Wisatawan Bakal Dibuat Ketagihan Kunjungi Palembang

Palembang – Wisatawan bakal dibuat ketagihan saat berkunjung ke Palembang, lantaran banyaknya tempat wisata yang disajikan di Kota Palembang.

Bahkan, dalam waktu dekat wisata kuliner baru akan diresmikan untuk menambah semaraknya Kota Palembang.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Palembang, Isnaini Madani mengatakan wisata kuliner baru ini yaitu Night Cullinary Market atau pasar malam kuliner. Nantinya wisata ini hanya dibuka saat malam hari, dengan menyajikan berbagai macam khas kuliner Palembang dan ditemani musik dari para seniman di Kota Palembang.

“Jadi pada saat Asian Games, para wisatawan yang ingin makan malam hari, bisa ke tempat wisata ini,” katanya.

Ia mengaku, untuk pembangunan fisik pasar malam kuliner ini sudah mencapai 100 persen, tinggal menyiapkan listrik dan air bersih untuk para pedagang. Untuk sementara waktu, nantinya pedagang akan membawa sendiri peralatan seperti meja dan gerobak.

“Tapi ini hanya sementara, karena nanti peralatan meja dan gerobak akan disediakan oleh pihak ketiga yang membangunnya,” ujar Isnaini.

Saat ini, pihaknya juga tengah mendata dan melakukan diskusi kepada para pedagang terkait penarikan retribusi dan lain sebagainya.

Ia mengaku belum tahu berapa besar penarik retribusi yang dibutuhkan. Namun, Wali Kota Palembang, Harnojoyo meminta selama enam bulan para pedagang tidak dipungut retribusi.

“Saat ini permintaan tersebut masih terus dibahas,” tutupnya.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Palembang Jaya, Asnawi P Ratu mengaku penarikan dan penggratisan retribusi ini seharusnya bukan kewenangannya. Lantaran, pasar malam kuliner ini bukan milik Pemkot melainkan milik pihak ketiga.

Jadi harus ada pembahasan bersama antara Pemkot Palembang, PD Pasar Palembang Jaya dan pihak ketiga.

“Menurut kami ini sulit teralisasi, siapa nantinya yang menjaga kebersihan, keamanan dan lain sebagainya jika tidak ada retribusi. Pemilik bangunan tentu tidak mau menanggung semua beban itu,” ujarnya.

Meskipun begitu, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk merealisasikan permintaan Wali Kota. “Bisa saja retribusi ini digratiskan tapi hanya tiga bulan,” tutupnya.