Puncak Ziarah Kubro di Palembang 1,5 Ton Nasi dan 250 Ekor Kambing Ludes

SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Puncak ziarah kubro disesaki oleh warga yang antusias hadir mengikuti acara tahun tersebut, Minggu (28/4/2019).

1,5 ton nasi minyak yang disediakan oleh panitia ludes disantap oleh para peserta yang hadir.

Tidak hanya itu, kambing yang disiapkan sebanyak 250 ekor juga tak tersisa selama tiga hari digelarnya acara tersebut.

Tongseng kambing dan sambal nanas menjadi santapan favorit peserta. Para peserta begitu menikmati makan siang.

Satu nampan dinikmati oleh empat sampai lima orang peserta. Meski dihadiri ribuan orang, namun saat acara dan makan berlangsung tertib.

“Kami perkirakan peserta yang hadiri puncak ziarah kubro mencapai 25 ribu orang, ” Panitia Humas Ziara Kubro Palembang darussalam, Habib Fadhel M Assegaf.

Pada puncak acara ziarah kubro lokasi pertama yang dikunjungi oleh peserta yakni komplek pemakaman di Kawah Tengkurep dan Kambang Koci.

Selanjutnya rombongan melanjutkan perjalan wisata bahari menyusuri Sungai Musi serta ziarah ke Pulau Kemaro, sebuah pulau yang menjadi saksi bisu sejarah perjuangan Kesultanan Palembang Darussalam melawan Belanda dan berziarah ke makam Kyai Merogan, seorang waliyullah yang berjasa besar dalam dakwah Islam di Kota Palembang.

Wisata Bahari dilaksanakan pada Hari Ahad Sore setelah Acara Puncak Ziarah Kubra dan dimulai dari Benteng Kuto Besak. Rute pertama wisata bahari, yaitu ziarah ke Pulau Kemaro.

Fadhel mengatakan, selain diikuti oleh peserta lokal tahun ini kembali diikuti oleh ulama dan masyarakat dari mancanegara.

Terutama dari negara serumpun Melayu. Dan juga beberapa ulama dari Timur Tengah.

“Alhamdulillah tahun ini acara berlangsung sukses,” kata dia.

Sementara itu, Habib Mahdi mengatakan, ziarah kepada orang Soleh kata dia sebagai obat penenang hati. Sebab hati yang kering perlu dapat siraman. Dan siraman itu melakukan ziarah ke makam-makam orang Soleh.

“Hati galau, menenangkannya dengan ziarah ke makam orang Soleh,” kata dia.

Selain itu, ziarah Kubro ini merupakan ungkapan rasa cinta kepada para orang soleh, pejuang NKRI penting untuk mengenalkan kepada generasi muda.

Menurut dia, generasi muda sekarang kehilangan sosok idola. Ketidakhadiran sosok ini sangat membahayakan bagi generasi muda.

Mahdi mengatakan, karena dalam Islam tak boleh mengidolakan selain orang orang Soleh, sehingga perlu dilibatkan dalam momen ziarah kubro ini.

“Ziarah kubro ini sudah menjadi event pariwisata. Menjadi agenda kementrian dan Pemda masuk di dalam pesona Indonesia (wanderful Indonesia),” kata dia.

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Puncak Ziarah Kubro di Palembang 1,5 Ton Nasi dan 250 Ekor Kambing Ludes, http://palembang.tribunnews.com/2019/04/28/puncak-ziarah-kubro-di-palembang-15-ton-nasi-dan-250-ekor-kambing-ludes?page=2.
Penulis: Yandi Triansyah
Editor: pairat



Leave a Reply