena Musi Triboatton Internasional sudah menjadi agenda tahunan sebagai ajang bergengsi di Sumatera Selatan, untuk itu kedepan akan dilakukan perbaikan dari berbagai aspek terutama penataan insfrastruktut Sekayu Water Front.

“Kita sudah bertemu dengan beberapa pimpinan Bank yang beroperasi di Muba. Mereka bersedian menyalurkan dana CSR untuk mempercantik Sekayu Water Front ini, agar penyelenggaraannya pada tahun yang akan datang dapat lebih meriah dan lebih baik lagi,” ujarnya.

Untuk lomba perahu rafting, dimenangi Jawa Timur, juara dua Jawa Barat, Sumatera Barat duduki posisi ketiga. Lomba perahu kano tercepat disabet Jawa Barat, Sumatera Barat, dan Jawa Timur.

Bersamaan dengan acara tersebut, dilaksanakan juga pembagian hadiah lomba perahu bidar tradisional dimana tim pendayung DPRD Muba berhasil merebut juara pertama, Kelurahan Kayuara kedua, Desa Selarai ketiga, dan tim pendayung Desa Rantau Panjang juara empat.

Di Musi Rawas, IMT 2017 Etape II Perlombakan Rafting dan Kayak

Share to friendsShare on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on Google+Share on TumblrShare on StumbleUponEmail this to someonePrint this page
MUSIRAWAS – Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan menyambut peserta International Musi Triboatton VI tahun 2017 dengan estafet kedua di Kelurahan Muara Kelingi Kecamatan Muara Kelingi. Kamis (09/11) sekira pukul 09.00 WIB.
Musi Triboatton VI ini turut andil peserta dari mancanegara seperti Kuala Lumpur Malaysia, Malaka Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Filipina dan Indonesia. Sedangkan, peserta dari dalam negeri terdiri dadi sepuluh tim dari Provinsi Sumatera Barat, Jawa Timur, Bangka Belitung, Jambi, Riau, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, DKI Jakarta, Sumsel 1 dan Sumsel 2.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumsel, Irene Camelyn Sinaga mengatakan Musi Triboatton IV tahun 2017 diikuti sebanyak 275 atlet. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan dan bentuk perhatian pemerintah dalam memperkenalkan daerah. Khususnya daerah yang dialiri Sungai Musi.
Ada lima daerah yang akan dilalui oleh peserta diantaranya Kota Lubuklinggau, Empat Lawang, Musi Rawas, Musi Banyuasin, Banyuasin dan Kota Palembang.
Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Nusantara, Putu Ngurah mewakili Kementerian Parawisata RI mengucapkan terima kasih karena disambut dan di fasilitasinya acara ini di Kabupaten Musi Rawas dengan baik dan semarak.
“Kegiatan ini telah memasuki tahun ke VI Sejak diresmikan pada tahun 2012 lalu. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memperkenalkan daerah dan memicu datangnya wisatawan ke daerah ini,” kata Putu Ngurah.

Bupati Musirawas, Hendra Gunawan saat menyambut Peserta Musi Triboatton. Foto/dhia

