Highlight Obsesi “Obrolan Sore Santai Berisi” di Bukit Siguntang

Highlight Obsesi “Obrolan Sore Santai Berisi” di Bukit Siguntang, Rabu (23/9) sore.

Obsesi kali ini mengangkat tema “Pelestarian adat istiadat/Tradisi Sumatra Selatan. Mempertimbangkan kembali pemberlakuan sistem adat marga di Sumsel.

Dengan Narasumber: Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Bapak Aufa Syahrizal Sarkomi @touaufa , Staf Khusus Gubernur Bidang Kebudayaan Bapak Hidayat Comsu, Ketua Pembina Adat Sumsel Bapak Albar Subari, Kabid Dokumentasi dan Publikasi Disbudpar Sumsel Bapak A Rapani Igama. Dan dimoderatori Kepala Seksi Promosi luar Negeri Disbdpar Sumsel Ibu Prima.

Bapak Aufa Syahrizal mengatakan, zaman dahulu dikenal adanya pemerintahan marga (pasirah). Melalui lembaga adat yang sudah terbentuk ini, para pemangku adat sedang menyusun Peraturan Gubernur, agar adat istiadat yang ada di daerah akan kembali mengacu sistem adat istiadat marga.

“Sekarang sedang diproses penyusunan draf Pergub. Kalau sudah disetujui, kegiatan-kegiatan lembaga adat akan kita kembangkan lagi, khususnya yang berkaitan dengan lembaga adat marga,” ucapnya.

Sementara itu Albar Subari mengatakan, sistem pemerintahan adat marga mulai dihapuskan di Sumsel sejak 1 April 1983. Dasarnya SK Gubernur No. 142/KPTS/III/83. Dampaknya, pasirah menarik kekuasaan.

“Dulu Ketika pasirah masih berkuasa, dialah yang mengurusi adat. Sekarang ketika pasirah sudah tidak ada, warga dusun seperti anak ayam kehilangan induk. Tidak ada yang bisa dipanuti,” tuturnya.

Dalam upaya melestarikan adat istiadat, maka diaktifkan lagi kepengurusan Dewan Adat Sumsel pada 2019 silam.

“Inilah yang jadi program kami masa bakti 2019-2024. Ada titipan dari Pak Gubernur untuk membuat Peraturan Gubernur. Ini untuk merealisasikan Perda yang sudah dibuat teman-teman di DPRD,” pungkasnya.

Selengkapnya: Video IGTV @pesonasriwijaya dan @palpres
cc: @touaufa @palpres @banksumselbabelofficial @surat_ulu_project @itsprima @tiurma_sahat @paramiswari



Leave a Reply