Pulau Kemaro

Terkenal dengan kisah cintanya yang tragis, Pulau Kemaro juga menjadi salah satu tujuan ibadah bagi umat Tridharma. Terdapat Kelenteng Hok Ceng Bio dan Pagoda setinggi sembilan lantai. Setiap perayaan Cap Go Meh, puluhan ribu orang akan memadati pulau seluas 5 ha yang terletak di Sungai Musi ini untuk beribadah. Selain legenda cinta Tan Bun An dan Siti Fatimah, pulau ini juga merupakan saksi sejarah penting dalam heroisme rakyat Palembang.

Pada masa Kerajaan Palembang (1587-1659) dan Kesultanan Palembang Darussalam (1663-1821), Pulau Kemaro menjadi benteng yang sulit ditembus dan terkenal dengan persenjataannya yang luar biasa. Pulau ini menjadi basis pertahanan yang kuat pada perang Palembang melawan Verenigde Oost Indische Compagnie (VOC) pada 1659. Bahkan, pada Perang Palembang 1819, armada Belanda di bawah Herman Warner Muntinghe, hancur di perairan Pulau Kemaro sebelum mendekati Kuto Tengkuruk (Kuto Kecik) dan Kuto Besak. Pulau Kemaro baru dapat ditembus Belanda pada tahun 1821, setelah strategi perang sungai Sultan Mahmud Badaruddin II dibocorkan ke pihak Belanda.

Apakah Anda perlu bantuan kami?

Untuk informasi lengkap mengenai wisata Sumatera Selatan silahkan hubungi kami dengan mengikuti tautan berikut ini.

Untuk informasi lengkap silahkan hubungi kami