Sedangkan, Bupati Mura, H Hendra Gunawan mengatakan dalam meyambut baik kegiatan ini dan berharap kepada seluruh peserta dapat bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas dan terus semangat. 
Para atlet juga ketika pulang ke negara dan daerah masing-masing dapat ikut serta memperkenalkan Kabupaten Musi Rawas sebagai salah satu tuan rumah yang memiliki banyak kekayaan alam khususnya destinasi wisata.
Usai memberikan sambutan. Bupati bersama-sama Asisten Deputi Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kepala Dinas Parawisata Propinsi Sumsel, Kapolres Mura, AKBP Pambudi SIK didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Mura, Ny Achy Pambudi, Ketua Tim Penggerak PKK Mura, Hj Noviar Marlina Gunawan, Kasdim 0406 Mura, Mayor Inf B Hutauruk, Ketua Persit kartika Chandra Kirana Cabang XVII Kodim 0406/MLM, Ny Witi Dodi Syamsurizal, Kepala Kemenag Mura, dan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) meresmikan dimulainya Festival Musi Triboatton VI tahun 2017 Etape kedua di Kelurahan Muara Kelingi ditandai dengan pemukulan alat music bedug secara bersama-sama.
Setelah dibuka secara resmi Bupati beserta rombongan menuju lokasi acara di pinggiran Sungai Musi dan meyaksikan beberapa pertandingan kano. Dilanjutkan dengan penanaman pohon penghijauan di sepandan Sungai Musi dan pelepasan ribuan anak ikan patin ke Sungai Musi.
Untuk penyambutan tim Musi Triboatton VI dihibur oleh alunan musik gitar tunggal dan tarian songket Musi Rawas yang dibawakan oleh tim kesenian kabupaten Musi Rawas.(Rel/Kominfo Mura)
Muara Kelingi, Sumatera Selatan, 9/11 (Antara) – Warga Musi Rawas tampak antusias dan memadati lokasi perlombaan etape kedua Musi Triboatton di Desa Muara Kelingi, Musi Rawas, Sumatera Selatan, Kamis.

Etape II memperlombakan dua cabang yakni rafting dan kayak.

Berdasarkan pantauan Antara, masyarakat menyemut di sepanjang jalan masuk menuju panggung hiburan yang terletak di pasar tradisional Muara Kelingi yang tak jauh dari bibir sungai Musi.

Di sekitar lokasi juga berdiri beberapa stand makanan yang menghadirkan kuliner khas daerah Musi Rawas, pernak-pernik, dan lain-lain.

Dalam pembukaannya, Bupati Musi Rawas Hendra Gunawan mengaku bangga atas terpilihnya kembali Kabupaten Musi Rawas sebagai tuan rumah etape kedua Musi Triboatton.

“Alangkah senang rakyat kami kembali menjadi tuan rumah Musi Triboatton 2017,” kata dia.

Pemerintah Kabupaten Musi Rawas sedang menyusun dan mengembangkan objek wisata yang ada di Musi Rawas.

Pemerintah lokal terus memperkenalkan berbagai macam kesenian daerah dan fokus dalam pengembangan wisata air terjun di Musi Rawas.

Sementara itu, Asdep Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata RI Putu Ngurah mengatakan ajang tahunan ini memberikan kesempatan yang luas bagi daerah untuk memperkenalkan ciri khasnya.

“Masyarakat juga akan menikmati perlombaan Musi Triboatton sebagai sarana hiburan,” ujar dia.

Dalam pembukaan etape kedua, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas menampilkan atraksi kesenian seperti Tari Tradisional Sambut, Songket dan Lagu Daerah Senjang.

Etape ketiga akan berlangsung di Kota Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin, etape ke-4 di Dermaga Pangumbuk Kabupaten Banyuasin serta etape kelima, di mana peserta finish di Benteng Kuto Besak, Palembang, Sumatera Selatan.

 

Tim Sumbar Juara di Etape I Empat Lawang

Share to friendsShare on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on Google+Share on TumblrShare on StumbleUponEmail this to someonePrint this page

Bertempat di Pantai Terusan, Empat Lawang, Rabu, (8/11), event internasional Musi Triboatton (IMT) 2017 dimulai.

Etape satu mengambil rute Pantai Terusan sampai Pulomas berjarak 12 KM. Tim rafting Sumatera Barat menjadi juara dalam etape pertama.

Mereka mencatatkan waktu 41 menit 17 detik. Tampil sebagai pemenang etape pertama, Sumbar mengantongi hadiah sebesar Rp 7 juta. Tim rafting Jawa Barat menempati posisi dua dan Sumsel -I (PPHRI) menyusul di posisi tiga.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti bersama Bupati Empat Lawang, Syahril Hanafiah secara simbolis melepas peserta dengan mengibarkan bendera start untuk kategori renang serapungan dan rafting.

