Sumatera Selatan Raih Tujuh Warisan Budaya Takbenda

Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Mawardi Yahya menerima sertifikat penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia tahun 2018, meliputi 7 Karya Budaya yang ada di Provinsi Sumsel. Adapun ketujuh karya budaya tersebut adalah:

  1. Adat Timbang Kepala Kebo, Timbang Kepala Kebo adalah tradisi (prosesi adat turun temurun) masyarakat Banyuasin khususnya Pangkalan Balai yang biasanya dilakukan oleh Orangtua yang melakukan nazar (suatu janji yang diwajibkan dilaksanakan apabila suatu tujuannya tercapai)..
  2. Ngobeng, tradisi masyarakat Palembang dalam menjalani kebersamaan, tradisi biasa dilakukan pada saat ada acara sedekahan (kendurian), pernikahan dan lain sebagainya.
  3. Tari Kebagh dari Pagar Alam.
  4. Tari Silampari Kahyangan Tinggi dari Lubuklinggau.
  5. Pindang Palembang yang merupakan makanan tradisional dari kota Palembang.
  6. Tikar Purun Pedamaran, kerajinan tangan dari daerah Ogan Komering Ilir.
  7. Surat Ulu, merupakan kumpulan aksara yang ada di pegunungan (ulu) Sumatera Selatan.

Sertifikat tersebut diserahkan langsung Direktur Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud RI, Hilmar Farid kepada Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya pada acara Apresiasi Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia tahun 2018 di Gedung Kesenian Jakarta, Rabu malam (10/10/2018).

 Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya mengatakan, keragaman budaya yang ada di Sumsel harus terpelihara dan terus dikembangkan. Pemerintah Provinsi Sumsel sudah berkomitmen penuh untuk hal itu bersama sama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Sumsel.

Foto: Humas Pemprov Sumsel



Leave a Reply