Lambang Adat Tunggu Tubang

Sesuai tradisi Semende yang menganut sistem matrilineal, anak perempuan tertua menjadi pemegang hak warisan keluarga, seperti rumah, sawah & ladang. Tradisi ini bertujuan untuk memastikan bahwa harta keluarga tetap bisa dimanfaatkan oleh seluruh anggota keluarga (jurai) dari generasi ke generasi. Jadi seorang anak perempuan tertua dalam adat Semende diposisikan sebagai pengikat, pemelihara dan penyimpan (tunggu tubang) dari kehidupan suatu kaum/keluarga.

 

Berikut Lambang Adat Tunggu Tubang Beserta dengan maknanya:

Lambang Adat Semende atau Lambang Tunggu Tubang terdiri dari lima unsur yaitu GUCI, KUJUR, TUBANG, KAPAK dan JALE (lima bemakna Rukun Islam). Namun adapula yang menambahkan unsur SAWAH/TEBAT/PAUH (menjadi enam unsur/simbol rukun iman). Tebat/Pauh ini sebagai simbol mata pencaharian utama suku Semende dan pengelolaan harta warisan orangtua yang membutuhkan keuletan dan kesabaran Tunggu Tubang.

 

  1. Tubang artinya penyimpanan segala rasa (baik ataupun buruk)
  2. Guci artinya penyimpanan segala rahasia, berfungsi sebagai pendingin dalam rumah
  3. Kujur artinya kejujuran, lurus hati, dan amanah.
  4. Kapak artinya keadilan, berlaku adil, memisahkan yang haq dan yang bathil
  5. Jale atau Jala artinya penghimpunan, dimanapun anggota keluarga tunggu tubang berada dapat dikumpulkan kembali dalam rumah tunggu tubang

 

Awesome photo by @sitiaminah_as

@adiparatama_0801

.

Don’t forget follow and visit @pesonasriwijaya @exploresemende & @disparekraf.muaraenim.

.

#DisbudparDumsel

#semende

#muaraenim

#PesonaSriwijaya

#CharmingPalembang

#WonderfulIndonesia

#PesonaIndonesia

#exploreyoursouthsumatera

#exploresemende