Renang serapungan cara tradisional penduduk menyusuri Sungai Musi dengan menggunakan batang bambu diikat dengan rotan.

Setelah serapungan start, giliran peserta rafting masuk arena. 10 tim dari dalam dan luar negeri langsung tancap gas menyusuri sungai sampai di Jembatan Kuning, Pulomas, lokasi finis etape pertama.

Peserta rafting asal Negeri Malaysia, Rizwan antusias dengan IMT 2017. Menurut dia, dimensi Sungai Musi menjadi pembeda.

“Selain panjang, sungai ini sangat lebar. Tantangan bagi kami, membuat boat (perahu) stabil, perahu berbalik arah, bahkan terbalik karena arus kuat,” ujar Rizwan.

Medan berbatu dan arus kuat memberikan petualangan dan sensasi sendiri bagi para peserta. “Karakteristik Sungai Musi ini sangat berbeda, handicap (tantangan) sangat menantang. Mulai dari batu-batu, kedalaman, sampai ceruk-ceruk di sepanjang aliran sungai,” ujar Rizwan melanjutkan.

Anggota Komisi X DPR RI, Ir Sri Meliyana menyempatkan diri datang ke lokasi start IMT 2017. Didampingi Deputi Kemenpar, Esthy Reko Astuti, Sri meminta warga tepian Sungai Musi sadar pariwisata, karena wisata bisa menjadi lahan baru untuk mendatangkan keuntungan.

“Sekarang, mari bersama-sama membuat pariwisata sebagai ladang untuk mencari uang, dengan cara melestarikan Sungai Musi. Saya melihat, sudah banyak kemajuan.Seperti di Pantai Terusan ini, terdapat infastruktur memadai untuk mendukung pariwisata di sini,” ujar Sri.

Dalam kesempatan ini, Asisten Deputi Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian RI, Putu Ngurah menilai, Sungai Musi memiliki potensi wisata air terutama, rafting.

Terlebih, wisata rafting sudah menjamur di daerah-daerah lain di Indonesia, di Sungai Citarik di Sukabumi dan Telaga Waja di Karangasem, Bali.

“Perlu pengelolaan profesional untuk meningkatkan daya jual Sungai Musi. Bisa saja, operator rafting menyediakan paket-paket wisata menyusuri Sungai Musi sepanjang beberapa kilometer,” ujar Putu Ngurah didampingi Kabid Promosi Wisata Buatan, Ni Putu G. Gayatri.

Masyarakat sekitar Pantai Terusan dan Pasar Pulomas berbondong-bondong menyaksikan event ini.

Panitia memang menyelipkan aneka hiburan, mulai dari organ tunggal sampai tari tradisional di atas panggung saat pembagian hadiah berlangsung di sekitar Jembatan Kuning.

Total hadiah lebih dari Rp 20 juta, karena panitia menyediakan peralatan elektronik mulai dari kulkas, mesin cuci, televisi sampai sepeda motor Yamaha Vega.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengapesiasi gelaran IMT di tahun ke-7 agar semakin populer.

Melalui kegiatan ini, Menpar berharap, Sungai Musi bisa menjadi destinasi wisata minat khusus untuk mendukung program dan branding Wonderful Indonesia. (*)

Resmi Dibuka, Internasional Musi Triboatton 2017 Dorong Destinasi Musi Jadi Sungai Rhein Eropa

Share to friendsShare on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on Google+Share on TumblrShare on StumbleUponEmail this to someonePrint this page

Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi lokasi start event sport tourism International Musi Triboatton (IMT) 2017. Mengambil start di Empat Lawang, Rabu, (8/11), IMT 2017 sampai 11 November.

Sebanyak 268 peserta dari 19 tim siap menantang sungai Musi sejauh 500 KM. Peserta dari Tiongkok, Kanada, Perancis, Jordania, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam serta Filipina berpartisipasi. Selain dari luar negeri, tim lokal meramaikan IMT 2017.  Indonesia mengirimkan 10 tim, mereka tersebar mulai dari Jawa dan Sumatera. Bahkan, tuan rumah Sumatera Selatan mengirimkan dua tim sekaligus. Rumah Dinas Wali Kota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe menjadi lokasi upacara pembukaan event tahunan sejak 2011 ini, sekaligus menjadi gala dinner IMT 2017, Selasa, (7/11) malam .

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti didampingi Asisten Deputi Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian RI Putu Ngurah secara simbolis membuka IMT 2017. Esthy menyampaikan Sungai Musi harus bisa menjadi ikon pariwisata terdepan di Sumatera Selatan dan daerah -daerah di sepanjang aliran sungai. Melalui event IMT 2017 ini, dia berharap Sungai Musi bisa seperi Sungai Rhein di Eropa.

“Setelah beberapa tahun event ini, sekarang menjadi momentum tepat untuk menempatkan Sungai Musi di depan. Semua harus turut melestarikan Sungai Musi agar bisa menjadi seperti obyek wisata Sungai Reihn di Eropa, Sungai menjadi sebuah daya tarik,” ujar wanita berhijab itu.  Sekadar informasi, Sungai Reihn memiliki panjang sekitar 1.233 KM. Sungai ini melewati beberapa negara di Eropa mulai dari Swiss daerah bagian Grisons bagian tenggara Pegunungan Alpen sampai ke Jerman, sungai ini mengalir di North Sea, Belanda. Sungai ini merupakan sungai terpanjang ke-12 di benua Eropa. Nah, kendati memiliki lebih pendek, 750 KM, tepian Sungai Musi ini membelah Kota Palembang menjadi dua bagian. Banyak destinasi -destinasi wisata di sepanjang aliran sungai ini antara lain: Jembatan Ampera, Benteng Kuto Besak, dan Pulau Kemaro.

“Sungai Musi juga bisa menjadi destinasi wisata seperti Sungai Rhein di Eropa. Melewati sejumlah negara, kota -kota di aliran sungai ini menjadi destinasi wisata unik. Saya kira, Sungai Musi Indonesia bisa mencontoh Sungai Rhein, apalagi Sungai Musi menjadi salah satu sungai terpanjang di Indonesia,” ujar Esthy.

IMT 2017 berlangsung lima etape dan melewati empat kabupaten dan satu kota menjadi tuan rumah. Bukan cuma mengarungi Sungai Musi,  gelaran kuliner dan budaya meramaikan ajang tahunan di Sumsel.

Lomba dayung di IMT 2017 menggunakan tiga jenis perahu; river boat, kayak dan traditional boat racing (TBR),  dan Perahu Induk dari hulu ke hilir sepanjang dengan lintasan berarus deras (white water) dan berarus tenang (flat water). Wali Kota Lubuklinggau, SN Prana Putra bangga Lubuklinggau kembali menjadi lokasi start IMT 2017 ke-7. Menurut Prana Putra, event ini menjadi ajang promosi destinasi wisata Lubuklinggau menyambut Asian Games 2017.  “IMT 2017 menjadi ajang promosi wisata di Sumatera Selatan selain Palembang, Lubuklinggau memiliki destinasi wisata seperi Bukit Sulap dan Niagara Mini, Air Terjun Temam,” ujar Prana Putra.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengapesiasi gelaran IMT di tahun ke-7 agar semakin populer. Melalui kegiatan ini, Menpar berharap, Sungai Musi bisa menjadi destinasi wisata minat khusus untuk mendukung program dan branding Wonderful Indonesia.

“Melalui event sport tourism merupakan cara efektif untuk mempromosikan potensi pariwisata Sumsel ke mancanegara sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan karena event seperti ini memberikan direct impact dan media value yang sangat tinggi. Apalagi Sumatera Selatan akan menjadi tuan rumah Asian Games, dimana akan banyak hadir wisatawan mancanegara yang datang ke Palembang dan Jakarta,” kata Menpar Arief Yahya.(*)